Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Karaoke di halaman


__ADS_3

Pada malam hari nya mereka kembali berkumpul di halaman dan membuat api unggun, ini adalah malam terakhir mereka berada di Vila sebelum akhirnya mereka harus kembali ke jakarta besok pagi.


"Mas, ambil gitar gih. Kayaknya seru kalau kita nyanyi nyanyi disini," ucap Jenar.


"Dimana ada gitar?" Tanya Arya.


"Ihh ada di kamar, kan waktu terakhir kita kesini aku bawa gitar." Kata Jenar lalu Arya pun segera beranjak dan mencari keberadaan gitar.


"Arya mau kemana Je?" tanya Tamara.


"Ambil gitar mah," jawab Jenar dan di balas oh saja oleh Tamara.


Tak berapa lama Arya pun datang dengan membawa gitar, lalu ia berikan kepada Jenar.


"Biar seru gimana kalau kita karaokean?" Tanya Jenar saat sudah menerima gitar dari Arya.


"Nyanyi apaan Je?" Tanya Ariel.


Jenar pun hanya tersenyum lalu ia mulai memetik senar gitar itu dan mulai bernyanyi.


- Di dadaku ada senyummu


- Ada cintamu, ada hasrat mu


- Ada kumis mu, ada kuping mu


- Di dalam dadaku ada kamu


- Di hatiku, kusimpan wajahmu


- Tersimpan marah mu dan juga tangis mu


- Semakin kutunggu, semakin menggebu


- Ingin kumiliki semua yang ada di dirimu

__ADS_1


- Oh, kekasihku, bimbinglah daku


- Menuju cinta yang bahagia


- Peluklah diriku, hadirkan cinta


- Wujudkan hasrat mu hasrat ku


- Di dadaku ada senyummu


Ada cintamu, ada hasrat mu


Ada kumis mu, ada kuping mu


Di dalam dadaku, mm, ada kamu


Semakin kutunggu, semakin menggebu


Ingin kumiliki semua yang ada di dirimu


Oh, kekasihku, bimbinglah daku


Menuju cinta yang bahagia


Wujudkan hasrat mu hasrat ku


Oh, kekasihku, bimbinglah daku


Menuju cinta yang bahagia


Wujudkan hasrat mu


Wujudkan hasrat ku


Wujudkan hasrat cintaku

__ADS_1


Kita berdua (kita berdua)


Kita berdua (berdua)


Kita berdua


Jenar menyanyikan lagu dari penyanyi Lawa Vina panduwinata, selama bernyanyi Jenar pun juga tak lepas menatap ke arah mertua nya.


"Jenar berharap, pernikahan Jenar dan mas Arya bisa seperti Mama dan Papa yang selalu harmonis dan romantis meskipun sudah—" ucap Jenar terhenti kala di potong cepat oleh Tamara.


"Udah Tua," ucap Tamara lalu tertawa dan di balas anggukan tidak enak hati oleh Jenar.


"Mama sama papa juga selalu mendoakan semoga pernikahan anak anak Mama dan Papa selalu harmonis dan langgeng sampai maut memisahkan." Ucap Tamara sampai tidak sadar menitikkan air mata.


"Cukup Dimas saja yang gagal sekali dan Mama harap ini menjadi pernikahan terakhir untuk kalian semua." Ucap Tamara lalu Adi pun segera merengkuh tubuh istrinya.


"Amin," ucap semua nya bersama.


"Amin," ucap Javie ikut ikutan membuat semua nya tertawa.


"Mah, nyanyi dong." Pinta Chaca kepada Tamara.


"Hah Mama gak bisa main gitar apalagi nyanyi," ucap Tamara menolak.


"Papa yang main gitar dan Mama yang nyanyi," Kata Ariel.


"Ayo Mah, Jeje juga denger mama nyanyi." Kata Jenar ikut merengek.


"Sayang, jangan paksa Mama atau kmu akan menyesal nanti." Ucap Arya.


"Kenapa?" Tanya Jenar.


"Arya!" Seru Tamara menatap tajam ke arah arya.


"Cukup Dimas, Arya dan Bian saja yang menjadi penikmat suara merdu Mama, jangan sampai menantu dan cucu Mama ikut menikmati merdunya suara Mama." Ucap Dimas membuat Adi seketika menahan tawa nya, begitupun Arya dan Bian.

__ADS_1


__ADS_2