
Kedatangan Arya dan Jenar dalam acara pernikahan tersebut menjadi sorot perhatian semua tamu undangan.
Mereka tidak menyangka bahwa seorang Reyhan Arya Pranata, berkenan hadir di acara pernikahan ini. Terlebih sang tuan rumah, ia tidak menyangka bahwa undangan nya untuk Arya di tanggapi.
"Astaga, Tuan Arya dari dulu masih tetap menawan saja ya."
"*Astaga, dengan wajah datar saja sudah sangat tampan, apalagi bila tersenyum astaga pasti bikin meleleh."
"Pantas saja ia tidak pernah tergoda dengan perempuan lain, wong istrinya juga cantik."
"Huum mereka benar benar pasangan serasi*."
Suara bisik bisik dari para tamu undangan menyambut kedatangan Arya dan Jenar. Dengan menggandeng tangan Jenar, Arya berjalan menuju pelaminan dimana anak dari rekan bisnis nya yang melangsungkan pernikahan.
"Selamat datang Tuan Arya, suatu kehormatan bagi kami karena anda berkenan hadir di acara malam ini," ucap Tuan Benny sambil mengulurkan tangannya kepada Arya
"Terimakasih juga atas undangan nya dari Tuan Benny," ucap Arya memberikan sedikit senyum dan membalas jabatan tangan Tuan Benny.
"Apakah ini istri anda?" tanya Tuan Benny.
"Ah iya perkenalkan ini istri saya, Jenar," ujar Arya tersenyum mengenalkan istrinya kepada rekan kerja nya.
Jenar pun tersenyum ramah saat membalas uluran tangan Tuan Benny, beserta istrinya.
__ADS_1
Lalu Jenar dan Arya pun beralih memberikan ucapan selamat kepada mempelai pengantin, sebelum akhirnya mereka ikut menikmati pesta.
Jenar tampak bosan mengikuti Arya yang sedari tadi tiada hentinya berbicara dengan rekan bisnis nya. Perut Jenar sudah terasa sangat lapar karena memang ia belum sempat makan tadi.
"Mas," bisik Jenar menarik narik jas Arya seperti anak kecil yang hendak meminta jajan.
"Ada apa Sayang?" jawab Arya.
"Jenar laper," bisiknya lagi sambil memanyunkan bibirnya.
"Mau Mas ambilkan?" tanya Arya seraya beranjak dari duduk nya.
"Tidak usah, biar Jenar ambil sendiri, " ucap jenar menahan tangan Arya agar tidak jadi beranjak dari duduk nya.
Memang Arya tengah mengobrol serius dengan rekannya, dan Jenar tidak enak bila mengganggu. Daripada dirinya menjadi obat nyamuk karena tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh suami dan rekan nya, bukankah lebih baik Jenar pergi mencari makan. pikirnya.
"Hemm kelihatannya semuanya enak," gumam Jenar pelan sambil melihat berbagai menu makanan yang tersaji.
Bukan makanan berat yang Jenar incar, namun berbagai makanan penutup seperti kue, puding dan es krim.
"Cobalah yang ini, red velvet andalan disini," ucap seseorang yang tiba tiba berdiri di samping Jenar.
"Pak Robert!" seru Jenar terkejut. "Apa yang bapak lakukan disini? mengapa pak Robert bisa disini?" tanya Jenar beruntun.
__ADS_1
"Why? kenapa saya tidak boleh berada disini? harusnya saya yang bertanya, mengapa kamu berada disini? apakah karena kau tau aku ada disini?" tanya Robert dengan senyum miring di wajahnya.
"Dih Bapak GR banget yah, saya kesini sama Suami saya. Dan saya tidak tau kalau ternyata bapak ada disini!" ucap jenar dengan kesal.
"Oh ya? mana suami kamu?" tanya Robert yang masih belum percaya bahwa Jenar sudah memiliki suami.
"Dia di sa—" jawab Jenar sambil menunjuk dimana Arya tadi berada, namun nihil, Arya sudah tidak ada di meja sana.
"Dimana?" tanya Robert tersenyum puas kala mengetahui bahwa Jenar berbohong.
"Sudahlah, tidak perlu berbohong lagi! saya tidak keberatan kalau kau mau mengejar ku!" ucap Robert sekali lagi dengan tersenyum bangga membuat Jenar melongo tak percaya.
"Sumpah demi apapun, seumur hidup, saya baru nemu bentuk dosen yang memiliki tingkat ke WARASAN akut seperti bapak!" sindir Jenar lalu ia segera pergi mencari keberadaan arya.
.
.
.
Kok pada komen katanya visual nya ganti?
kalian gak ngenalin kah? visual tetap sama ya itu Mike Angelo & Manaying Sushar.
__ADS_1
Kalau menurut kalian beda sama di season pertama, itu hanya penampilan saja, orang nya tetap sama mereka2 juga. . . .