
Setelah suster membawakan kertas dan pulpen, Bella menulis surat untuk Aska.
Aku pergi. Tidak perlu mencariku, aku mengabulkan keinginan mu yang tak ingin melihat ku lagi. Jangan terbebani tentang masalah aku yang mendonorkan ginjal untuk mu, sepertinya lebih baik jika kita seperti dulu layaknya orang asing. (isi surat bella) Bella meletakan surat itu di atas bantal.
Bella dengan cepat mengganti pakaian nya dengan yang dipakai kamarin. Dengan hati-hati Bella keluar dari ruangan perawatan.
Tidak perduli dengan tubuhnya yang masih lemah, tujuannya hanya satu, Bella akan pulang ke apartemen, menelpon Hana dan akan menyusul Hana ke Malaysia.
Karna Bella tidak membawa uang, Bella pun menyuruh supir taxinya untuk menunggu di lobi apartemen dan mengantarkannya ke bandara.
Tidak butuh waktu lama untuk Bella bersiap. dan akhirnya Bella berangkat menuju bandara. Pesawatnya akan berangkat satu jam lagi dan Hana akan menjemput Bella di bandara Malaysia.
Aska.
Lelaki 30 tahun itu mendadak merasa gelisah di sela-sela meeting bersama karyawannya. Bahkan Andra terus menegur Aska agar tetap fokus pada meetingnya.
Karna pikirannya tertuju pada Bella, Aska kurang menyimak presentasi karyawannya. Dan ketika meeting selesai, Aska berniat kembali ke rumah sakit namun dicegah oleh Andra.
"Gue mau ke rumah sakit lagi, lo handle disini."
__ADS_1
Andra mendengus mendengar ucapan Aska. "Lu gila Ka? lu ada meeting 30 menit lagi sama tuan takao."
"Tunda dulu, gue ngerasa ga tenang ninggalin Bella di rumah sakit sendiri."
Cih kemarin kemarin lu bilang ga perduli, sekarang lu udah mulai bucin, dasar konyol. Andra
"Ga bisa Ka. Lu udah nunda meeting ini beberapa kali, lu investor utama di pembangunan resort di Jepang, lu mau duit lu 300 miliar raib gitu aja?"
Arghhh sial. aska
Aska duduk kembali di meja kebesarannya sambil melonggarkan dasi, dia benar-benar tak sabar untuk bertemu kekasihnya.
"Ka telepon aja Bella, atau lu telepon rumah sakitnya," usul Andra.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya rumah sakit menjawab panggilan Aska.
Betapa terkejutnya Aska mendengar apa yang di katakan oleh perawat. Tanpa pikir panjang Aska memakai jasnya kembali
"Lu mau kemana ka?"
__ADS_1
"Rumah sakit. Lu gantiin gue meeting sama tuan Takao." Aska langsung pergi tanpa mendengar jawaban Andra
Sedangkan Andra hanya bisa menghembuskan napas kasar.
Bella.
Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, akhirnya Bella pun sampai di Malaysia, dan kedatangannya sudah di nanti Hana dibandara.
Mereka berpelukan sambil meneteskan air mata. "Bell kenapa muka lu pucet banget?
lu sakit?" tanya Hana saat mereka melepaskan pelukannya.
"Gue cuman ga enak badan, ayo na cepet kita ke rumah sakit," balas Bella yang mencoba menghindar dari tatapan Hana.
"Bell tunggu, lu lagi baik-baik aja kan?"
Bella mnghela napasnya, Hana takan berheti bertanya sampai Bella mengatakan yang sejujurnya. "Gue bakal cerita ke elu semuanya, tapi nanti, gue pengen cepet-cepet ketemu Bram."
Aska
__ADS_1
Dengan langkah cepat, Aska keluar dari gedung kantor miliknya. Rahangnya mengeras dan karyawan yang melihat Aska bahkan tidak berani menyapa Aska.
Dengan kecepatan penuh Aska memacu mobilnya, ketika Aska menemui kemacetan Aska berteriak seperti orang gila dan trus memencet klakson.