
"Jenar tunggu!" panggil Robert menahan tangan Jenar.
"Lepaskan Saya Pak," ucap Jenar raja membuat Robert seketika langsung melepaskan tangannya dan mengangkat tangan nya ke udara.
"Jenar, bukankah harusnya kau senang karena sudah mendapatkan lampu hijau dari saya? atau kau mau saya yang mengejar mu? baiklah kalau itu mau mu," ucap Robert dengan senyum tersungging di bibirnya.
"Ya Allah mesti dengan cara apalagi saya katakan! saya tidak pernah berniat mengejar anda atau siapapun! lihat saya SUDAH MENIKAH! dan saya sudah memiliki dua orang Putra!" ucap Jenar penuh penekanan sambil memperlihatkan cincin pernikahan nya dengan Arya.
Robert menyipitkan matanya untuk melihat ukiran nama yang ada di cincin tersebut. Setelah mengetahui ada nama pria di sana, dirinya sukses tertawa terbahak bahak.
"Hahaha, selera kamu tinggi juga ya? kau bermimpi bisa mendapatkan Tuan Arya begitukah? oh come on Jenar, saya juga tidak kalah tampan dan kaya darinya, tidak perlu bermimpi terlalu tinggi," ucap Robert masih tidak percaya.
"Terserah bapak mau percaya atau tidak, yang jelas saya sudah menikah dan saya sudah punya anak! jadi tolong JANGAN GANGGU SAYA!" seru Jenar lalu ia segera pergi mencari keberadaan Arya yang entah pergi kemana.
__ADS_1
Hembusan angin malam pinggir pantai sukses membuat Jenar merasa dingin, Arya benar harusnya tadi ia mengganti pakaian yang lebih tertutup.
"Hachiimm!" Entah sudah berapa kali dirinya terus bersin bersin karena kedinginan, ia belum juga menemukan keberadaan Arya, akhirnya ia memutuskan untuk berjalan jalan di pinggir pantai.
"Ya Allah kamu dimana sih Mas? lupa apa bagaimana kalau kesini bawa istri, dasar suami gak ada akhlak!" gerutu Jenar sambil menyusuri pasir pantai.
Pluk.
Sebuah jas tersampir cantik di punya Jenar membuat sang empunya langsung menoleh seketika.
"Saya tidak butuh jas bapak!" ucap Jenar datar sambil mengembalikan jas nya.
"Kau itu sudah kedinginan seperti itu, tidak perlu sok jual mahal Je," ucap Robert tersenyum.
__ADS_1
"Pak, kalau boleh saya jujur nih ya bapak itu lumayan ganteng tapi kenapa bapak harus menjadi orang sinting?" tanya Jenar polos membuat Robert yang awalnya tersenyum bangga langsung berubah menjadi cengo.
"Nih ya Pak, kalau saya jadi bapak maka saya akan mencari gadis yang masih segel dan single. Bukan wanita seperti saya yang sudah bersuami dan memiliki dua anak!" imbuh Jenar lagi.
"Sudah lah Je, mau sampai kapan kau akan membohongi ku dengan tameng suami dan anak? bahkan umur kamu saja belum ada 20tahun bagaimana mungkin kamu sudah menikah dan memiliki dua anak ck," ucap Robert berdecak tak percaya.
"Ya terserah bapak percaya atau tidak tapi memang itu kenyataan nya. Dan kalau bapak masih tidak percaya saya juga tidak memaksa, tapi saya mohon dengan sangat tolong hargai keluarga saya!" ucap Jenar tegas lalu ia memutuskan untuk pulang karena ia sudah sangat lelah terlebih sampai sekarang ia juga belum menemukan dimana keberadaan Arya.
Saat Jenar sampai di parkiran, rupanya mobil Arya masih terparkir cantik di sana, lantas kemana Arya? pikir Jenar.
Jenar kembali menyusuri pesta sekali lagi, ingin ia menghubungi Arya namun hape nya tertinggal di dalam mobil.
"Bagus ya Mas, di cariin dari tadi kemana mana ternyata malah asik disini!" ucap Jenar dengan ekspresi wajah datar seketika membuat Arya terkejut.
__ADS_1
"Baiklah, LANJUTKAN! biar Jenar pulang SENDIRI!" seru Jenar lalu ia segera berbalik dan pergi mencari taxi.