Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
Extra part lagi.


__ADS_3

"Daddy, melihat apa?" tanya Keinya saat Aska menatapnya dengan tatapan menyelidik.


Aska sekuat tenaga menahan tawanya. "Kei, kata mommy kau belum makan, Daddy juga belum makan. Daddy akan menyuapi mu sekarang," ucap Aska. sambil mengambil piring dan mengamabil nasi dengan sendok lalu menyerahkannya kehadapan mulut Keinya.


Keinya menelen ludahnya. Dia sudah makan dengan banyak karna dia sengaja mengambil porsi makan besar, dia berencana akan mogok makan sampai malam.


"Kei, buka mulutmu!" titah Aska.


Keinya menarik sendoknya dari tangan Aska, lalu dia menaruh di piring kembali. Dengan cepat Keinya menarik piring di tangan Aska.


Lalu dia duduk di pangkuan Aska.


"Daddy!" panggil Keinya sambil memainkan dasi Aska. Dia menunduk karna malu, sebab dia akan mengakui kebohongannya.


"Kau, kenapa?" tanya Aska masih berpura-pura tidak tau.


"Daddy, menyayangiku kan?" tanya Keinya dengan sedikit menahan malu.


"Tentu, daddy menyayangi mu, kau menyembunyikan sesuatu dari daddy?"


Keinya mengangguk. "Sebenarnya aku sudah makan, tadi perut ku sakit sekali. Jadi aku mengambil nasi. Jika daddy menyayangi ku jangan beritau mommy, mommy akan menertawakan ku," ucap Keinya dengan polos.

__ADS_1


Aska langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan putrinya. Meskipun mereka terpisah 6 tahun. Namun Aska benar-benar membuktikan bahwa dia bisa menjadi ayah yang baik sehingga Keinya sangat menyayangi Aska walau mereka baru bersama beberapa tahun kebelakang.


Keinya cemberut melihat Aska yang menertawakan dirinya.


"Daddy!!" teriak Keinya karna Aska tak berhenti tertawa.


"Baiklah, baiklah. Maafkan, Daddy. Kau tak boleh berbohong. Kau tak boleh bersikap buruk jika dinasihati oleh mommy. Itu tidak baik?" kau mengerti.


Keinya mengangguk. "Aku mengerti."


"Kau lanjutkan bermain, daddy akan mandi setelah itu daddy akan menemani kalian bermain," ucap Aska sambil mencium gemas pipi putrinya.


•••


"Apa sih mas," jawab Aysel yang sedang duduk di sofa sambil menonton tivi.


"****** aku mana?" tanya Aska dengan kembali berteriak. Namun, tak lama dia tersenyum saat mendengar suara langkah kaki.


"****** kamu di ..." Perkataan Aysel terpotong saat melihat Aska polos tanpa sehelai benang pun.


Dengan cepat Aska menarik tangan Aysel, lalu mulai mencium lembut bibir istrinya. Tak lupa dia menuntun tangan Aysel untuk bekerja di bagian bawah yang telah menegang.

__ADS_1


"Mass ihh ..."


"Sebentar aja yank. Anak-anak keburu kesini entar," ucap Aska dengan suara parau. Dia sudah di kuasai gairah.


Mengerti akan keinginan suaminya. Aysel membuka dresnya. Tak ingin berlama-lama. Aska kembali menarik tangan Aysel.


"Yank!"


Mengerti akan apa yang suaminya mau


Aysel mendorong tubuh Aska untuk duduk di sofa kecil yang berada di walk in closet. Dengan gerakan menggoda, Aysel berjongkok untuk ...


Aku pun ga tau untuk apa hahahahahahhahahhaahahhsha.


"Tuh, kan aku harus mandi lagi," ucap Aysel saat masih duduk dipangkuan Aska.


"Air banyak yank," jawab Aska sambil mencium gemas pipi Aysel.


"Mass, ihhh!" teriak Aysel saat merasakan milik Aska kembali menegang didalam miliknya.


"Kamu sih ga mau diem, jadi kan dia bangun lagi," ucap Aska sambil tergelak melihat istrinya yang cemberut.

__ADS_1


Aysel mengelus mesra pipi Aska. Dia mencium pipi suaminya. Lalu tangannya tergerak menangkup pipi suaminya. Dia merasa amat bahagia bisa kembali dengan Aska. Tak tahan mendapat tatapan yang amat menggoda dari istrinya. Aska langsung mencium bibir Aysel dengan mesra. Tapi sebelum mereka melakukan hal yang lebih jauh. Suara pintu terbuka, terdengar Raffa memanggil Aska. Seketika Aska dan Aysel langsung panik karna tubuh mereka sama sama polos.


Raffa, kau mengganggu mommy dan daddy saja. 🤣🤣🤣


__ADS_2