Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Aku juga wanita


__ADS_3

"Selamat siang Kakak!" ucap Bella dengan riang seperti biasa saat membuka ruangan Robert.


"Bella bisa kan biasain untuk mengetuk pintu?" kata Robert kesal.


"Hehehe maaf, ini Bella bawain makan siang buat Kakak dari Bunda," ujar Bella meletakkan sebuah rantang makanan untuk Robert.


"Aku sudah makan," ucap Robert datar.


"Yah, makan dikit deh, sedikit ajaaa," kata Bella memohon.


"Kau makan saja sendiri," ucap Robert.


"Kakak, Bella tuh udah jauh jauh loh kesini dan repot repot bawa makanan buat Kakak," kata Bella sedih.


"Aku tidak menyuruhmu kemari dan membawa a makanan kan?" tanya robert dengan dahi berkerut.


"Iya memang, tapi kan Bella pengen belajar jadi istri terbaik buat kakak," ucap Bella terkekeh sendiri.


"Bel, mau sampai kapan sih kamu nyerah?" tanya Robert memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing.

__ADS_1


"Kenapa bukan kakak aja sih yang nyerah dan menerima pernikahan ini?" ucap Bella malah balik bertanya.


"Bella, kamu itu cantik, kenapa kamu tidak mencari pria di luaran sana saja. Aku yakin laki laki itu akan sangat beruntung mendapatkan kamu," ujar Robert pelan.


"Kenapa bukan kakak aja yang menjadi laki laki beruntung itu?" tanya Bella pelan.


Deg!


Robert langsung menatap Bella dnegan tatapan yang sulit di Artikan. Yah mengapa bukan Robert saja yang menjadi laki laki beruntung itu? jawabannya adalah tidak mungkin, Robert memang nyaman dengan Bella namun kenyamanan itu hanya sebatas kakak dan adik. Dan rasa nyaman itu perlahan pudar saat dirinya tau bahwa Bella yang akan di jodohkan dengannya.


"Sudahlah lebih baik kau pulang sekarang," kata Robert tak mau ambil pusing.


"Kapan sih kamu akan nyerah Bel!" kata Robert menatap rantang makanan yang di bawa oleh Bella.


setelah keluar dari ruangan Robert, Bella pun langsung masuk ke dalam mobilnya, ia menghapus air matanya dan kembali terisak untuk kesekian kalinya.


Bella tetaplah seorang wanita lembut, meskipun sikapnya yang selalu ceria dan tidak menunjukkan aura kesedihan di wajahnya, namun ia tetap memiliki hati yang amat lembut seperti wanita pada umumnya.


'Gue gak mau kaya gini, tapi gimana lagi gue gak punya pilihan lain hiks hiks,' gumam Bella dalam hati, dirinya langsung menenggelamkan wajahnya pada setir mobil dan tangannya mengepal kuat.

__ADS_1


Hingga tiba tiba sebuah ketukan dari kaca mobilnya membuat tangisannya berhenti dan ia menoleh seketika.


Bella segera menghapus air matanya laku dengan perlahan membuka kaca mobil nya.


"Lah kenapa kakak kesini?" tanya Bella mengerutkan dahinya saat melihat Robert menghampirinya ke mobil.


"Kamu bawa balik," ucap Robert memberikan rantang yang berisi makanan tadi kepada Bella.


"Kenapa sih?" tanya Bella lagi.


"Aku udah makan Bella, kamu bawa pulang atau kasih ke siapa kek, dan besok besok kamu gak perlu kemari lagi," ucap Robert datar membuat Bella menghela napasnya dengan kasar.


"Baiklah," ucap Bella mengambil rantang makanan itu dari tangan Robert namun laku tiba tiba ...


Praaangg!


Bella membuang rantang makanan itu dengan santai nya hingga membuat robert terkejut dan langsung menatap Bella dengan tatapan tajam.


"Why? kakak bilag gak mau kan? ya sudah aku juga gak mau, sekarang masalah beres kan? jadi bella pulang dulu!" tanpa menunggu jawaban dari Robert, Bella segera menutup kaca pintu mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.

__ADS_1


__ADS_2