Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps59


__ADS_3

aska pun meninggalkan hana dan bella, karna istri Ny yang Meminta nya.


dan ketika aska keluar , aska pun di buat heran dengan lelaki yang duduk di sebelah andra, dan lelaki itu adalah danu, yang datang kesini bersama hana,


prasaan andra, jangan ditanya, tercabik cabis pasti nya, apalagi saat masuk hana tak menyapa andra sama sekali..


hana


hana pun mulai memanggil bram untuk vidcall


,dan tak lama bram pun mengangkat vidcall hana


bram : kenapa "pria itu tampaknya telah berada di kursi roda"


hana pun manaruh hape nya di denpan bella dengan di ganjal oleh bantal agar bram bisa jelas mendengar hal yang bella akan jelaskan


bella pun mengehembuskan napas kasar, dan mulai lah penjelasan, dari pernikahan nya dengan aska, sampai bella yang mendonorkan ginjal nya untuk aska sampai sekarang bella haru lagi menerima ginjal baru


,


hana dan bram pun di buat melongo dengan penjelasan bella, dengan tenang hana berbicara dengan bram

__ADS_1


hana : bram lu denger kan apa yang barusan orang ini bilang "melirik sekilas ke arah bella "


bram : tunggu gwe, gwe balik ke indo sekarang " bram pun menutup panggilan nya "


hana pun masih melirik tajam pada bella, dengan anggun hana menarik bantal yanh ada di paha bella


dengan cepat hana trus memukuli bella dengan bantal,


bukh bukh bukh


hana : bodo bodo bodo lu bell " berbicara sambil memukul mukul bangal ke tubuh bella, di barengi dengan isak tangs, "


Bella: ia ampun han ampun hahahaha ",sedangkan Bella malah terbahak bahak ketika di pukuli bantal oleh Hana, "


hana : hiks, hiks, hiks , kenapa baru bilang sekarng sih bell, kenapa lu ga bilang dari dulu kalau lu sering kesakitan,lu bikin kita kaya orang **** tau gga yang ngebiarin lu ngerasin sendiri, "


hana pun melepaskan pelukan nya


bella : ia, ia maaf, yang penting sekarang kan lu udh tau," bella pun mengusap air mata hana, "


tapi sepertinya tangisan hana, tak mau berhenti, seolah bella sedang sekarat '"

__ADS_1


bella :han lu tuh malu maluin tau ga sih ,dah tau di rumah sakit lu nangis kaya orang kesurupan ".bella pun masih tertawa terbahak bahak menyaksikan kemarahan hana, " belum lagi kemarahan bram yang spertinya akan lebih dari hana, ""


aska


ingin rasa nya dia masuk ke ruangan istrinya, bahkan ketika mendengar hana berteriak, aska sudah ingin masuk tapi niat nya di urungkan karna, mendengar apa yang di katakan andra, andra baru saja mendapat telepon yang membuat darah aska berdesir, bahkan urat kemarahan pun jelas terlihat di rahang aska, mau tidak mau aska harus segera menyelesaikan ini, dan secara kebetulan waktu bella oprasi masih beberapa jam lagi,


aska : suruh mereka bawa kedua orang itu ke tempat biasa, panggil danish buat mereka ngaku bagaimana pun cara nya


"berbicara pada andra, dengan nada pelan agar tidak ada yang mendengar ,"


andra : oke,


ceklek aska pun masuk ke ruangan bella.


asks : sayang mas harus pergi dulu sebentar, ada pekerjaan yang harus mas urus, "sambil mengelus ngelus rambut bella ," sejujurnya aska ingin sekali mencium bella, tapi melihat hana ada di sisi bella, aska pun mengurungkan niat nya., "


bella : ia, jangan lama2 ,


setelah aska pergi, hana pun mencubit tangan bella,


gila lu ya bell, om lu sendiri lu embat, geli gwe liat kalian berdua, ucap hana sembari menatap jiji pada sahabat nya

__ADS_1


sedangkan bella hanya menaikan bahu nya acuh tak acuh


__ADS_2