
"Kei, seminggu lagi kita akan pergi ke spanyol. Kau bisa meminta daddy Joe untuk membuatkannya lagi." Aska menenangkan Keinya yang terus menangis.
"Da-daddy, hiks hiks. Daddy joe sedang di korea hiks hiks hiks," ucap Keinya sambil terisak.
"Kei, lihat daddy!" titah Aska saat dia sudah kehilangan akal untuk membujuk Keinya.
Keinya pun menurut dia menatap Aska sambil terisak.
"Apa kau merasa bersalah pada daddy Joe karna merusakan hadiah yang di berikan daddy Joe?" tebak Aska. Keinya tak mungkin menangis sekencang itu hanya karna pensil kecuali dia merasakan perasaan lain. Mungkin bagi Keinya kecil Joenathan memiliki arti yang sama seperti Aska. Dia meyayangi Joe karna dari bayi Joe lah yang selalu Bersamanya.
Mendengar pertanyaan Aska, Keinya pun mengangguk.
"Bagaimana kalau kita melakukan panggilan vidio ke daddy Joe dan kau bisa meminta maaf padanya?" saran Aska.
Keinya pun menggeleng.
"Kenapa?" tanya Aska saat Keinya menggeleng.
"Daddy aku dari tadi menangis. Dan sekarang aku lapar." Keinya mengelap air mata dan ingusnya dengan dasi Aska.
"Kei, kau mengotori dasi daddy."
"Daddy tinggal membuka dasi daddy apa susahnya," ucap Keinya enteng. Dia juga selalu meniru perkataan Aysel setiap Aska mengeluh.
__ADS_1
"Kau ingin makan apa? biar om Andra membelikannya."
"Daddy, ayo makan dikantin bawah, aku belum pernah makan disana."
"Kei, bagaimana jika kita makan di restoran dekat kantor mommy, bukan kah kau suka pasta di restoran itu?"
"No, daddy. Aku ingin makan di kantin bawah," ucap Keinya kekeh. Sedangkan Aska, dirinya bukan tak mau makan di kantin. tapi selama dirinya memimpin dia sama sekali belum pernah makan. di kantinnya sendiri. Bukan karna kantinya buruk. Aska bahkan menggunakan 5 ahli gizi terbaik dari Korea untuk memantau menu makanan yang bergizi untuk para karyawannya. Aska hanya tidak nyaman ketika dia menginjakan diri ke kantin dan semua karyawannya akan berhenti berbicara ketika Aska datang. Dan dia juga tak ingin membuat karyawannya menjadi tidak nyaman karna kehadirannya.
"Kei, jika kita makan disana, karyawan daddy takan nyaman jika melihat daddy disana." Aska memberi pengertian pada putrinya.
"Kenapa? ini kan kantor daddy?" tanya Keinya dengan polosnya.
"Ini anak ko mirip gue banget ya" ucap Aska dalam hatinya, yang selalu tak terima dengan apa yang diucapkan orang lain.
▪▪▪▪▪
Ruangan Andra.
Lelaki tampan itu sedang memikirkan cara cepat untuk mendapat ijin cuti dari Aska. Sudah dua kali dia mengajukan cuti namun di tolak. Hingga satu ide muncul dikepalanya.
Dia melihat jam di tangannya. Seketika dia menyunggingkan senyumannya karna jam kerja hampir berakhir.
"Al, gue mau cuti," ucap Andra pada Althaf yang berada di sebelahnya.
__ADS_1
"Udah dapet ijin emang lu dari Pak Aska?" tanya Althaf tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Gue pasti dapet ijin dari tuh anak." Andra menyunggingkan senyum licik. Lalu dia keluar menuju ruangan Aska.
"Kebiasan kalau masuk ga pernah ngetuk pintu dulu," gerutu Aska saat Andra masuk tanpa mengetuk pintu.
Aska sedang berada di meja kerjanya. Sedangkan Keinya sedang menggambar di sofa.
"Gue mau ngajuin cuti 2 minggu," ucap Andra. Lalu dia maju menuju meja kerja Aska.
"Gak ada. ga ada cuti-cutian." Aska menyenderkan punggungnya dan melihat Andra.
"Ya udah. Gue ijin sehari besok. Gue mau renovasi garasi gue Dan besok gua an ..." Kalimat Andra terpotong karna Aska melemparnya pulpen. Andra ingin berkata akan mengantarkan motor mahal Aska yang di titipkannya di ruman Andra. Aska membeli motor itu tanpa sepengetahuan Aysel dan ketika dia memakainya Aska selalu ber'alasan bahwa dia meminjamnya pada Andra. Dan sekarang Andra memanfaatkannya untuk mendapat cuti. Dia sengaja mengatakanya depan Keinya agar Aska memberinya ijin cuti. Karna jika Keinya tau dia pasti akan membahasnya di depan Aysel.
"Boleh ya gue cuti?"
"Ndra, cuti lu minggu depan aja lah. Lu cuti akhir bulan gini, laporan pada masuk semua lu enak aja mau cuti."
"Lu mah selalu bilang gtu kalau gue mau cuti. Yaudah lah gue cuti aja sehari gue mau renovasi garasi gue. Besok gue anterin motor ..." Aska kembali melemparkan pulpen pada Andra meng'isyaratkan untuk Andra menghentikan ucapannya karna Keinya sedang melihat ke arah mereka.
"Gue ijinin lu cuti, 9 hari gak lebih," ucap Aska dengan terpaksa. Dia lebih memilih kerepotan dari pada Andra memberi tau tentang motornya yang di beli tanpa sepengetahuan Aysel.
Andra pun keluar dengan senyum sumringahh. Dia berjoget ria sambil berjalan ke ruangannya. Seperti biasa otak licik Andra selalu bekerja setiap Aska dalam kesulitan.
__ADS_1