Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps39


__ADS_3

"Tuan ditia!" sapa Ayah Bram saat membuka pintu.


"Assalamualaikum om," ucap Aska.


"Waalaikum salam, silahkan masuk tuan Ditia."


"Om jangan panggil tuan, panggil saja saya Aska!" titah Aska.


"Ah ia nak Aska. Apa anda ingin menjemput Bela? Om liat Bella sedikit pucat."


"Ia om, maaf saya mengganggu om malam-malam begini. Saya juga tidak sempat membawa buah tangan untuk Bram.


" Tidak apa-apa nak Aska, Bella sepertinya sedang tertidur."


"Kalau begitu saya pamit om, saya akan membangunkan dulu Bella."


Aska dengan perlahan mendekat ke arah Bella. "Bella!" panggil Aska sambil mengelus-ngelus rambut Bella.


Bella merasa terusik dengan suara Aska dan dengan setengah sadar Bella mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Aska. "Om, Aska," lirih Bella.


Lalu tidak lama Bella kembali tertunduk lagi untuk melanjutkan tidur, tapi sepersekian detik kesadaran bella kembali aktif.


*Tid*ak ini bukan mimpi. Om Aska benar ada disini.

__ADS_1


Dengan mengumpulkan keberaniannya akhirnya Bella mengangkat kepalanya lagi.


"Om ngapain kesini?" tanya Bella dengan nada ketus.


Aska hanya tersenyum menganggapi ucapan Bella yang ketus. "Ayo kita istirahat dihotel, Bella bisa kesini lagi besok."


"Gak. Bella mau nungguin dan ga mau kemana mana." lagi-lagi Bella menjawab dengan nada ketus.


"Istirahat aja dulu Bell, Bram ada om sama Hana yang jagain," ucap ayah Bram yang menimpali obrolan Aska dan Bella.


Sebelum Bella menjawab, Hana masuk keruangan. "Bell lu kalau mau pergi, pergi aja besok lu kan bisa kesini lagi," ucap Hana yang ingin memberi ruang bagi sahabatnya.


Mau tidak mau Bella pun pergi bersama Aska. Saat dimobil Aska masih saja memegang tangan Bella, sedangkan Bella hanya memalingkan wajahnya melihat ke luar jendela.


"Ka? mau balik ke rumah tuan Arthur lagi?" tanya Andra yang kini duduk didepan.


"Ga usah, sewa hotel aja ... pesen dua kamar!"


"Lu mau tidur sama gue?" tanya Andra.


"Gak, gue tidur sama Bella," balas Aska santai.


*W*ah dah gila ni bocah. andra

__ADS_1


Sampailah mereka dihotel. Andra menggerutu sepanjang perjalananya ke arah kamar, bagaimana tidak. Aska menyewa kamar president suite room, sedangkan Andra hanya kamar biasa.


Aska membuka pintu kamar hotel dan melangkahkan kakinya kedalam kamar, Dan Bella mengekori di belakangnya.


Ingin rasanya Bella berdebat dengan aska, agar Bella memesan kamar sendiri, tapi lagi-lagi Bella tau kalau tidak ada gunanya berdebat dengan Aska.


Setelah masuk tanpa bicara apa-apa, Bella langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menutup semua tubuhnya dengan selimut.


Sedangkan Aska hanya bisa menghembuskan napas kasar. Bagaimana pun Aska tidak pernah berhadapan dengan wanita.


Sebelum berbicara dengan Bella, Aska memutuskan untuk mandi terdahulu, Sedangkan Bella hanya pura-pura memejamkan matanya dan jujur saja perut dan pinggangnya pun kembali terasa sakit.


20 menit kemudian


Sesudah mandi, Aska pun berbaring di sebelah Bella, dia memutuskan untuk memeluk Bella dari belakang. Awalnya Bella ingin menyingkirkan tangan Aska dari perutnya, tapi tiba- tiba rasa sakit diperut dan pinggangnya hilang begitu saja, dan akhirnya Bella membiarkan Aska memeluknya.


Setelah sekian lama diam akhirnya Aska mulai bicara. "Dengerin om sayang, kamu salah paham. Kemarin om ingin bilang kalau om gak mau lagi melihat kamu kesakitan, tapi telepon om terputus jadi om ga nerusin kalimat om."


Bella mendengus mendengar pembelaaan Aska. "Omong kosong," jawab bella.


Mendengar jawaban Bella yang meragukannya, Aska memejamkan matanya. Berpikir bagaimana lagi caranya menjelaskan pada gadis kecilnya. Dengan berat hati Aska pun menceritakan aibnya pada Bella yang selama ini dia tutup rapat.


.

__ADS_1


__ADS_2