Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
-


__ADS_3

"Lu, kenapa Ndra?" tanya Althaf yang heran melihat Andra berjoget konyol.


"Gue mau cuti 9 hari."


"Ih lu mah gtu Ndra. Kerjaan lagi banyak-banyaknya lu cuti," gerutu Althaf.


"Gantian taf, udh gue baru elu."


"Lu cuti emang mau kemana?"


"Gue mau ke Bali, kalau cuti dieum di di rumah sama aja boong."


"maksud lu?" tanya Althaf.


"Kalau gue dieum di rumah si Aska bakal tetep nyusahin gue. Dah ah gue balik duluan. Lu yang anterin si Aska!" Andra pun pergi meninggalkan ruangannya dan tanpa mendengar jawaban Althaf.


"Ck ... Si Andra emang kampret." Althaf mengumpati Andra habis -habisan.


.


.


.


.


"Kei, bereskan tas mu! ayo kita pulang!" titah Aska sambil memakai jasnya.

__ADS_1


Tok ... Tok .. Tok ...


"Masuk!" ucap Aska saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.


"Maaf pak, Andra sudah pulang terlebih dahulu. Biar saya yang mengantar bapa," ucap Althaf.


"Saya akan menyetir sendiri, kamu boleh pulang."


"Baik pak." Althaf pun menyerahkan kunci mobilnya pada Aska. "Sampai jumpa Kei!" ucap Althaf melambaikan tangan pada Keinya.


"Sampai jumpa om," jawab Keinya dengan ramah. Keinya selalu bersikap ramah pada Althaf karna Aska tak pernah berbicara ketus pada Althaf berbeda dengan Aska yang selalu berbicara ketus pada Andra.


▪▪▪▪▪


"Daddy!" teriak Raffa dari dalam rumah.


"Daddy. Huaa huaa." Raffa menangis karna langkahnya untuk mendekati Aska dihadang Keinya.


"Kei!" tegur Aska pada putrinya. Keinya pun hanya mencebik. "Aku baru saja bermain di Timezone bersama daddy dan kau tidak di ajak, wheeeee." Keinya menjulurkan lidah pada Raffa ketika Raffa di gendongam Aska. Dia berbohong pada Raffa untuk membuat Raffa menangis. Lalu dia berlari ke dalam rumah dengan tertawa karna berhasil membuat adiknya menangis.


"Cup ... cup ... cup, itu tidak benar sayang. Daddy dan kaka tidak bermain," ucap Aska yang menenangkan Raffa yang menangis karna mengaggap ucapan kakanya benar.


"Raffa, turun sayang! daddy baru saja sampai," sahut Aysel yang menghampiri Raffa dan Aska. "Kau main bersama mommy oke, biarkan daddy ber'istirahat." Aysel mencoba mengambil Raffa dari gendongan Aska. Namun Raffa malah semakin mengeratkan pelukannya pada leher Aska.


"Udah yank. Ga apa-apa," ucap Aska. Aska mendekati Aysel untuk mencium kening istrinya. Dan Aysel pun langsung membawa tas kerja Aska. Dan mereka pun masuk kedalam rumah.


Malam hari.

__ADS_1


Ceklek


"Mas!" panggil Aysel saat masuk kedalam ruang kerja Aska.


"Sini yank!"


"Udah malem, ayo istirahat," ucap Aysel yang menghampiri Aska ke meja kerjanya.


Aska pun menarik tangan Aysel untuk duduk menyamping dipangkuannya.


"Banyak banget ya mas kerjaan kamu?"


"Engga, cuman liat evaluasi bulanan aja dari karyawan. Tadi aku ga nyelesain meeting karna Keinya nyusulin aku ke ruang meeting. Dia ngadu pensilnya di patahin temennya," ucap Aska sambil tergelak mengingat kelakuan putrinya. dan karna pensil Aska harus menunda meetingnya bersama para karyawannya.


"Maafin aku ya, harusnya tadi aku yang jemput Keinya."


"Kenapa kamu harus minta maaf sih yank. sekalipun aku harus bawa Keinya sama Raffa ke prusahaan setiap hari aku ga keberatan ko," jawab Aska sambil mengecup punggung tangan istrinya.


"Kamu pasti cape banget ya mas? Kerja di kantor trus pulang ke rumah masih harus ngurusin anak-anak."


"Sayang, aku ga akan pernah cape buat nagabisin waktu sama anak-anak, Apapun yang aku lakuin sekarang buat kamu dan anak-anak, gak akan pernah bisa nebus kesalahan aku di masa lalu. seberapa besarpun cinta aku untuk kalian tetep kesalahan aku dimasa lalu ga mudah untuk dimaafin," ucap Aska memandang Aysel dengan tatapan sendu. Faktanya sampai sekarang Aska masih merasa menyesal atas kesalahanya dulu, sekalipun dia sudah menyerahkan hidupnya untuk Istri dan anak-anaknya, tapi Aska masih merasa bersalah atas kelakuannya dulu.


"Jangan diinget lagi ya! mas udah nebus kesalahan mas dengan mencintai aku dan anak-anak. Terimakasih mas udah ngasih yang terbaik untuk kami," ucap Aysel dengan tatapan lembut. dia mengecup pipi kening Aska dengan penuh kasih sayang.


"Yang ini belum!" Aska memajuka bibirnya untuk dicium Aysel. Baru saja dia akan menahan tengkuk Aysel agar memperdalam ciumananya. Pintu tiba-tiba dibuka oleh Keinya.


Dan gak terjadilah yang seharusnya terjadi gara-gara Keinya. 🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


next part Keinya kecil ketemu Bram ya.


__ADS_2