Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
WALAIKUMSALAM!


__ADS_3

Robert dan keluarganya sedari tadi sibuk mondar mandir di depak pintu UGD. Arya dan Dimas serta keluarganya juga sudah pulang sedari tadi setelah memastikan Bella di bawa ke rumah sakit.


Arya tidak lagi mempermasalahkan urusan Robert yang menyukai istrinya, toh yang terpenting Jenar tidak pernah meresponnya, Arya menganggap Robert hanya kerikil kecil saja yang tak sengaja lewat di perjalanan rumah tangganya dengan Jenar.


"Kakek kenapa Dokter lama sekali!" seru Robert tak sabar menunggu Dokter membuka pintu ruang UGD.


"Ini alasan kakek cepat cepat menikahkan kamu sama Bella," ujar kakek Robert menghela napasnya lelah.


"Apa maksud kakek?" tanya Robert.


"Sejak kematian kakek nya, Bella itu sendirian. Dia hanya memiliki kakek nya makanya dia itu kesepian saat kakek nya meninggal. Maka dari itu sebelum kakek nya meninggal, ia ingin kakek menjaganya." Ucap kakek Robert.


"Sendirian bagaimana? itu om Toni sama tante Gendis?" tanya Robert.


"Mereka itu bukan orang tua kandung Bella. Mereka hanya anak tiri dari kakek Yono," ujar Kakek nya Robert.


"Bella selama ini hidup tertekan, makanya dia bekerja keras untuk menghidupi orang tua angkatnya agar mereka tidak lagi memaksanya untuk menikahi mu. Apa kau tau Robert kalau Bella juga menolak keras perjodohan ini? karena ia tau kau tidak akan mau menikahinya. Tapi om Toni dan istrinya memaksa dan terus mendesak agar Bella menerima nya. Dan kakek juga baru tau bahwa ternyata Bella sering mengkonsumsi obat penenang berdosis tinggi agar ia bisa tidur," ujar Kakek Robert menjelaskan.


"Bella tau kalau dia bukan anak kandung orang tuanya, maka dari itu Gendis selalu mengancam Bella dan mendesak agar mau menikah dengan mu sebagai balas budi karena mereka sudah merawat Bella dari kecil," imbuhnya.


Deg!


Robert terpaku di tempatnya, ia tidak menyangka bila ternyata gadis kecil nya yang selama ini veria menyimpan begitu banyak beban dan luka.


"Kamu terlalu kasar kepada gadis kecil kakek Robert," desis kakek Robert menggelengkan kepalanya.


Ceklek!


Pintu ruang UGD terbuka, Robert langsung berlari menghampiri dokter dan menanyakan keadaan Bella.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok? mengapa dia bisa pingsan? dan mengapa dia bisa mengeluarkan darah? dia tidak apa apa kan? cepat katakan jangan diam saja!" seru Robert emosi karena Dokter hanya diam dan menghela napasnya panjang.

__ADS_1


"Bagaimana Dokter mau berbicara kalau kau terus begitu robert!" ucap kakek Robert memukul tubuh Robert dengan tongkat nya.


"Kakek!" kata Robert hendak protes.


"Sudah diam!" seru Kakek Robert tegas. "Bagaimana keadaan cucu menantu saya dok?" tanya Kakek Robert kepada dokter.


"Saat ini kondisinya sudah stabil, ia terlalu banyak mengkonsumsi obat berdosis tinggi, hem sepertinya dia sangat tertekan. Dan untung sjaa dia cepat di bawa kemari karena bila telat sedikit saja mungkin nyawa nya bisa lewat," ujar Dokter menjelaskan.


"Apa kami bisa melihat keadaan nya Dok?" tanya kakek Robert.


"Silahkan," ucap Dokter tersebut lalu memilih pergi.


"Puas kamu robert?" tanya Kakek Robert saat melihat cucu nya terdiam mendengar penjelasan Dokter.


Robert tidak menanggapi ucapan kakeknya, ia langsung masuk begitu saja ke ruangan Bella. Terlihat tubuh gadis yang beberapa saat lalu baru menjadi istri nya tengah terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit dengan masih mengenakan sebuah gaun pengantin.


Robert merasa bersalah karena selama ini ia bersikap begitu kasar kepada Bella. Ia mengira bahwa Bella sengaja bersikap murahan dan gatel hingga membuatnya risi dan semakin membenci Bella.


"Euughhh," lenguh Bella memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Kakak, aku dimana?" tanya Bella berusaha menyesuaikan pandangannya ke arah ruangan.


"Kamu di rumah sakit, apa yang yang kamu rasain? pusing? haus? kamu mau makan? atau minum?" tanya Robert beruntun.


"Enggak, aku mau pulang," jawab Bella lirih.


"Kita akan pulang setelah kondisi kamu pulih," ucap Robert lembut.


"Auwwhh kakak!" seru Bella memegang kening nya dengan kesal karen robert tiba tiba menyentil jidat nya.


"Kenapa kamu melakukannya? kamu mau mati?" tanya robert kesal.

__ADS_1


"Kakak kesambet apaan sih? kepala kakak kejedot pintu barang kali ya? tadi lembut sekarang marah marah terus nanti ap emmtmtt—" ucap Bella terhenti kala Robert langsung membungkam bibirnya dengan bibirnya.


Tentu saja Bella terkejut, jantungnya semakin berdetak kencang, bahkan ia sampai lupa untuk bernapas.


Robert melepaskan tautan bibir nya lalu ia menyatukan keningnya dengan kening Bella.


Napas kedua nya tersenggal, Robert masih memejamkan matanya dan mengatur napasnya.


"Ayo kita mulai lagi dari awal, beri aku kesempatan untuk memperbaiki nya kembali. Jangan tanyakan mengapa dan kenapa, cukup berikan aku kesempatan maka aku akan membuatmu menjadi satu satunya wanita paling bahagia disini," ujar Robert lembut membuat Bella lagi lagi terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna.


"Kakak a—" ucap bella namun dengan cepat Robert meletakkan jarinya tepat di bibir Bella tanda melarang bella mengucapkan sepatah kata apapun.


"Maaf, maaf telah membuatmu berjuang sendirian, maaf telah membuatmu bertahan sendirian. Jangan pernah berubah, selalu seprti ini, jadilah gadis kecil kakak yang selalu ada untuk kakak," ucap robert kembali memeluk dan mengecup kening Bella dengan lembut.


Bella tidak bisa menjawab ucapan Robert, ia sudah cukup bahagia dengan semua ini. Ia pun membalas pelukan Robert dengan senyum yang terus mengembang menghiasi wajahnya.


Sejujurnya rasa cintanya kepada Robert sudah berkurang, perlahan mulai menipis karena sikap Robert selama ini. Namun ia sudah bertekad akan memupuknya lagi sedikit demi sedikit hingga cinta itu kembali bersemi di hati keduanya.


.


.


.


Tamat , , , , 🥰😘


*Mommy udah gak punya konflik buat Jenar dan Arya. Terimakasih ya karena kalian sudah setia menemani kisah perjalanan cinta Jenar dan arya. 🥰🥰


Lanjut gak nih mommy nulis di Noveltoon? 🙈


Dan menurut kalian mommy buat kamar siapa lagi fi Noveltoon? Kecuali Javier dan Aiden yah . . .

__ADS_1


Adakah yang masih inget sama Langit? atau Aska? atau Mommy buat Judul baru yang tidak ada sangkut pautnya dengan novel sebelumnya?


Plis komen di bawah yah, kalau mau mommy lanjut nulis di Noveltoon 😘🥰🥰🥰*


__ADS_2