
Hana
Ketika Hana masuk ke lorong rumah sakit, lututnya tiba-tiba melemas. Jantungnya berdebar tidak karuan karna baru saja bertemu dengan Andra, Hana pun duduk sejenak dikursi tunggu.
Bagaimana pun ka andra udhahnolak gue di tambah lagi ada c anak pungut (aline)
lu gak boleh goyah Hana. Gak boleh!" ucap hana dalam hatinya.
Saat Hana masuk keruangan Bram, betapa terkejutnya Hana melihat Bram sudah sadar dan sedang diperiksa dokter dan Hana langsunh berlari ke arah ranjang.
"Bram ... Bram!" panggil Hana sedikit histeris.
"Mohon tenang nyonya, pasien baru saja sadar," ucap Dokter.
Tapi tangan Bram bergerak mengisyaratkan agar Hana mendekat. Dam hana pun mendekat lalu memegang tangan Bram.
Hiks ... Hiks ... Bram lu tuh tuh kuliah mahal mahal di Oxford tapi, Hiks ... Hiks, kenapa otak lu **** banget," ucap Hana sambil menangis tersedu-sedu.
Sedangkan Bram hanya tersenyum mendengar gerutuan Hana ... Ingin rasanya Bram membalas ocehan Hana tapi mulutnya serasa masih kaku untuk berbicaram
Aska. Bella.
Begitu melihat anggukan Bella, Aska mencium Bella bertubi-tubi.
"Om berhenti! sakit tau pipi Bella," keluh Bella karna Aska terus menciuminya.
"Maaf sayang aku terlalu bahagia, begitu pulang dri sini om akan mengurus semuanya ."
"Om yakin? kalau suatu saat ini kebongkar keluarga kita akan dihina habis-habisan Karna om nikahin keluarga sendiri."
Ga akan ada yang tau, Bella keponakan om kalau di luar, jadi orang ga ada yang curiga."
"Om kalau cuman nikah siri Bella gak mau. walau ga ada yang tau Bella tetep pengen nikah resmi."
"Tentu sayang."
"Om, Bella laperr."
__ADS_1
Aska mencubit pipi Bella gemas. "Kamu tuh ya, ngerusakin momen romantis aja tau ga ...
Bentar om pesenin dulu."
Sesudah Aska memesan makanan, Aska bersandar ke ranjang mengikuti Bella yang juga bersandar diranjang.
Aska menautkan jari tangannya dan tak henti -hentinya mengecup punggung tangan Bella.
"Om!" panggil Bella
"Hmm ... yank bisa ggam jangan panggil om terus, gatel ni kuping dah kaya fedopil aja tau gak."
Bella mengenyit heran. Terus Bella harus manggil apa dong?"
"Sayang misalnya."
"Huekkkkkkkk."
"Kamu tuh ya, kalau ga bisa panggil sayang panggil aja mas, kan lucu mas Aska," ucap Aska sambil tergelak.
"OM lagi om lagi, Masss Bella," ucap Aska dengan gemas.
"Ah ia, itu lah terserah!"
"Ga pernh ngapa-ngapain ciuman aja blum pernah ... Sayang kamu mau mas kawin apa dari mas?"
"Gak tau, udah dari lima tahun lalu Bella ga pernah lagi mikirn harta, yang Bella pikirin gimana caranya buat makan, sama bayar kuliah."
"Maafin mas ya sayang, mas janji kamu mau minta apa aja mas turutin."
"Om eh mas, Bella pingin buka butik sendiri kaya bunda."
"Apapun untuk mu tuan putri."
Aska menoleh kesamping untuk mencium kening Bella.
"Mas udah putusin kanaya?"
__ADS_1
"Mas belum bilang putus, tapi mas udah usir dia."
Mendengar ucapan Aska seketika wajah Bella cemberut.
"Dih jelek muka nya ditekuk gitu! yang pentingkan dari dulu mas ga pernah nganggep dia pacar mas."
"Tau ah."
"Ia-ia nanti mas bilang putus sama dia, udahan dong cemberutnya, kalau masih cemberut mas cium lagi nih."
"Apa-an sih."
Akhirnya makanan pesanan Bella pun datang dan dengan telaten Aska pun Bela walau beberapak kali Bella menolak untuk disupi.
Tak lama ponsel Bella berdering, dan Bella langsung mengambil hapenya dari saku. Dan ternyata Hanalah yang menelpon.
"Ada apa han?" tanya Bella
"Bell, Bram Bel."
"Bram kenapa Han?" tanya Bella dengan nada panik.
"Bram udh sadar Bel."
"Beneran lu han?" tanya Bella sembari melompat girang dan turun dari ranjang, membuat Aska ke heranaan."
"Sayang mau kemana?"
"Bram sadar mas, aku mau ke rumah sakit sekarang," ucap Bella sambil melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar hotel.
Mendengar ucapan Bella, Aska pun buru -buru menyusul Bella.
"Besok aja ya sayang, ini udah malem."
"Tapi mas ..."
"udah besok aja, liat muka kamu pucet gitu ... Ayo masuk lagi!"
__ADS_1