
"Bagaimana keadaan istri Saya Dok?" tanya Arya saat melihat dokter selesai memeriksa Jenar.
"Nona Jenar tidak apa apa, hanya saja sedikit demam. Mungkin karena terlalu lama terkena angin malam," ujar Dokter.
"Kalau nanti Nona Jenar sudah sadar, tolong berikan obat ini agar demam nya segera turun," ucap Dokter memberikan beberapa obat kepada Arya.
"Baiklah Dok, terimakasih," ucap Arya.
Setelah dokter pergi, Arya kembali mengoleskan minyak angin ke tubuh Jenar.
Dulu memang Arya tidak menyukai aroma minyak minyakan atau balsem, tapi sejak kejadian Jenar dulu, ia Kini sudah mulai terbiasa dengan aroma itu. Selesai Arya memberikan minyak kepada Jenar, ia segera ikut membaringkan tubuhnya di samping Jenar.
Sekitar pkl.3 pagi Arya merasakan adanya pergerakan dari Jenar, ia pun membuka matanya dan benar saja tubuh Jenar bergetar hebat. ia menggigil karena kedinginan. Arya pun segera bangkit dan mematikan ac, lalu ia kembali mengoleskan minyak kayu putih pada tubuh Jenar agar ia merasa hangat. Lalu ia pun segera ke kamar mandi untuk mengambil air hangat untuk mengompres Jenar agar panas nya turun.
Yah, bila tadi tubuh Jenar dingin, maka kini tubuhnya terasa sangat panas.
"Sayang, bangun sebentar," panggil Arya membangunkan Jenar namun Jenar tak juga membuka matanya.
Arya pun memaksa Jenar untuk bangun dan mendudukkan nya lalu ia memasukkan obat ke mulut Jenar dan juga minum nya.
Setelah memastikan obat itu tertelan, Arya pun kembali membaringkan tubuh Jenar dan ia ikut kembali tertidur.
__ADS_1
Pagi hari Jenar terbangun dengan kepala yang terasa sangat berat, ia meraba kening nya yang masih tertempel handuk kecil untuk mengompres tadi malam.
Jenar melirik ke samping, terlihat Arya yang masih tertidur lelap dengan memeluk nya.
"Mas," panggil Jenar pelan.
"Sayang, kamu udah bangun? gimana? masih pusing?" tanya Arya beruntun.
"Jenar udah gapapa kok, makasih ya udah ngerawat Jenar. Dan maaf kalau Jenar sudah merepotkan mas Arya," ujar Jenar pelan.
"Ssshhttt, itu sudah kewajiban Mas, maaf ya gara gara Mas kamu jadi seperti ini," ucap Arya.
"Dia itu Bella, dia adik kelas mas dulu waktu sekolah, dia—" ucap Arya namun Jenar segera menghentikan nya.
"Siapa yang gangguin kamu?" tanya Arya seketika langsung bangun dari tidur nya dan duduk menatap Jenar.
"Adalah orang gila, dia dosen di kampus Jenar. Dan dia gak percaya kalau Mas Arya itu suami Jenar," kata Jenar memanyunkan bibirnya.
"Katakan siapa dia?" tanya Arya datar, namun tatapan matanya begitu tajam.
"Sudahlah, mas Arya mandi gih, emang gak mau ke kantor?" tanya Jenar mengalihkan pembicaraan, ia tidak mau suaminya berurusan dengan dosen gila tersebut.
__ADS_1
"Sayang, katakan siapa dia!" ucap Arya sekali lagi.
"Sayang, mandi!" ucap Jenar tak kalah tegas.
"Mas gak akan ngebiarin siapapun deketin kamu!" kata Arya tegas.
"Dan Jenar juga gak akan ngebiarin siapapun deketin mas Arya!" ucap Jenar juga tegas.
"Ayo kita mandi," kata Arya langsung mengangkat tubuh Jenar tanpa aba aba, membuat Jenar seketika langsung memekik.
"Mas Arya!" pekik Jenar terkejut, namun malah membuat Arya terkekeh.
.
.
.
*Maaf telat update, mommy lagi sakit. baru bisa bangun tadi jam 11 siang. Meskipun masih pusing dan mual tapi mommy usahain nulis buat kalian.
minta doanya ya semoga mommy cepet sembuh dan bisa update tepat waktu lagi.
__ADS_1
semoga kalian semua selalu sehat, amiinn*. . .