Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Curhat


__ADS_3

"Mas," panggil Jenar saat ia baru membuka matanya di pagi hari.


"Kamu kuliah jam berapa?" tanya Arya sambil menghampiri Jenar di tempat tidur.


Jenar pun langsung beranjak setengah berdiri untuk memakaikan dasi di leher sang suami.


"Hemm jam 10 nanti," kata Jenar.


"Mas ada meeting pagi ini, kamu istirahat saja dulu kalau masih capek," ucap Arya memeluk pinggang Jenar.


"Anak anak di ambil siapa?" tanya Jenar.


"Tadi di ambil Aiden sama Chaca," jawab Arya.


"Aahhh kenapa mas Arya gak bangunin Jenar sih tadi, kenapa gak ngajakin mandi Baren tadi," keluh Jenar cemberut.


"Mas udah bangunin kamu Sayang, tapi kamu nya gak mau bangun," kata Arya.

__ADS_1


"Jenar sekarang jadi males mau mandi," ucapnya sambil memanyunkan bibir.


"Sekarang kan baru jam 7, kamu tidur lagi aja kalau masih capek," kata Arya mengusap kepala Jenar.


"Oh iya mas, masalah pak Robert sama Bella—" ucap Jenar.


"Tidak perlu di bahas lagi, mas buru buru ke kantor, nanti sore mas jemput kamu di kampus oke!" kata Arya segera memotong ucapan Jenar dan langsung mengecup bibir Jenar sekilas.


"Hemm ya sudahlah, lihatin sarapan nya anak anak yah," ucap Jenar mencium tangan Arya dan Arya hanya tersenyum mengangguk lalu keluar kamar.


"Dim, gue bingung harus gimana," keluh Robert mengusap wajahnya frustasi.


"Bingung kenapa lagi sih? acara sudah di depan mata, hanya tinggal menghitung hari loh," kata Dimas.


"Justru itu, gue udah berapa kali sih bilang sama lo, gue gak cinta sama Bella. Lo tau gue cuma nganggep dia adek gue doang dari dulu juga," ujar Robert.


"Adek ketemu gede, gak masalah sih! gue lihat itu anak juga baik cantik, terus apalagi yang mau lo cari?" tanya Dimas tak mengerti.

__ADS_1


"Dia masih kaya bocah Dim, dan juga dia gak bisa ngurus anak kecil, gimana nanti kalau kita punya anak?" ucap Robert.


"Gue pengen yang seperti salah satu gadis di kampus gue ngajar, baik, polos, dewasa dan ke ibuan. Menurut lo masuk akal gak cewek umur 19 tahun eh apa 20 yah, udah punya anak dan suami?" tanya Robert meminta pendapat.


"Emang kenapa?" tanya Dimas mengerutkan dahinya.


"Gue suka sama itu cewek, tapi dia nolak gue dan ngehindari gue! sialan gak tuh! dan lebih parahnya dia bilang kalau dia udah nikah sama punya anak!" keluh Robert.


"Istri gie juga dulu nikah umur 21 bro," ucap Dimas.


"Adek gue juga nikah istrinya umur 18 tahun, jadi menurut gue wajar aja sih, dan bisa jadi cewek yang lo taksir itu emang udah berkeluarga!" kata Dimas.


"Ayolah bro, lo udah punya calon istri se sempurna Bella kenapa mata lo masih jelalatan kemana mana? jangan lo sibuk bandingin calon istri lo sama cewek lain, karena itu akan ngelukai hati dia," ucap Dimas.


"Ahhh gue bingung!" kata Robert menjambak rambutnya frustasi.


"Apa yang lo bingung in? saran gue sih nih ya, lo ikhlas buka hati lo buat Bella. Toh lo mau gak mau pernikahan akan tetap terjadi kan, dan jangan sampai lo nya nyesel nanti," ucap Dimas.

__ADS_1


"Gue gak bisa nganggep dia sebagai istri gue Dim. Gue cuma bisa anggep dia sebagai adek gue doang gak lebih, dan selamanya gue rasa akan begitu," ucap Robert pelan.


__ADS_2