
"Jenar!" panggil Robert saat melihat Jenar tengah berjalan bersama kedua sahabatnya.
"Ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Jenar sedikit risi.
"Ada yang mau saya bicarakan sama kamu," ujar Robert tanpa aba aba langsung menarik tangan Jenar.
"Loh loh loh Pak, itu sahabat saya mau di bawa kemana?" teriak Chaca namun tak mendapatkan jawaban dari Robert karena kini mereka sudah berjarak jauh.
"Asli ya itu dosen nekad banget, padahal udah di bilang kalau Jenar udah nikah," ucap Chaca menggelengkan kepalanya.
"Kita lihat saja nanti saat suami Jenar tau," ujar Hanna menyeringai.
"Pak, tolong lepaskan!" sentak Jenar berusaha menghempaskan tangannya dari genggaman Robert.
"Jenar, saya ingin berbicara serius sama kamu," ucap Robert kembali membawa tangan Jenar untuk ia genggam. Jenar berusaha untuk melepaskannya namun cekalan tangan Robert begitu kuat hingga Jenar tak mampu melepaskannya.
"Apa yang ingin bapak katakan?" tanya Jenar berdecak.
"Jenar, aku mencintaimu. Aku mau kamu menikah dengan ku dan menjadi ibu dari anak anakku kelak!" ucap Robert dengan lantang dan percaya diri.
__ADS_1
Jenar hanya menatap cengo kepada Robert. Berulang kali ia mengerjapkan matanya berharap bahwa ia salah mendengar.
"Jenar, sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah menemukan ada yang berbeda dari kamu. Aku sudah merasakan bahwa adanya getaran di hatiku, Jenar will you marry me," ujar Robert tiba tiba berlutut di hadapan Jenar dengan membawa sebuah kotak cincin berlian yang begitu berkilau.
Seketika, suasana menjadi sangat ramai karena orang yang berlalu lalang ikut berhenti menyaksikan momen langka tersebut.
'*Woah anak baru beruntung banget bisa dapetin pak Robert!'
'Cantik sih, tapi sok lugu begitu gue rasa dia cuma manfaatin pak robert doang tuh!'
'Yoi, tampang nya aja yang sok polos padahal gue yakin dia yang udah ngegoda pak Robert!'
Tak sedikit yang mencibir tentang Jenar, namunntak sedikit juga yang mendukung dan memberikan sorakan agar Jenar menerima lamaran Robert.
"Pak Robert maafkan Saya," ujar Jenar pelan sambil menarik tangannya perlahan.
"Jenar?" gumam Robert tak percaya bahwa Jenar malah memundurkan langkahnya.
"Seperti yang saya bilang beberapa waktu lalu, Saya sudah MENIKAH!" Ucap Jenar tegas sambil memamerkan jari manis nya yang sudah tersemat cincin pernikahan.
__ADS_1
"Dan saya sudah memiliki dua orang anak," imbuhnya tersenyum.
"Jadi saya mohon, Bapak berhenti mengejar saya. Saya yakin bapak akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari saya," ucap Jenar.
"Saya hanya mencintai kamu Je," kata Robert.
"Tidak Pak, bapak tidak mencintai saya, bapak hanya penasaran kepada Saya karena di saat mereka memuja bapak. Saya malah menghindari bapak," ucap Jenar dengan tenang.
Robert hanya diam menatap Jenar berbicara. Hatinya semakin berdetak kencang kala melihat Jenar berbicara setenang itu. Sungguh Robert sangat mengagumi sosok Jenar. Namun ia masih tidak bisa percaya bahwa Jenar sudah menikah dan memiliki anak.
"Kak Robert!" teriak seseorang yang langsung berlari menghampiri Jenar dan robert.
"Bella?" ucap Robert dan Jenar bersamaan.
"Ah jadi Jenar cewek yang kakak maksud?" tanya Bella cemberut.
"Jenar yang udah buat kakak menolak pernikahan kita?" tanya Bella lagi.
"Bella kamu salah paham, aku sama pak Robert gak ada hubungan apa apa," ucap Jenar berusaha menjelaskan.
__ADS_1
"Sudahlah Je, aku permisi dulu," ucap Bella menatap Robert dengan tatapan sendu lalu ia segera berlari meninggalkan Jenar dan Robert.