
Saat pintu kamar tertutup, Bella sama tidak kaget karna beranggapan itu karna angin.
Bella melihat seseorang meringkuk diranjang, Bella menganggap Andra sedang berbaring menutupi diri dengan selimut . Dengan perlaban Bella mendekat ke arah ranjang dan mencoba membuka selimut.
"Ka Andra ... Ka Andra!" panggil Bella sambil menusuk-nusuk pundak orang yang tengah meringkuk.
Merasa tidak ada jawaban, Bella berusaha membuka selimut. Tapi sebelum Bella membuka selimut, tangan Bella dicekal dan dengan satu kali tarikan bella jatuh ke ranjang.
Bella benar-benar tidak percaya kenapa Andra menariknya ke ranjang. Karna wajahnya masih tertutup selimut, Bella dengan gugup membuka selimut yang mengahalangi wajahnya.
Keterkejutan Bella mungkin sekarang level akut, karna bukan Andra yang sedang berada diranjang melainkan A.ska
"OM ASKA!" ucap Bella dengan sedikit berteriak.
Bella mencoba memberontak dalam pelukan Aska, dan menendang-nendang kaki Aska. Namun Aska tidak bergeming. Aska malah mempererat pelukannya, memeluk Bella seeolah memeluk guling.
Bella kehilangan tenaga, akhirnya Bella menyerah pasrah membiarkan aska memeluknya. Ketika Aska merasa Bella tidak lagi melawan, Aska melonggarkan pelukannya.
Dan itu tidak di sia-siakan oleh Bella Dengan cepat Bella pun berbalik memunggungi Aska, dan Aska memeluk Bella dari belakang.
__ADS_1
Sudah 30 menit mereka dalam posisi itu tanpa ada pembicaraan ssdikit pun. Hingga akhirnya, Aska berbicara terlebih dahulu.
"Maafin semua kesalahan om Bella," ucap Aska dengan nada yang sangat-sangat penuh penyesalan.
Deg.
Deg
Deg
Kata-kata itu yang dari dulu bella selalu harapkan, air mata Bella lolos begitu saja tanpa diijinkan.
tidak ini salah, lebih baik seperti sedia kala," Ucap Bella dalam hatinya.
Terdengar isak tangis dari Bella, dengan perlahan Aska membalikan tubuh Bella. Sekarang mereka saling berhadap-hadapan, Tapi Bella sama sekali tidak berani melihat wajah Aska.
Dengan lembut Aska menarik dagu Bela. Dan. Cup.
Aska mencium bibir Bella sekilas. Dan lagi-lagi Bella hanya bisa tertunduk.
__ADS_1
"tidak ini salah, sebrapa kuat nya prasaanku, kita hanya akan berakhir menjadi paman dan keponakan,"rutuk bella dalam hati.
Aska kembali mendekap Bella, membenamkan wajah Bella didada Aska.
"Kembalilah ke rumah. Maafkan sikapku selama ini, kau bisa kembali ke kamar mu dan kau juga bisa masuk ke kamar bunda mu. Jangan pergi, om ga bisa jauh lagi dari Bella, maafin om Bell," ucap Aska dan lagi- lagi Aska meneteskan air mata.
Deg
Deg
Mendengar perkataan Aska.
Bella mendongakkan wajahnya melihat Aska. Ketika mata mereka bersitatap Aska langsung mencium kening Bella.
"Tidak, ini salah lebih baik aku pergi," ucap Bella dalam hatinya.
Bella berpikir bagaimana cara melepaskan diri dari Aska. Sejak kejadian kemarin Bella memutuskan untuk melupakan semua tentang Aska. Toh selama lima tahun ini dia memendam semuanya sendiri.
"Bella ga bisa napas."
__ADS_1
Aska melepaskan pelukannya, dia bangkit dari tidurnya dan menyenderkan punggungnya dirajang. Bella yang masih berbaring akhirnya ikut bagun, ketika Bella akan turun dari ranjang, tangan Aska dengan cepat manarik Bella, agar tetap berada diranjang. Apapun yang terjadi Aska bertekad untuk mendapatkan gadisnya hari ini.