
Aska dengan cemberut menunggu Bella, baru satu jam dirumah sakit, dia merasa menyesal tidak mengajak Andra. Disela-sela menunggu, Aska menerima telepon dari Althaf tangan kanan Aska di Abraham grup, sekalian kepercayaan yang kerap mengurus dokumen-dokumen pribadi.
"Hallo pak," ucap Althaf disebrang sana.
"Ya, katakan!"
"Semua sudah siap pak, dokumen saya bisa selesaikan dalam 20 menit, dan jika bapak tidak keberatan, penghulu menunggu bapak nanti malam," jawab Althaf.
Aska mengehela napas sejenak, dia tak bisa terburu-buru, karna dia dan calon istrinya tengah berada di Malaysia.
"Apa kau tidak bisa meminta penghulu datang besok?"
"Maaf pak. penghulunya sudah ada janji dengan yang lain, sedangkan Jika mencari penghulu yang lain di khawatirkan akan membutuhkan waktu lama."
"Apa kau sudah memberi tau semua tentang Bella, agar aku tidak salah mengucapkan ijab kabul, dan sampai kan pada penghulu untuk merahasiakan identitas Bella. Perbaharui info digoogle dan wikipedia bahwa statusku sudah menikah, aku akan berangkat sekarang ke Indonesia dan juga pastikan kau membeli mas kawin yang aku minta, dan pastikan juga semua bawaan yang lain nya siap tanpa ada yang tertinggal!perintah Aska bertubi-tubi.
"Baik pak."
Aska menaruh ponselnya kedalam saku, dia bergegas masuk ke kamar Bram.
Saat Aska masuk, Bella dan Bram yang sedang berbincang-bincang pun kaget dengan kehadiran Aska.Walau pun Bram sudah tau tentang Aska dan Bella yang sudah berbaikan, namun aganya sedikit canggung untuk Aska dan Bram, mereka memang saling mengenal namun tidak terlalu akrab.
Bella memandang Aska dengan tatapan jehgah dia berusaha menahan kesal setengah mati karna Aska malah masuk ke kamar Bram.
Aska pun dengan canggung berjalan kearah ranjang Bram, dan dia duduk disebelah Bella.
"Udah mendingan Bram?" tanya Aska canggung.
"Seperti yang terlihat."
__ADS_1
Aska menatap Bella sejenak yang juga sedang menatapnya dngan tatapan jengah, kemudian dia terseyum sebelum berbicara pada Bram. "Bram sory gua mau balik bareng Bella, lu ga keberatankan?"
"Om, bukan nya kita pulang besok?"
"Ada yang harus om kerjain."
Bella melihat kearah sahabatnya, bagaimanapun Bella tak tega jika meninggalkan Bram. "Bram?"
"Its oke, ada Hana yang jagain gue, kata dokter gue bisa pulang minggu depan," jawab Bram.
Bella memeluk Bram lagi. "Jangan lakuin hal bodoh lagi Bram, lu masih punya gue sama Hana."
Aska merasakan hatinya memanas, karna melihat Bram dan Bella berelukan "Ekhem." Aska berdehem karna Bella tak kunjung melepaskan pelukannya pada Bram.
Bella melepaskan pelukannya.
"Gue duluan, bram."
"Oke, ati-ati kalian."
Sepanjang perjalan Aska hanya diam, karna masih merasa cemburu saat melihat Bella bersama Bram, Aska sama sekali tidak berbicara pada Bella membuat Bella heran.
"Maaas," ucap Bela sambil menggoyangkan tangan Aska.
"Hmm."
Karna reaksi Aska yang datar, Bella ingin mencium pipi Aska, tapi gerakan Bela terbaca oleh Aska, sehingga sebelum Bella mencium pipi Aska, Aska buru -buru menghadap Bella dan hasilnya Bella malah mencium bibir Aska.
Bella memukul pundak Aska karna kaget dengan apa yang Aska lakukan "Mass," protes Bella.
__ADS_1
"Manisss," gumam Aska setelah mencium bibir Bella.
"Tau ah."
Dan Aska bersikap normal lagi. Dia tidak henti-hentinya mengecup punggung tangan Bella.
"Mass, kenapa kita harus pulang sekarang?"
"Kita harus menikah nanti malam."
"Oh menikah," ucap Bella dengan santainya karna tak terlalu fokus dengan ucapan Aska, namun sepersekian detik dia sadar tentang ucapan Aska yang mengajaknya menikah. "Hah! menikah nanti malam?" tanya Bella dengan sedikit berteriak.
"Jangan teriak, orang lain akan salah paham sayang."
Bella pun mengangguk.
"Mas kamu becanda ya? gimana kita nikah sedangkan kamu belum nyiapin apa-apa?"
Aska tersenyum serasa mengelus rambut Bella. "Tenang sayang. Semua sudah ada yang mengurus."
"Tapi ini resmikan?"
"Tentu sayang. Althaf sudah mengurus dokumen kita di K U A. Surat nikah akan jadi 3 hari lagi."
Setelah mereka menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya
mereka tiba di tempat yang akan mereka gunakan untuk ijab kabul.
Bella membelalakan matanya ketika sampai di tempat tujuan.
__ADS_1