Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Javie sakit


__ADS_3

"Mas, kita ke rumah sakit sekarang aja lah," kata Jenar menghampiri Arya sambil menggendong Javie. Sebenarnya sedari tadi Arya sudah mau membawa Javie ke dokter, namun karena Jenar sudah memberikan pct, Jenar pikir demam nya udah membaik. Tapi ternyata demam Javie hanya turun sebentar dan kini sudah sangat tinggi hampir 40derajat.


"Ayo," Arya langsung berlari lebih dulu untuk menyiapkan mobil.


"Sayang Mommy, apa yang sakit Nak? hem bilang sayang," ucap Jenar lembut sambil terus mendekap tubuh mungil Javie.


Di dalam mobil, Javie terus menangis, Jenar mencoba memberikan asi namun hanya sedikit lalu muntah. Jangan tanya perasaan Jenar saat ini, ia sudah sangat panik dan sedari tadi ia ikut menangis kala Javie menangis membuat Arya juga ikut panik.


"Shiitt! harusnya tadi aku bawa supir,' pikir Arya.


"Sebentar lagi kita sampai," ucap Arya. Karena tengah malam jadi perjalanan sangat lenggang sehingga ia bisa dengan cepat sampai di rumah sakit.


"Sini sayang, biar sama Mas," ujar Arya mengambil Javie dari gendongan Jenar. Arya pun langsung berlari menuju ruang UGD agar Javie segera di periksa.


"Mas, Jenar takut hiks hiks," ucap Jenar terisak.


"Sshhhtt gapapa, Javie baik baik saja, percayalah," ujar Arya mencoba menenangkan istrinya, walau sebenarnya di dalam hati ia juga sangat khawatir dengan keadaan Javie.


Ceklek!


"Bagaimana keadaaan anak saya dok?" tanya Jenar langsung saat melihat Doktr keluar dari pintu UGD.

__ADS_1


"Tuan muda terkena types, dan harus di rawat inap Nyonya. Saya akan menyiapkan kamar terbaik untuk Tuan muda Javie," ujar Dokter menunduk hormat karena ia tau pasien nya kali ini adalah cucu pemilik Rumah sakit.


"Lakukan yang terbaik untuk anak saya!" ujar Arya dingin dan datar.


"Pasti Tuan, kalau begitu saya permisi dulu?" ucap dokter tersebut lalu ia pergi.


Arya Calling Arlan 📞


"Iya Bos, ada apa?" tanya Arlan di ujung seberang sana.


"Javie masuk rumah sakit, baju gue sama Jenar kotor karena kena muntah, lo ambil baju gue sama Jenar sekarang. Dan sekalian perlengkapan Javie, dia harus rawat inap!" ucap Arya lalu tanpa menunggu jawaban Arlan ia langsung mematikan sambungan telfon nya. Hingga membuat Arlan melongo di sana.


"Astaga, jam 2!" Arlan memijit pelipis nya saat melirik jam di atas nakas nya.


Dua hari sudah Javie di rawat di rumah sakit, dua hari juga Jenar tidak masuk kuliah. Hari ini para sahabat Jenar pun datang untuk menjenguk baby Javie ke rumah sakit.


"Hallo jagoan Aunty," ucap Hanna.


"Akit," kata Javie lemah menunjukkan tangannya yang terpasang selang infus.


"Oh, sini Aunty tiupin nanti pasti sembuh, bwuh bwuh bwuh!" Hanna meniup tangan Javie seperti seorang dukun yang menyembuhkan pasien nya hingga membuat Javie tertawa.

__ADS_1


"Udah sembuh kan?" tanya Hanna bangga.


"Ini," ucap Javie memberikan tangan satu lagi agar mendapat obat dari mbah dukun Hanna.


"Oh yang ini juga sakit?" tanya Hanna dan Javie mengangguk.


"Bwuh bwuh bwuh, sembuhhh!" kata Hanna lagi membuat Javie tertawa.


"Lalu Vier dimana?" tanya Chaca.


"Vier sama Mama di rumah, dia juga baru dari sini tadi," ucap Jenar masih melihat interaksi Hanna dan Javie.


"Han, kamu udah cocok lo jadi ibu. Kapan nih kamu mau nyusul? cuma tinggal kamu doang loh," ucap Jenar membuat Chaca terkekeh.


"Aku mau nunggu kuliah dulu, aku gak mau kaya kalian menikah muda," ujar Hanna cuek, lalu kembali bermain dengan Javie.


.


.


Pada mau mommy update setiap hari gak?

__ADS_1


kalau komen tembus 500 mommy update sampai tamat disini 🥳🥳


__ADS_2