
Asska
Aska dan Andra pun tiba di Malaysia. Mereka disambut salah satu rekan bisnis Aska di Malaysi yang bernama Arthur Khan.
"Asalamualaikum Tuan Arthur," ucap Aska pada Arthur yang sedang menunggu didepan pintu.
"Waalaikum salam Tuan Ditiia dan juga tuan Andra. Mari silahkan masuk."
"Tuan Arthur, maaf mengganggumu malam-malam begini, tapi saya harus segera menjemput keponakan saya."
"Sayang sekali kita tidak bisa berbicara banyak, tapi its ok supir saya akan mengantar anda ke tempat tujuan."
"Terimakasih tuan arthur."
Mereka kini sudah dalam mobil, diperjalanan Andra terus menggerutu pada Aska.
"Ka lu ngapain sih buang l-buang duit aja pake jet pribadi kalau cuman bentar diMalaysia, kita kan bisa pesawat biasa," ucap Andra.
"Berisik lu ah, dieum."
Andra mencebik. "Terus kenapa lu bawa gue ke Malaysia, kan gua bisa nunggu di rumah."
"Kalau lu ga ada, ga da yang bisa gua suruh-suruh, ga ada orang yang bisa gue hina kalau lu ga ada," balas Aska santai
"Bacot lu ka ... Gue mau ngajuin cuti bulan depan."
"Kaga ada, kaga ada cuti cutian."
Andra sudah malas berdebat dengan Aska hingga dia memilih memejamkan matanya.
Dan tak lama mereka pun tiba
akhir nya mereka pun sampai di rumah sakit.
"Lu diem aja diluar. Gue masuk sendiri."
"Bodo lah ka bodo."
Andra melengos meninggalkan Aska. Andra duduk dikursi di depan rumah sakit. Ingin rasanya Andra menghubungi Hana, tapi dia sedikit takut pesannya takan dibalas oleh Hana. Ketika Andra akan bangkit dari duduknya untuk kekamar mandi, matanya menangkap seseorang yang memenuhi hatinya selama beberapa hari kebelakang. Andra pun reflek memanggil Hana.
__ADS_1
"Hanaa!" panggil Andra dengan sedikit berteriak.
Hana yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah suara. Hana benar-benar sangat terkejut melihat Andra berada didepannya.
Andra melambaikan tangannya pada Hana karna Hana tak kunjung menhampiri Andra. karna Hana penasaran kenapa Andra disni Hana pun menghampiri Andra
"Malam Han!" sapa Andra seraya tersenyum canggung.
"Ia malam juga ka. Maaf ka Andra lagi apa disini?" tanya Hana sopan.
"Nemenin Aska jemput Bella."
Hana diam mematung mendengar Aska menjemput Bella, Hana takut bahwa Aska akan memperlakukan Bella semena-mena.
"Maaf ka, Hana masuk dulu," ucap Hana yanh khawatir dengan Bella.
Seakan tau ketakutan Hana, Andra menjela
askan bahwa Aska sudah bersikap biasa pada Bella, dan perkataan Andra membuat Hama sangat terkejut.
"Ka Andra bener kan? om Aska udah baikan sama Bella?"
"Hana bisa kita bicara sebentar?" tanya Andra.
"Ada apa ka?"
"Ayo duduk!" titah Andra.
Hana pun duduk disebelah Andra, ketika Andra akan bicara tiba-tiba ponsel Hana berdering.
"Han ka andra mau min ..." perkataan Andra terpotong karna mendengar handpon hana berdering.
"Maaf ka Andra, Hana angkat telepon dulu," ucap Hana sambil mengambil hanphonnya disaku. Hana tersenyum saat melihat ternyata Danu yang menelponnya.
"Hallo mas danu!" jawab Hana.
"Dek dari tadi mas Danu nelponin ga diangkat adek dmna? bukannya kemarin bilang mau jalan?" tanya Danu disebrang sana.
"Ya ampun mas Danu, Hana lupa, maafin Hana ya, kapan mas danu libur tugas lagi?"
__ADS_1
"Mungkin kamis depan, ade lagi dimana sekarang?"
"Ade lgi di Malaysia mas, Bram dirawat disini."
"Bram sakit apa dek?"
"Nanti Hana ceritain ya mas."
"Ade kalau butuh apa-apa bilang mas Danu, mas Danu transfer uang ya buat ade disana?"
"Ga usah mas, uang yang di kasih Bram ga akan habis-habis walau Hana tinggal di Malaysia bertaun-taun ...eh ia mas begitu Hana di Indonesia kita langsung ke makam ibu ya."
"Ia, yaudah mas Danu tutup telponnya ya, hati-hati disana ... Assalamualikum."
"Waalaikum salam."
Andra merasa hatinya tertusuk ribuan jarum, mendengar Hana ditelpon oleh seorang lelaki yang bahkan keliatannya sangat dekat membuat Andra jadi merasa minder.
Hana menaruh handphonenya kedalam saku "Maaf ka andra, jadi nungguin Hana nelpon."
Andra tersenyum getir. "Pacar kamu han?" tanya Andra.
Hana hanya tersenyum, tidak meng iakan atau tidak membantah.
*B*ener dia pacar nya Hana, pantesan dia ga pernah chat gue lagi, arghhh dasar cewe labil. Andra
"Ka Andra mau bilang apa tadi?"
"Ga jadi han."
"Oh ia udah, Hana masuk dulu ya ka."
Setelah Hana pergi, Andra benar-benar gelisah karna perubahan sikap Hana, dan merasa kelilangan pun percuma Hana sudah jadi milik orang lain.
Aska.
Aska melewati lorong rumah sakit menuju kamar Bram, jantungnya seakan ingin copot dari tubuhnya, Aska takut kalau Bella menolaknya didalam sana, akhirnya a
Aska sampai didepan ruangan Bram. cukup lama dia berdiri didepan kamar rawat Bram. hingga akhirnya dia memutuskan untuk masuk. Dengan perlahan Aska mengetuk pintu ruang rawat Bram.
__ADS_1
Tok ... Tok ... Tok