Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Kala wanita sudah berbicara


__ADS_3

"Menurut kalian ini bagus gak?" tanya Jenar kepada dua saudara ipar nya.


Saat ini, Jenar tengah di bantu oleh Chaca dan Ariel untuk merias diri dan berdandan agar penampilan nya semakin memukau saat Arya menjemputnya nanti.


"Jangan yang itu ah terlalu datar tidak berwarna!" kata Chaca lalu ia memilih milih baju di walk in closet milik Jenar.


"Gue heran sama lo deh Je, baju lo segudang begini tapi lo jarang pake. Lalu lo beli buat apaan?" tanya Chaca heran.


"Yang beli bukan aku Cha, tapi mas Arya," jawab Jenar sudah pusing memilih baju.


"Udah mending masalah baju biar di pilihin sama Chaca, sekarang kamu sama aku dulu?" kata Ariel lalu membawa Jenar ke depan meja riasnya.


Bukan Jenar tidak bisa berdandan, ia sedikit sedikit sudah bisa merias diri, namun tetap ke ahliannya masih kalah jauh dengan keahlian make up Ariel. Sedangkan untuk pakaian Chaca lah yang paling ahli.


Jenar beruntung memiliki dua ipar yang bisa menjadi sahabatnya, juga mertua yang selalu menyayanginya. Hidup Jenar kini sangat sempurna.

__ADS_1


Sekitar satu jam lebih Ariel dan Chaca merias Jenar, kini Jenar sudah siap dengan gaun berwarna putih di atas lutut dengan lengan pendek. Anting dan gelang senada menambah kesan elegan dan berkelas.


"Cha, Riel titip anak anak yah, aku gak akan lama kok!" kata Jenar berpamitan karena ternyata Arya sudah menunggu nya di bawah. Arya sengaja tidak mampir masuk karena ia khawatir nanti anak nya akan ikut. Bukan apa, tapi ini acaranya di tempat terbuka yakni pinggir pantai. Ia tidak mungkin mengajak anak anak, ia khawatir malah nanti Javie sakit lagi.


"Tenang aja Je, mereka aman sama kita. Lagian juga ada mama dan papa ini, lo puas puasin aja pacaran nya, jarang jarang kan ada waktu berduaan," ucap Chaca terkekeh.


"Ya sudah, aku jalan duluan ya bye bye," ucap Jenar lalu ia segera turun dan menghampiri Arya.


"Mas," panggil Jenar saat melihat Arya tengah berdiri di samping mobil sambil melirik jam tangan nya. Arya pun langsung mendongakkan kepalanya menatap Jenar yang telah memanggilnya.


Gotcha, nata Arya langsung melotot tak percaya melihat penampilan Jenar. Jenar tampil sangat cantik dan juga sexy, tentu saja Arya sangat terpesona dan menyukai nya, namun ia tidak rela bila keindahan tubuh istrinya harus di nikmati oleh lelaki di luaran sana.


"Kenapa? Jenar jelek yah? gak pantes pakai Ini?" tanya Jenar sedih.


"Bukan, bukan kamu jelek atau gak pantes bukan Yank. Tapi, Mas ngerasa baju kamu terlalu pendek, kamu lihat kaki kamu kelihatan begitu jenjang dan lengan kamu begitu terbuka. Mas gak mau kamu di lihatin banyak laki laki nanti," jawab Arya menghampiri Jenar.

__ADS_1


"Lalu buat apa mas Arya beliin Jenar baju sebanyak itu kalau Jenar gak boleh pakai? apa Jenar harus ganti baju lagi? asal Mas Arya tau Jenar tuh udah ganti baju lebih dari 10x, Jenar capek! dan kalau ini masih di suruh ganti juga, ya udah Jenar ganti pakai jas hujan sekalian, biar ketutup semua tubuh Jenar. Dan kalau mas Arya gak mau Jenar di lihat orang, berarti Jenar harus mati dulu biar jadi arwah yang gak kelihatan sama orang!" cerocos Jenar panjang lebar meluapkan kekesalan nya.


Arya langsung menelan Saliva nya kala mendengar gerutuan Jenar, ia tak menyangka bahwa istrinya sedang dalam mode ON marah dan kesal.


"Enggak perlu, ya sudah ayo kita berangkat sekarang," ucap arya mengalah pada akhirnya. Ia mengecup kening Jenar sekilas sebelum akhirnya ia membukakan pintu mobil agar Jenar masuk.


"Kalau udah keluar suara petasannya baru diem kan!" gumam Jenar dalam hati terkekeh. Ia sudah sangat lelah dengan Chaca dan Ariel, kini Arya juga ikutan protes, ya sudah meledak lah sudah amarah Jenar.


.


.


Penampilan Jenar 🥰


__ADS_1


Penampilan Arya 🥰



__ADS_2