Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
-


__ADS_3

"Uncle Bram!" panggil Keinya.


Saat Keinya memanggilnya, Bram menoleh dia langsung menghampiri Keinya.


"Hai, Kei!" sapa Bram. Kemudian Bram berjongkok untuk mencium pipi Keinya.


Keinya yang tadinya tersenyum, tiba-tiba memberunggut kesal karna Bram menciumnya.


"Kei, ada apa?" tanya Bram saat Keinya menunduk dan cemberut.


"Uncle, uncle sudah kurang ajar terhadapku. Aku bukan anak 5 taun lagi, usia ku akan menginjak 10 tahun bulan depan. Dan daddy bilang tidak boleh ada yang menciumku selain daddy," ketus Keinya. Kemudian dia meninggalkan Bram yang masih berjongkongkok. "Uncle buka pintunya!" teriak Keinya dengang menghentakan kakinya. Bram pun bangkit dengan salah tingkah karna baru saja di omeli oleh seorang gadis cilik.


Hening


Hening


Hening


Saat dimobil Keinya masih memberenggut kesal. Dia menunduk sambil menggembukan pipinya. Sedangkan Bram dia sesekali melirik Keinya ketika menyetir. Dia ingin sekali menggoda gadis kecil di hadapannya, tapi melihat Keinya masih cemberut, dia mengurungkan niatnya.


Saat satpam membuka gerbang pintu, Keinya melihat Raffa bersama Aysel sedang bermain di luar. Keinya pun tersenyum licik.


"Uncle, gendong aku!" titah Keinya saat Bram baru saja mematikan mobilnya.

__ADS_1


"Hah?" dia merasa kaget karna Keinya tiba-tiba memintanya digendong. Padahal beberapa saat lalu Keinya masih terlihat kesal padanya.


"Cepattt turun, dan gendong aku!"


Bram pun dengan linglung turun dari mobil, dia membukakan pintu mobil dam segera berjongkok untuk menggendong Keinya.


"Raffa kau tau? aku baru saja bermain dengan uncle Bram," ucap Keinya saat dia digendong dan meledek Raffa.


"Mommy, hikss. Aku juga ingin bermain dengan uncle Bram!" rengek Raffa.


"Lu sama Keinya abis main di luar Bram?" tanya Aysel.


Ketika Bram akan menggeleng, Keinya dengan sengaja menggigit pundak Bram.


"Mommy, aku juga ingin digendong uncle," Raffa merengek lagi ketika dia terus melihat Keinya menjulurkan lidah padanya.


Raffa pun menangis semakin kencang.


"Kemari Raf!" ucap Bram yang tak tega melihat Raffa menangis. Dia akan memangku Raffa didepan. Saat Raffa akan maju, Keinya mencekik leher Bram agar Bram tak menggendong Raffa.


"A-a-ahhh, Keii uncle tak bisa bernapas." Keinya pun melepaskan cekikannya.


"Kau tak boleh di gendong uncle Bram, aku dan uncle Bram akan bermain. Dan kau tak boleh mengikuti kami," jawab Keinya. lagi-lagi Keinya menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Ayo uncle.kita masuk!" ajak Keinya.


Aysel hanya bisa menggeleng melihat kejahilan putrinya. Dan naasnya kali ini Bram lah yang jadi sasarannya.


"Uncle ayo!" teriak Keinya karna Bram tak bergerak.


Bram pun ahirnya menuruti keinginan Keinya untuk masuk.


"Uncle turun kan aku!" titah Keinya saat mereka sudah masuk kedalam rumah, sedangkan Aysel masih menenangkan Raffa yang masih menangis diliuar.


setelah Keinya turun. Dia langsung berjalan kekamarnya tanpa melihat lagi Bram yang baru saja dia kerjai.


"Astaga dari kecil aja udah bar-bar tuh anak" geruta Bram dalam hati sambil membenarkan pakaiannya yang kusut.


Abraham Grup.


Ceklek


Andra masuk tergesa-gesa keruangannya.


"Lah, Ndra bukannya lu cuti?" tanya Althaf.


"Gue baru aja nyampe Bandra mau terbang. Lu tau? si Aska ngancem gue, dia mau kirim lagi gue Jerman kalau cuti, " balas Andra sambil ngos-ngosan. "Emang gak punya perasaan dia jadi bos."

__ADS_1


"Ekhemmm." Aska berdehem saat Andra mengumpatinya habis-habisan. Saat andra masuk. Aska pun keluar dari ruangannya.


__ADS_2