Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps37


__ADS_3

Bella.


Ketika perjalanan dari bandara ke rumah sakit, Hana terus memperhatikan Bella yang sedang memejamkan matanya namun wajahnya mengernyit seperti sedang menahan rasa sakit.


Hana perlahan membangunkan Bella karna Mereka sudah sampai didepan rumah sakit.


Aska.


Setelah menempuh perjalanan yang menguras emosi, Aska sampai dirumah sakit dia menabrak orang dan Benda apa saja yang ada di depannya dan menghalangi jalannya.


Aska masuk keruang perawatan Bella, matanya langsung menagkap kertas yang ada diatas bantal.


Aska langsung membaca surat tersebut, air mata Aska meluncur begitu saja dari matanya. Hati Aska mencelos karna gadisnya telah salah paham kepadanya.


Setelah Aska pergi, Andra yang tadinya akan melanjutkan meeting menggantikan Aska mengurungkan niatnya dia takut jika Aska menggila dirumah sakit.


Andra langsung menyusul Aska kerumah sakit.


Setelah sampai dirumah sakit, Andra berjalan cepat untuk menyusul Aska.


Andra pun masuk ke ruang perawata Bella. Ketika melihat Aska tertunduk, Andra bukan sedih namun justru ia ingi tertawa terbahak- bahak, namun sayang baru saja ia ingin membuka mulutnya, Aska sudah menatap Andra dengan tajam.


"Lu ngapain ikut gue kesini?" tanya Aska dengan ketus.


"Gue takut lu menggila di sini." Andra benar-benar menahan tawannya agat tidak pecah.


Aska mendengus mendengar jawaban Andra. "Bella pergi, dia ninggalin surat ini."

__ADS_1


Andra melihat surat yang ditulis Bella.


"Jadi selama ini lu nyuruh Thomas buat nyari donor ginjal?" tanya Andra setelah melihat isi surat dari Bella.


"Ya. Telepon Altaf suruh dia lacak hape Bella!"


Andra memutar otaknya dan tersenyum licik "Sebenernya gue tau dimana Hana."


"Gue nyari Bella bukan Hana."


"Setidaknya Hana tau dimana si Bella."


Mendengar ucapan Andra, Aska langsung manatap Andra. "dimana?" tanya Aska dengan bersemangat.


Mendengar pertanyaan Aska, Andra hanya tersenyum. Dan itu membuat darah Aska semakin mendidih.


Andra dengan cepat menjawab "Hana ada di Malaysia


"Siapin jet, tunda semua meeting dua hari kedepan!" titah Aska. "Lu, yakin Bella di Malaysia?"


"Yakin seratus persen gue, Bam masuk rumah sakit disana."


"Lu tau dari mana?"


"Sebelum Hana ke Malaysia, gue ngajak ketemuan sama dja buat Minta maaf. Tapi dia bilang dia lagi mau otw ke Malaysia Karna si Bram dirawat disana."


"Telepon tuan Arthur, bilang ke dia jet Kita bakalan turun di depan mansion dia."

__ADS_1


*H*arus nya gue dapet penghargaan ni karna sabar ngadepin bos macem dia. Andra


Bella.


Pertama kali bertemu Bram, reaksi Bella hampir sama dengan Hana. Bella histeris meminta Bram untuk bangun.


Sudah beberapa jam Bella mamandang bram, namun tetap saja tidak ada tanda-tanda Bram akan sadar, diruangan bram hanya ada ayah Bram dan Bella sedangkan hana sedang ke apartemen milik Bram yang tak jauh dari rumah sakit.


"Bell biar om yang jaga Bram, bella ke apartemen aja, supir om yang akan nganter Bella!" titah ayah Bram yang melihat muka Bella pucat.


Bella menggeleng. "Gak om, Bella ga apa-apa. Bella mau disini nunggu Bram. Om aja yang pulang ya, om kan juga baru beres operasi."


"Ya udah, kita tungguin aja sama-sama.


Tapi muka kamu pucat ... Bella bener-bener ga apa-apa?"


"Mungkin cuman kecapean aja om,


bentar lagi juga baikan ... Hana juga lagi masak om buat kita, tapi kalau om lapar Bella bisa beliin om makanan di luar."


"Kita tunggu Hana aja, om juga belum lapar."


Karna tubuhnya sudah lemas, Bella tertidur menunduk disebelah Bram.


Sedangkan ayah Bram sedang fokus melihat handphonenya. Dan tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan Bram.


Ayah Bram pun bangkit dan membuka pintu.

__ADS_1


"Tuan Ditia ..."


__ADS_2