Lihat Aku, Om!

Lihat Aku, Om!
eps 23


__ADS_3

🌹 Melihat kalian berdua bahagia aku pun bahagi. Kita sudah melewati semua bersama dan kalian berdua adalah salah satu prioritas dalam hidupku 🌷


🐝Bramantyo Aksen Hedrayan.


Bram berdecih melihat kedua sahabatnya "Gue, heran yah. Ko bisa gitu gue dapet sahabat kaya kalian," ucap Bram.


Sedangkan Hana dan Bella hanya mengangkat bahu mereka acuh.


"Han, Lu udah gaperlu datang lagi kekantor bokap lu buat minta uang kuliah lagi ... ga rela gue liat elu gemis-ngemis ke bokap lu sendiri. Bokap lu emang keterlaluan sejak ketemu sama nyokap dan kaka tiri lu."


"Gue juga cape bram. Gue punya bokap yang kaya tapi gue bingung, anak kandungnya gue atau si Aline kaka tiri gue. Rumah gue besar, kamarnya banyak tapi pas gue masuk kuliah gue malah disuruh nge kost sama bokap gue. Kan ga masuk akal."


"sekarang gue ga mau lu datang ke perusahaan bokap lu lagi. lu bisa pake kartu itu buat bayar kuliah sama kebutuhan lu yang lain. Besok gue bakal kirim pembantu ke apartemen kalian ... Dan itu juga berlaku buat lu Bell."


Bella yang dari tadi sibuk memperhatikan kartu yang dipegangnya mengalihkah pandangannya karna namanya disebut. "maksud lu Bram?"


"Gue juga ga ke pengen lu cape-cape jadi ob. Kalian cukup nikmati apa yang gue kasih."


"Ngomong-ngomong, Bram berapa isi kartu ini?" sela Hana.


"Lu itung aja, berapa kali lu balikin duit yang gu kasih dulu. Setiap kalian balikin duit yang gue kasih dlu, gue selalu simpen disitu."


Mendengar ucapan Bram Hana dan Bella


sangat terkejut dengan ucapan Bram, Bahkan Hana sampai menyemburkan minuman yang tengah diminumnya.

__ADS_1


"Ma-maksudnya, waktu tahun- tahun ke belakang kita balikin duit lu, trus lo simpen di kartu ini?" tanya Bella terbata-bata. Bagaimana mereka tidak kaget, uang yang diberikan Bram dulu sangat besar, apalagi sekarang yang jelas-jelas uang itu sudah terkumpul.


"Ya jelas lah, itu udh hak kalian." Bram menepuk dadanya, dia merasa bangga pada dirinya sendiri.


"Wah, bell keknya kita punya jasa di masa lalu sama negara ini, sampe di masa kini Kita beruntung banget punya sahabat sultan kaya dia."


"Dan ntuk pertama kalinya dalam hidup gue, gue bahagian ketika di manfaatin sama orang kaya kalian."


"Bram lu ga mau ngasih fasilitas yang lain lagi gtu?" ucap Hana tanpa tau malu.


Bram mendengus mendengar ucapah Hana. "Kebiasaan ya lu pada, dikasih hati minta jantung."


"Mungkin maksud Hana biar kebaikan lu ga nanggung aja Bram."


Hana dan Bella hanya bisa nyengir kuda mendengar gerutuan Bram.


"Kalian bisa pake mobil yang gue pake sekarang. Kan lu kuliah sore Bell, si Hana kuliah pagi, jadi si Hana bisa nganterin lu kuliah." Bram meletakan kunci mobil di depan Hana dan Bella, dan Hana menerimanya dengan suka cita dan ber tos ria dengan Bella.


"Kuy lah kita nonton."


Saat mereka bangkit ada seseorang yang memanggil Bella


"Ka Nabhan!" panggil Bella saat Nabhan mendekat


"hai Bell, ga nyangka kita ketemu disini."

__ADS_1


"Ia kak. Kaka dari mana?"


Saat Bram melihat Nabhan dia tersenyum karna mengenali lelaki yang sedang bersama Bella. "ekhemmm." Bram berdehem.


Nabhan yang mendengar deheman Bram langsung menoleh kearah sisi dia terkejut dengan kehadiran Bram.


"Tyo!" panggil Nabhan.


"Kalian saling kenal?" tanya Bella.


"Ia. Kami sepupu jauh Bell."


"Ngapain lu han ke mall sendiri?"


"Biasa. Mbu gue nyuruh gue beli novel."


"Ck ... tanteu Dewi emang ga pernah berubah, anak sama suaminya selalu di suruh nyari novel ... Kenalin Nab, ini Hana sahabat gue."


Hana dan Nabhan pun berjabat tanganm


"Lu mah ikut nonton bareng Kita Han?"


"Kalian ngijinin?" tanya Nabhan.


Bella: ...

__ADS_1


__ADS_2