Life After Marriage ( Jenar & Arya )

Life After Marriage ( Jenar & Arya )
Anak kandung vs anak menantu


__ADS_3

"Sayang, malam ini Mas undangan pernikahan rekan kerja Mas, kamu siap-siap ya nanti jam 7 Mas jemput," ucap Arya sambil memegang pinggang Jenar yang tengah memasang kan nya dasi.


"Anak - anak bagaimana Mas?" tanya Jenar.


"Kita kan punya baby sister, jadi kamu tenang aja," kata Arya lalu mengecup kening sang istri.


"Baby sister siapa?" tanya Jenar karena seingatnya ia sudah memberhentikan kedua encus twin J.


"Kita kan punya ipar yang baik Sayang," jawab Arya terkekeh seketika Jenar ikut terkekeh sambil memukul bahu suaminya.


"Iks kamu ini ah," kata Jenar menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah yuk turun." Arya lalu menggendong Vier dan Jenar menggendong Javie untuk sarapan bersama keluarganya.


"Selamat pagi Mah, Pah." Jenar menyapa Papa Adi dan Mama Tamara dengan sopan.


"Pagi Sayang, sini Javie sama Oma," kata Tamara lalu mengambil javie dari tangan Jenar dan mendudukkan nya di samping nya.


Vier, ia lebih memilih duduk di samping Arya. Meskipun baby twin J belum ada 2 tahun, namun mereka sudah di biasakan makan sendiri. Tentu saja mereka duduk di baby chair ya bukan kursi seperti orang dewasa.


"Sayang, makan sayur nya, oke!" ucap Jenar menuangkan sayuran untuk Javie dan Vier.

__ADS_1


"Javie sangat menyukai sayuran, terlebih wortel dan buncis. Namun berbeda dengan Vier yang tidak menyukai sayuran. Ia terpaksa memakan sayuran bila ada Jenar, dan itupun hanya wortel yang ia makan.


"Enciss," kata Javie sambil menusuk buncis nya dengan garpu.


"Vier sayur nya Nak," ucap Jenar karena melihat sayuran di piring Vier masih utuh.


Vier tidak menjawab, ia memanyunkan bibir nua cemberut kesal, setiap kali Jenar berkata apapun ia tidak bisa menolak.


Tamara dan Adi yang melihat kedua cucunya sudah tumbuh besar pun merasa bahagia, mereka selalu berharap agar Tuhan memberikan umur panjang untuk mereka, agar mereka bisa terus berkumpul dengan anak cucu nya. Sampai memiliki cicit nanti.


"Jenar berangkat dulu ya Mah, Pah," pamit Jenar mencium tangan kedua mertuanya.


"Arya berangkat Mah, Pah," kata Arya melakukan hal yang sama.


"Oke!" jawab kedua nya lalu mereka berlari ke ruang bermain berdua.


"Mah, Jenar titip anak anak yah, nanti malam Chaca dan Ariel akan menginap disini, jadi nanti siang Jenar pulang sama mereka!" ucap Jenar.


"Benarkah mereka menginap disini? tumben?" tanya Mama Tamara.


"Mas Arya ada acara Mah, dan dia ngajakin Jenar. Makanya Jenar mau titip anak anak sama Tante Tante nya hehehe," kata Jenar nyengir menampilkan deretan giginya.

__ADS_1


"Ya sudah, kalian hati hati ya, Arya jangan ngebut, jaga anak Mama!" ucap mama Tamara menatap Arya yang sudah berada di dalam mobil.


"Heeemm," jawab Arya jengah. Selalu itu yang mama Tamara ucapkan setiap kali ia dan Jenar akan berangkat.


"Mas heran, kenapa seolah olah tuh Mas mau ngapa ngapain kamu, dan juga disini yang anak kandung nya Mas kenapa Mama lebih sayang sama kamu," ucap Arya saat Jenar sudah masuk ke dalam mobil.


"Nasib!" jawab Jenar terkekeh.


"Mas berasa menjadi anak tiri," kata Arya lalu ia segera menjalankan mobilnya.


"Ciee anak kandung cemburu sama anak menantu," ucap Jenar terkekeh.


"Mas bahagia banget bisa lihat kamu seceria ini lagi Sayang," Arya menggenggam tangan Jenar lalu mengecupnya sekilas.


"Tetaplah seperti ini, Mas berharap cinta kita akan abadi sampai kita menua bersama seperti mama dan papa," kata Arya.


"Amiiinnn," jawab Jenar lalu ia segera menyandarkan kepalanya di bahu Arya yang tengah menyetir dengan tangan yang masih saling menggenggam.


.


.

__ADS_1


.


Mommy lagi bayangin, bahwa mommy yg di posisi Jenar. Duh meleleh dah ah πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ€£πŸ€£πŸ€£


__ADS_2