
Kantor Abraham grup.
"Ndra?" panggil Aska saat masuk ke ruangan Andra
"Pa'an?" jawab Andra tanpa memandang Aska dia masih sibuk mengunyah makanannya. Dan karna ini sudah jam istirahat, Andra berbicara tidak formal pada Aska.
"Jemputin Keinya!" titah Aska sambil menyenderkan dirinya di pintu.
"Dia kan anak lu, kenapa gue yang harus jemput?"
"Dan gue bos lu!"
Andra pun mendengus mendengar jawaban Aska. "Suruh althaf aja sana, gue belum ngopi."
"Althaf mau meeting sama gue, buruan jemput Keinya sekarang!" titah Aska. kemudian dia pergi tanpa mendengar lagi jawaban Andra.
Andra pun mendengus saat Aska pergi dari ruangannya. "Kalau aja tuh anak ga gajih gue gede, udah dari dulu gue tinggalin die." Andra terus menggerutu. Mau tak mau dia pun bangkit dari duduknya.
▪▪▪▪
"Hai kei?" ucap Andra ketika Keinya masuk kedalam mobil. Keinya hanya bedehem acuh sambil memasangkan sabuk Pengamannya.
"Bagaimana sekolah mu hari ini?" tanya Andra lagi saat Keinya mengacuhkannya.
"Apa om andra pernah sekolah?"tanya Keinya.
Andra pun mengernyit heran dengan pertanyaan Keinya. "Tentu, om Andra kan sati sekolah dengan daddy Keinya," jawab Andra.
__ADS_1
"Lalu kenapa om Andra masih bertanya bagaimana rasanya sekolah jika om Andra pernah merasakannya!" Keinya menjawab Andra dengan nada ketus, Dia mengatakannya nya dengan nada yang sama persis dengan Aska ketika Aska berkata ketus pada Andra.
Andra pun hanya bisa mendengus pelan mendengar jawaban Keinya. "Bener-bener ni bocah, gak di raguin lagi ini memang bibitnya si Aska," gerutu Andra dalam hatinya yang menganggap jika Keinya adalah cerminan Aska.
Saat tiba di kantor Aska, Semua karyawan yang melihat Keinya tersenyum padanya. Namun Keinya sama sekali tak membalas senyuman mereka. Keinya selalu mengikuti sifat Aska. Dia selalu mencontoh apa yang Aska lakukan termasuo berbicara ketus pada Andra, dan mengabaika para sapaan karyawannya.
"Kei, kau tunggu di ruangan daddy oke!"titah Andra saat sampai du ruangan Aska namun Aska sedang berada di ruangan meeting
"Memang dady ada dimana?" tanya Keinya.
"Daddy mu ada di ruang meeting."
Tanpa menjawab lagi ucapan Andra, Keinya langsung meninggalkan Andra untuk ke ruang meeting. Keinya memang sudah hapal semua arah kantor Aska jadi dia tak minta di temani jika sedang berjalam-jalan di kantor Aska.
"Kei ... kei! kau mau kemana!" teriak Andra. tapi sayang keinya tak berbalik.
"Bodo ah, palingan nyamperin bapanya tuh bocah." Andra pun kembali ke ruangannya tanpa memperdulikan lagi Keinya.
"Apa kalian di gajih untuk bermain?" ucap Aska yang tak puas dengan salah satu devisi yang dianggapnya lambat.
Semua menunduk tak ada yang berani menatap Aska.
"Saya berterimakasih pada kalian yang berdedikasi tinggi untuk Abraham grup. Saya sadar Abraham grup takan sukses tanpa bantuan kalian. Dan untuk beberapa devisi saya merasa kurang puas karna kinerja kalian sangat lambat." Aska sejenak menjeda kalimatnya. "Saya sudah memberi tau kalian jika saya tak suka karyawan saya lambat, tak bertanggung jawab dan saling menyalahkan.
Saya memberi waktu kalian sebulan lagi untuk membuktikan bahwa kalian pantas berada di Abraham grup." Aska mengetuk-ngetuk meja karna melihat karyawanya tak ada yang berani mengangkat kepalanya.
"Silahkan lanjutkan!" titah Aska pada salah satu devisi yang akan memaparkan hasil keinerjanya.
__ADS_1
Baru saja Aska mendengarkan setengah laporannya, dia kembali mengurut keningnya karna merasa tak puas atas laporan yang di terimanya.
Semua sudah ketakutan saat Aska bangkit. Mereka sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika Ceo mereka merasa kecewa.
Saat Aska akan menggebrak meja seseorang membuka pintu ruangan. Aska sudah ingin berteriak pada yang membuka pintu. Namun saat dia melihat Putrinya masuk dia mengembangkan senyuman. seketika semua karyawan di ruangan Aska mengucap syukur atas kehadiran Keinya yang bisa menunda kemarahan Ceo mereka.
Keinya berjalan melewati para karyawan Aska yang tengah menunduk. Dia menghampiri Aska yang tengah duduk di kursi.
"Kei, kenapa kau kekantor Daddy?"tanya Aska saat keinya mengahampiri Aska dengan wajah di tekuk.
Bukan menjawab Keinya malah menarik narik ujung jas Aska. Aska tau bahwa putrinya ingin mengadu padanya. Dia pun mengangkat Keinya untuk duduk dipangkuannya.
Saat duduk dipangkuan Aska keinya hanya memainkan dasi Aska sambil cemberut.
Ketika karyawannya akan lanjut menerangkan Aska mengangkat tangannya meng'isyartakan untuk berhenti.
"Meeting akan dilanjutkan besok!" ucap Althaf yang mengerti akan keinginan Aska.
Aska pun keluar sambil memanggku Keinya yang masih saja cemberut.
"Kei ada apa sayang?" tanya Aska saat mereka tiba diruangan Aska.
Keinya masih saja cemberut.
"Apa ada yang mengganggu di Sekolahmu?" tebak Aska. Dan Keinya pun mengangguk. Setiap Keinya ada yang mengganggu atau ada masalah di sekolahnya dia akan mencari Aska dan mengadu padanya.
"Daddy, hiks hiks hiks, teman ku memotongkan pensil ku," jawab Keinya sambi terisak.
__ADS_1
"Kei pensilmu masih banya di rumah, kenapa kau harus menangis sayang?"
"Daddy pensil itu pemberian daddy joe. daddy joe memberikan nya sebagai hadiah ulangtahun ku. gantungan pensil itu hasil tangan daddy Joe, ta -tapi teman ku mematahkannya, Hua huaaaaa. kali ini Keinya bukan lagi terisak dia sudah mulai menangis sekencang kencangnya.