
Aska dan Bella sedang berada di mobil meniju ke apartemen Bella.
Sepanjang perjalanan kecangungan melanda Bella, berbeda dengan Aska lelaki itu tampak santai memegang tangan Bella sambil sesekali mengecup punggung tangan Bella..
Setelah sekian lama bungkam Bella mulai memberanikan diri berbicara pada Aska.
"Om gak bisa ya hubungan kita kaya dulu lagi? hanya sebatas om dan keponakan gitu ... Seberapa pun kuatnya perasaan Kita, kita tetep ga bisa ngelanjutin hubunga ini. Kita punya hubungan darah om, kita ga bisa ngelanjutin ini," lirih Bella dengan tertunduk. Bella sendiri merasa sesak, kenapa hubungannya dengan Aska harus serumit ini.
Aska menghembuskkan napas kasar lalu Aska meminggirkan mobilnya. Walau bagaimana pun ini harus di selesaikan, karna Aska tau gadisnya pasti akan selalu membahas ini.
Aska melepaskan seatbalnya, lalu memegang tangan Bella. "Sayang tatap mataku!" titah Aska.
Bella memberanikan diri untuk menatap wajah om sekaligus kekasihnya.
"Apa kamu rela ngeliat om jalan sama wanita lain?" tanya Aksa dengan nada yang super lembut.
Dan Bella pun menggeleng.
Aku hanya sedih, Kenapa kita terlahir sebagai om dan keponakan."
"Aku sudah bilang, lupakan setatus kita. Jangan pernah membahas ini lagi oke,
fokuslah pada hubungan kita sekarang!"
"Tapi om ... "
Aska sudah siap mendekati Bella berniat mencium Bella, namun Bella segera menghindar.
__ADS_1
Dan Aska langsung mengacak-ngacak rambut Bella gemas.
"Dan jangan pikirkan lagi Kanaya oke."
Bella pun mengangguk. Bella benar-benar dilema. Hana ia Hana, Bella harus bercerita pada Hana. Walau awalnya ingin merahasiakannya pada Hana tapi sepertinya Bella butuh saran dari Hana.
"Om ... "
"Hmm."
"Kapan kita ketemu bisa ketemu lagi?" tanya Bella dengan malu-malu, sedikit rasa takut dihatinya karna takut Aska akan berubah lagi seperti dulu.
Asia menyeringai jail "Kayanya om besok ke Jepang sayang."
"Berapa lama?" tanya Bella dengan terkejut.
Sedangkan Bella langsung mengalihkan pandanganya ke arah jendela, prasaannya sangat dongkol saat ini.
Aska sudah tidak bisa lagi menahan diri, dia pun tertawa dengan kencang melihat Bella cemberut. Kali ini Aska benar-benar bisa bahagia. Seandainya Aska tidak memiliki ego tinggi, bahagia itu tentu ya akan datang lebih cepat.
Bella langsung menoleh ke arah Aska yang sedang tertawa. "Om gila?"
"Kamu itu lucu banget si sayang," balas Aska sambil mencubit pipi Bella.
"Gak lucu!"
"Om ga akan ke Jepang sayang."
__ADS_1
"Beneran?" tanya Bella dengan berbinar-binar.
"Ia sayang. Besok om ada meeting di kantor, kayanya om ga bisa nyamperin kamu sayang. Kalau Bella mau Bella bisa ke kantor om, bukan nya nemenin calon suami kerja itu lebih romantis," ucap Aska dengan tergelak.
Blush pipi Bella pun merona mendengar ucapan Aska.
akhirnya mereka pun tiba di apartemen,
"Makasih ya om."
"Ongkosnya?"
Bella mengernyit heran mendengar ucapan Aska. Cup. Aska pun mencuri ciuman di pipi Bella, dan Bella langsung turun dari mobil.
Aska tidak henti-hentinya menyungingkan senyuman selama perjalanan pulang
Tapi sepertinya senyuman itu tidak bertahan lama, ketika masuk ke dalam rumahnya, rahang Aska mengeras Karna pemandangan di depannya.
Sama halnya dengan Aska, sepanjang perjalanan menuju unitnya senyum Bella tidak pernah lepas dari bibirnya. Setidaknya malam ini dia tidak akan merasa merana karna merindukan kekasihnya.
klik bella massuk ke apartemennya.
Bella menghmpiri Hana yang sedang memegang telepon dengan tubuh yang mematung dan terlihat jelas jika wajah Hana sedang terkejutm
"Han siapa yang nelpon?" tanya Bella.
"Bell Bram Bell ... " Hana langsung menangis sejadi-jadi nya.
__ADS_1
Bella :.......