
🌷Pertama aku melihatmu, aku pikir kau tidak ada bedanya dengan wanita lain. Ketika semua wanita memandang ku dengan ke kaguman, kau malah melihatku dengan tatapan seolah kau tak perduli dengan ku. Dan aku yakin kau adalah wanita yang pantas aku perjuangkan 🌷
Nabhan Muhamad al Fadhli.
"Ka Aska. Ayo bangun!" Anyelir masuk kekamar Aska dan membangunkan Ask.
Aska pun terbangun dan dia langsung menatap tajam Anyelir. " Anyeu, udah berapa kali ka Aska bilang pernah masuk kekamar ka Aska tanpa ijin."
Anyeulir langsung tertunduk saat mendapat benatakan Aska. "Kenapa kaka Aska bentak Anyeu?" ucap Anyeulir dengan lirih.
Aska menghembuskan napas kasar. "kemasi barangmu. Tinggalah di rumah orang tuamu."
Mendengar ucapan Aska, Anyeulir langsung mengangkat kepalanya dan menatap Aska. "Ka Aska ngusir Anyeu?" tanya Anyelir.
Kamu masih punya rumah Anyeu! dan satu lagi aku tidak akan memberimu fasilitas apapun lagi. Aku mengirim mu ke Korea untuk kuliah, bukan untuk bersenang-senang," Tandas Aska dengan nada tegas.
Anyelir merasakan kerongkongan nya bagai terjepit, ternyata Aska sudah tau jika Anyeu jarang kuliah dan hanya bermain-main di Korea.
••••••
Aska turun untuk sarapan di meja makan. Dan betapa geramnya Aska melihat Kanaya sudah ada di meja makan. Aska berencana mengajak Bella untuk sarapan bersama, tapo karna ada Kanaya dia tak mungking mengajak Bella makan bersamanya. Yang Aska belum sadari adalah Bella sudah pergi meninggalkan rumah.
"Selamaat pagi sayang!" sapa Kanaya saat Aska mendudukan dirinya dimeja makan.
Aska menyeruput teh hijau tanpa menjawab sapaan Kanaya.
Melihat Aska tak menggubris dirinya Kanaya tidak menyerah. "Kau mau sarapan apa? biar aku ambilkan."
__ADS_1
"Tidak perlu," jawab Aska datar.
"Kenapa kau mengacuka ku sayang? "apa salah ku?" tanya Kananya. Ini pertama kalinya Aska
Aska memejamkan matanya kesal karna mendengar ocehan Kanaya. "Dengar aku sedang tidak ingin bicara. Kembalilah ke apartemenmu, bawa semua barang-barang mu dan jangan pernah menginjakan kaki mu di rumah ini tanpa seijin ku."
Kanaya tersentak kaget mendengar ucapan Aska. "K- kau mengusir ku?" Tanya Kanaya terbata-bata.
Ya dan jangan ganggu aku untuk sementara waktu."
Saat Aska berbicara dengan Kanaya, Anyelir berniat bergabung untuk sarapan, namun ucapan Aska langsung menghentikan langkahnya. "Dan itu berlaku juga untuk mu anyeu. Aku tidak ingin lagi melihat kalian ber dua untuk sementara waktu."
"Ta-tapi..." lirih kanaya dengan terbata-bata.
"Bibi!" teriak Aska.
"Ia tuan."
"Tolong bawakan sarapan ku keruang kerja ku! dan juga panggilkan Andra suruh dia ke ruang kerjaku juga."
"Baik tuan."
Ceklek.
Andra masuk ke ruang kerja Aska.
"Lu tuh ga sopan banget sih. Masuk biasain ketuk pintu dulu!" ketus Aska pada Andra.
__ADS_1
Tanpa mengubris gerutuan Aska. Andra langsung menhdudukan dirinya disofa. "Bodo lah, jam kerja gue masih 30 menit lagi,
Kenapa lu nyuruh gue kesini?" tanya Andra
"Apa jadwal gue hari ini? tanya Askam
"tar, gue jawab 30 menit lagi."
Aska memejamkan matanya geram mendengar jawab Andra. "lu berani ya sama bos lu sendiri?"
"Dan gue sekrang temen lu. Bukan sekretaris lu."
Aska yidak bertanya lagi pada Andra, sudah cukup kesabarannya habis mengahadapi dua wanita tadi. Sekarang dia juga harus menghadapi Andra yang kadang resenya ga ketululungan.
Andra menyeringai puas karna Aska tidak lagi mengajak Andra berdebat. Dan Andra kembali anteng memeriksa ponselnya.
Andra masih merasa aneh pada dirinya yang merasa gelisah karna hana tidak lagi mengirim Andra pesan. Biasanya setiap pagi Hana mengrim pesan sekedar mengucapkan selamat pagi atau menanyakan tentang sarapan Andra. Andra terus memperhatikan percakapannya denga Hana, dan ternyata status hana sedang online. Tapi Hana sama sekali tidak mengirim Andra pesan.
"Kenapa ni bocah ga ngirim lagi gue chat ya?"
Aska yang masih sibuk dengan lamunannya melilhake arah Andra dan bertanya. "Siapa yang ga ngirim lu chat?" tanya Aska
"Ga penting ... oh ia lu udh tau kan si Bella yang ngedonorin ginjal buat lu? lu, ga mau tau gimana ceritanya si Bella bisa ngedonorin ginjal nya buat lu?" tanya Andra.
"Ga penting." Aska menjawab singkat
"*La*h ni bocah, masih aja gengsian. Ah bodo amat lah" ucap Andra dalam hati.
__ADS_1