
"Sayang, kamu yakin hari ini kuliah?" Tanya Arya yang sebenarnya khawatir dengan keadaan Jenar yang belum sepenuhnya pulih.
"Iya Mas, Jenar gapapa kok. Ini juga sudah mulai mendingan, lagian kan ada Chaca sama Hanna juga yang nemenin Jenar." Ucap Jenar berusaha menenangkan sang suami agar tak khawatir.
"Baiklah, tapi kalau ada apa-apa segera telfon Mas yah, oh iya ini hape buat kamu. Kemarin belum jadi beli kan?" Arya memberikan sebuah hape baru yang sudah di setting oleh Arya dan Jenar hanya tinggal pakai.
"Mas kapan beli nya?" Tanya Jenar bingung karena sedari kemarin Arya bahkan ikut libur dari kantor hanya untuk menemani Jenar di rumah dan bermain dengan anak-anak.
"Semalam Arlan yang mengantarkan nya kemari." Jawab Arya dan hanya du jawab oh ria oleh Jenar.
Jenar dan Arya pun segera keluar kamar dan turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama.
Di sana ternyata sudah ramai dengan keluarga nya hanya dirinya saja yang belum hadir.
"Selamat pagi Pah, Mah dan semuanya." Sapa Jenar sambil mendudukkan dirinya di kursi
"Pagi Je," jawab Tamara dan Adi.
"Pagi sayang Mommy," sapa Jenar kepada kedua anak nya yang sudah mulai belajar makan sendiri di kursi khusus nya.
"Mom mamam." Ucap Javie mengulurkan sendok nya kepada Jenar.
"No sayang, Mommy makan ini dan itu untuk Javie oke!" Ucap Jenar.
__ADS_1
"Okeh," jawab Javie lalu ia kembali memakan sarapan nya.
"Bagaimana keadaan kamu Je? Yakin mau masuk hari ini? Kenapa gak libur lagi sih?" Tanya Chaca yang juga khawatir dengan keadaan Jenar.
"Alhamdulilah sudah baik kok Cha, kalau aku libur lagi, mau sampai kapan kuliah ku selesai Cha," ucap Jenar menggelengkan kepalanya.
"Aku bisa menyelesaikan nya sekarang juga kalau kamu mau yank, Kamu mau nilai terbaik pun mas bisa membuatnya." Kata Arya sambil menatap ke arah Jenar.
"Ogah!" Jawab Jenar ketus dan membuat Arya terkekeh. Arya sangat suka dan bangga dengan semangat sang istri yang ingin menyelesaikan kuliahnya dengan caranya sendiri.
Setelah menyelesaikan sarapan nya, Arya rela terlambat ke kantor demi mengantarkan Jenar ke kampus dan memastikan bahwa Jenar aman dan nyaman berada di kawasan kampus.
"Asli sumpah laki lo posesif banget," ucap Chaca saat melihat Arya sudah pergi.
"Hehehe, mungkin karena mereka satu pabrik kayaknya." Jawab Chaca menyengir kuda.
"Jenar," panggil seseorang yang membuat Jenar dan Chaca langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Pak Robert." Gumam Jenar pelan dengan dahi berkerut bingung.
"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Robert dengan wajah datar.
"Baik pak," jawab Jenar juga dengan wajah datar.
__ADS_1
"Oh syukur lah kala begitu, saya cuma gak mau saat saya mengajar nanti ada murid yang bolos lagi atau tiba tiba berhenti mengikuti kelas." Ucap Robert.
"Bapak tenang saja, saya sudah baik-baik saja. Dan saya juga sudah sembuh, terimakasih sudah menghawatirkan saya dan saya PERMISI!" Tekan Jenar lalu ia segera menarik tangan Chaca agar menjauh dari dosen yang terkenal killer itu.
'Dasar gadis gila, PD abis dia mengira aku khawatir hahaha khawatir gak mungkin!' Gumam Robert dalam hati lalu ia segera pergi menuju ruangan nya dan bersiap karena sebentar lagi waktunya ia mengajar.
.
.
.
Yang minta Visual pak dosen ini yah ππ€£
Manis juga kok ππ€£π€£
Mommy mau minta maaf karena novel ini harus di End karena sedang dalam proses revisi dengan yang season pertama.
Mommy minta doanya semoga lancar yah proses nya dan bisa segera menjadi buku ππ»ππ»
__ADS_1