Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps42


__ADS_3

Bella akhinya menurut dan masuk kembali duduk diranjang.


Sebelum ikut duduk diranjang bersama Bella, Aska merogoh seseuatu dari tas kecilnya. "Sayang minum ini!" titah Aska sembari mwnyerahkan botol kecil pada Bella.


"Ini ..."


"Ia, ini obat yang mas tebus dari dokter Angga."


"Om , geli banget deh Bella kalau manggil om, mas," ucap Bella sambil tertawa terbahak-bahak.


Aska langsung duduk disamping Bella "Biasain aja sayang, lebih ga enak kalau suami dipanggil om, udah ayok tidur!"


Keesokan harinya


Tok ... Tok ... Tok.


Ceklek.


Andra dengan muka bantalnya melihat Aska dengan sinis. Lalu dia kembali merebahkan tubuhnya diranjanh.


"Bangun lu, sholat subuh sana, jangan nambahin jiwa dalam neraka," ucap Aska sambil masuk kekamar Andra.


Andra berdecih. "Lu bisa ga sih Ka, ga ganggu gye sebentar aja, lu tau ga lu yang bakal masuk neraka duluan ... Ga kira- elu sekamar sama cewe."


"Gue udahh sholat subuh, gue udh minta ampun sama Allah."


"Kerjaan lu Ka cuman ngerecokin hidup gu mulu," ucap Andra sambil melempar bantal ke muka Aska, lalu Andra menenggelamkan lagi dirinya dibawah selimut.


Aska menangkap bantal yang dilempar Andra dan berdecih. "Wah. Lu berani ya kurang ajar sama Bos lu," ucap Aska sambil membangunkan Andra dengan menendang -nendang bokong Andra.


"Telepon Althap suruh dia siapin berkas- berkas ke, KUA, gue mau adain pernikahn besok."

__ADS_1


Ucapan Aska sukses membuat Andra bangkit dari tidurnya dan memandang Aska dengam tatapan heran.


"Wah lu gila ya Ka, lu mau nikah terus harus besok ... Ku mau nikah sama siapa?"


"Bella lah siapa lagi."


Andra langsunh menendang kaki Aska karna tidak percya dengan apa yang Aska ucapkan.


"Wah gila lu Ka, emang si Bella ga keberatan? dia kan belum tau tentang siapa dia? lu udah ngasih tau emang tentang dia?"


"Gak, sampai kapan pun gue ga akan kasih tau soal dia, yang penting dia udah jadi milik gue."


Andra berdecak setelah mendengar jawaban Aska. "Bodo lah, pergi sana! jangan ganggu gue."


"Awas kalo lu ga laksanain perintah gue.!"


Aska pun kembali ke kamarnya. Senyumnya merekah ketika Melihat Bella sedang ada di meja rias mengeringkan rambut.


"Bella mau jenguk Bram sekarang ya?"balas Bella.


"Ok mas siap-siap dulu."


"Om eh mas, Bela mau pergi sendiri," tolak Bella dengan halus.


Aska mngernyitkan alisnya mendengar permintaan Bella. "Kamu mau kabur lagi dari mas sayang?" tanya Aska menelisik.


Bella menggeleng. Engga bukan gtu, tapi kalau ada om eh mas, Bela, Hana sama Bram bisa canggung."


Aska tampak berpikir sejenak sebelum menyaut ucapan Bella . "Ok mas anter, mas janji ga akan ganggu kalian mas nunggu kalian diluar."


Bella pun mau tak mau mengangguk .

__ADS_1


Sesampainya dirumah sakit, Aska masih saja mengekori Bella sampai kamar inap Bram.


Bella berbalik kebelakang dan berbisik kepada Aska. "Mas janji tadi ga ngikutin Bella," ucap Bella yang melihat Aska terus mengekorinya.


Aska cemberut mendengar ucapan Bella, membuat Bella menjadi gemas karna mimik muka Aska. Cup. Bella mencium pipi Aska dan mendorong agar Aska pergi menjauh.


Bella pun masuk ke kamar rawat Btam dan melihat Bram sedang duduk bersandar di ranjangnya, Bella langsung menghampiri Bram dan langsung memeluk pundak Bram,


tak peduli dengan Bram yang meringis karna


Bella tiba-tiba menuburuk tubuhnya.


"Hiks ... Hiks ... Hiks, Bram kenapa elu ga mati aja si Bram biar orang bodo kaya lu tuh berkurang," ucap Bella sambil menangis sesegukan.


Setelah puas menangis Bella melepaskan pelukannya dan duduk disebelah ranjang Bram.


"Wah parah lu Bell, nyumpahin gue mati."


Bella memegang tangan Bram dan menatap Bram dengan tatapan intens. "Udah waktunya lu lupain dia Bram, lu tiap kali kesini selalu berakhir kaya gini tau ga. Sekali lagi lu kaya gini lu dapet piring tau."


Bram berdecih mendengar ucapan sahabatnya dan kemudian dia tersenyum sekaligus kesal pada dua sahabatnya, karna Bram baru sadar tapi harus mendengar ocehan mereka berdua.


"Lebay lu ah ... Gue aja yang ngalamin gak apa-apa, lu ber dua aja yang heboh ."


"Gue takut, hiks hiks hiks."


Bram mengusap bah Bella. "Gak usah takut, gue ga apa-apa . segini mah kecil "


"Gue takut, kalau lu kenapa-napa ga ada lagi yang nanggung gue sama."


Mendengar ucapan Bella, Bram langsung menoyor kepala Bella dan tertawa terbahak-bahak. Tapi bram tau apa pun yng diucapkan sahabanya, sahabatnya sangat tulus menyayangi Bram.

__ADS_1


Seseorang masuk keruangan Bram.


__ADS_2