Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Dokil


__ADS_3

"Mas, besok kamu kerja aja. Biar Javie sama Jenar," ucap Jenar sembari bersandar di dada bidang suaminya.


"Tapi nanti Javie gimana?" tanya Arya sambil mengusap rambut Jenar.


"Javie bisa Jenar handle Mas, lagian kasian lihat Arlan bolak balik kantor, rumah sakit, Rumah terus," kata Jenar.


"Lagian, besok Chaca sama Aiden juga kesini. Pasti Javie gak akan nyariin Mas Arya," ucap Jenar.


"Baiklah, Mas besok kerja dan akan Mas usahakan pulang cepat," kata Arya mengecup kening Jenar dengan sayang.


"Mas, apa pilihan Jenar kembali kuliah itu salah ya? Jenar gak tega lihat anak anak sakit begini," ujar Jenar berkaca kaca.


"Sayang, Javie sakit karena memang daya tahan nya kurang bagus. Kamu tau sendiri kan bagaimana imun Javie sangat berbeda dengan Vier. Jadi kamu jangan menyalahkan diri kamu terus," ucap Arya.


"Entah kenapa, Jenar merasa sakit setiap kali melihat Javie sakit. Sangat berbeda dengan Vier, bukan Jenar membandingkan mereka berdua tapi Jenar merasa seperti apa ya? Jenar tidak bisa mengungkapkan dengan kata kata. Jenar selalu merasa takut setiap kali melihat Javie terluka, Jenar selalu merasa takut Javie kenapa kenapa, dan Jenar—" ucap nya terisak dan Arya segera menghentikan ucapan Jenar.


"Ssshhh, Javie tidak akan kenapa-kenapa. Javie anak yang kuat, kita akan hidup bahagia berempat. Percaya sama Mas, kita akan bahagia sampai kita tua. Kita akan menemani anak anak kita untuk melamar seorang putri kerajaan, dan kita akan menimang cucu kita kelak, jadi jangan pernah berfikir buruk lagi, yah?" ucap Arya panjang lebar.

__ADS_1


Arya tau, sejak kejadian Javie terjebur kolam renang, rasa ketakutan Jenar masih mendalam. Jenar sangat mudah sekali parno dan takut. Terlebih saat ia melihat kolam renang, terkadang Jenar menjadi sangat histeris saat melihat anak anak berada di dekat kolam renang atau pun kolam ikan.


"Sudah, lebih baik kamu istirahat, biar Mas yang menjaga Javie oke!" kata arya dan Jenar pun menganggukkan kepalanya dan beranjak menuju ranjang yang berada di samping brankar Javie.


'Ya Tuhan, panjang kan umur kami, sehatkan kami semua dan lindungilah keluarga kami,' doa Arya dalam hati lalu ia tidur dengan posisi duduk di kursi sambil tangannya menggenggam tangan mungil putra nya.


...🥺🥺🥺...


Pagi hari nya, Arya sudah pergi ke kantor. Kini hanya ada Jenar yang menunggu Javie, setelah di periksa oleh Dokter, Jenar bisa bernapas lega karena kini keadaan Javie semakin membaik. Dan bila keadaan nya menjadi lebih baik lagi, maka besok sudah di perbolehkan pulang.


"Bagaimana Je? kapan Javie pulang?" tanya Chaca sambil meletakkan pakaian untuk Jenar.


"Alhamdulillah," kata Chaca senang.


"Aiden kamu gak sekolah?" tanya Jenar mengerutkan dahinya.


"Sekolahnya besok saja, Aiden mau main sama Javie dulu," jawab nya santai dan kembali bercanda dengan Javie.

__ADS_1


Jenar menatap Chaca dengan tatapan seakan bertanya mengapa. Namun Chaca hanya tersenyum dan menghendik kan bahunya.


"Eh iya Je, si Dokil nanyain lo terus tau," kata Chaca.


"Siapa Dokil?" tanya Jenar karena seingatnya ia tidak memiliki kenalan bernama Dokil.


"Dosen Killer," jawab Chaca sambil tertawa.


"Astaga Chaca!" seru Jenar sebal. "Kamu kalau ngomong begitu ada mas Arya bisa abis kamu!"


"Hehehehe, tapi gue beneran Je, dia nanyain lo terus," kata Chaca setelah berhenti tertawa.


"Ngapain nanyain aku?" tanya Jenar bingung.


"Mungkin kangen," jawab Chaca santai membuat Jenar membulatkan matanya tak percaya.


"Ngaco!" kata Jenar ketus lalu ia beranjak dari duduknya dan menghampiri Javie dan Aiden.

__ADS_1


"Polos lo kebangetan Je sampai gue gak bisa bedain lo itu polos atau beg*. Bisa bisa nya lo gak bisa lihat kalau lo di incer sama Dokil," gumam Chaca berdecak dalam hati.


__ADS_2