
"Sayang," panggil Jenar saat membuka pintu ruang kerja Arya.
"Kamu sudah datang, kemari lah," ucap Arya memundurkan kursinya dan merentangkan kedua tangan nya.
"Laperr," kata Jenar manja saat sudah duduk di pangkuan Arya.
"Mau makan disini? atau keluar?" tanya Arya sambil merapikan anakan rambut Jenar.
"Disini aja, Jenar capek," ucap Jenar menyenderkan kepala nya di bahu Arya.
"Baiklah," kata Arya lalu ia segera menelfon Arlan untuk memesankan makanan.
"Bagaimana kuliah nya?" tanya Arya lembut.
"Capek banget, dan juga tadi Jenar ketemu Bella masa di kampus, ku pikir dia masih kuliah eh ternyata dia lagi nyamperin tunangan nya. Dan disitu Jenar baru sadar bahwa dia bukan bibit pelakor, ternyata dia anak nya asik dan gampang akrab. Tadi aja kita ngopi berempat sama Hanna dan Chaca dan langsung asik gitu ngobrol nya, gak kelihatan kalau kita baru kenal," ucap Jenar panjang lebar bercerita membuat Arya terkekeh.
"Kamu ini kebiasaan kalau ngomong gak lama rem," kata Arya mencubit bibir Jenar dengan gemas.
"Iihh sakit tau," ucap Jenar cemberut.
Tak berapa lama, Arlan mengetuk pintu dan mengantarkan makanan pesanan Arya. Mereka pun akhirnya makan bertiga, dan setelah makan Jenar pun memutuskan untuk istirahat di kamar yang ada di ruangan Arya sembari menunggu Arya menyelesaikan pekerjaan nya.
__ADS_1
"Uuhhh anak Mommy udah ganteng- ganteng," ucap Jenar saat selesai mandi dan melihat twin J sudah duduk manis di atas ranjang kamar nya.
"Mom mom ini," kata Javie memperlihatkan sebuah gambaran abstruk di buku.
"Woahh siapa yang menggambar? Javie?" tanya Jenar dan langsung di balas anggukan kepala oleh Javie.
"Hebat anak Mommy," ucap Jenar membuat Javie tersenyum senang.
"Vier gambar apa Sayang?" tanya Jenar kepada Vier yang masih asik dengan buku gambar nya.
"Ikang," jawab Vier memperlihatkan sebuah gambar abtruk juga tapi ia menyebutnya ikan.
"Ikang aus," jawab Vier bangga.
"Gude ikang na," kata Javie melihat gambaran Vier.
"Iyah ikang aus," ucap Vier.
"Anak anak mommy pada pinter yah gambar ikan nya," kata Jenar terkekeh sendiri.
"Ada apa ini? asik banget kayaknya," tanya Arya yang baru saja ikut bergabung dan langsung naik ke atas tempat tidur.
__ADS_1
"Ini anak anak Daddy lagi gambar ikan, ikan paus," jawab Jenar terkekeh.
"Astaga ikan paus nya—" ucap arya tak bisa menahan tawa nya kala melihat gambaran twin J.
"Ikang aus!" kata Vier tegas.
"Iya iya ikan paus, sekarang sudah malam waktunya ikan paus tidur oke!" ucap Arya lalu ia langsung menerjang kedua anak nya.
Javie dan Vier langsung tergelak kala di terkam oleh Arya, sedangkan Jenar langsung membereskan buku gambar dan krayon twin J, baru habis itu ia ikut bergabung untuk bermain sebentar dengan twin J.
Rutinitas Jenar dan Arya sebelum tidur selalu bercerita dengan twin J. Meskipun mereka jarang ada waktu saat siang, mereka selalu mengusahakan memberikan waktu saat malam hari menjelang tidur.
"Mom? cucu," kata Javie mengerjapkan matanya berbinar saat meminta susu.
"Cium dulu dong," ujar Jenar menyodorkan pipinya. Javie dan Vier pun langsung menghujani Jenar dengan ciuman hingga membuat Jenar tertawa kegelian.
Memang seperti ini Jenar setiap kali anak nya meminta susu maka ia akan meminta imbalan seperti sebuah ciuman komplit baru ia akan membuat kan susu untuk twin J.
"Daddy gak di cium?" tanya Arya iri.
"No!" jawab twin J bersama dengan Jenar laku mereka tertawa bersama melihat wajah Arya yang cemberut.
__ADS_1