
Aska menyeringai jahat saat Andra ngos-ngosan didalam ruangannya.
Andra langsung melihat jam tangannya dan sialnya lagi, jam istirahat masih 3 jam lagi, padahal dia sudah ingin sekali memaki-maki bosnya.
"Pak!" panggill Andra sopan.
Althaf yang berada dibelakang Andra langsung menutup mulutnys yang ingin sekali tertawa terbahak-bahak.
"Althaf, ikut saya keruangan saya sekarang!"
"Baik pak."
"Dan kamu Andra, Saya beri kamu cuti dua hari." Aska langsung meninggalkan ruangan sekretarisnya dengan tersenyum senang.
Andra langsung terduduk lemas dikursi kerjanya, Dia benar-benar mengutuk bosnya yang sudah menyuruhnya cape-cape datang kekantor tapi ujung-ujungnya dia tetap diberikan cuti.
"Tap!" panggil Andra.
"Hemm."
"Lu mau keruangan si Aska kan. Gue titip kopi ya buat die. Gue campurin sianida ke kopinya. Biar manpuss sekalian tuh orang" Andra tak kuasa menahan rasa kesalnya dia menendang-nendang meja dan menggerutu tidak jelas.
"Balik sanah, ganggu aja lu!" ucap Althaf sambil bangkit dari duduknya.
•••••••••••
"Mana Keinya Bram?" tanya Aysel saat masuk kerumah dan melihat Bram sedang membenarkan bajunya yang kusut.
"Kekamarnya kali, gue balik ya. Malam ini gue terbang lagi ke London."
"Lah cepet amat Bram."
"Gue keinget Lila terus, Lila kemarin demam."
"Kapan lu bawa Lila ke Indonesia?"
__ADS_1
"Tar kayanya kalau udah usianya setahun. Gue balik dulu ya." Bram memeluk Aysel dan Raffa bergantian.
Sore hari.
"Dadyyyyy,", teriak Raffa yang melihat Aska masuk kedalam rumah. Raffa langsung berlari dan merentangkan tangannya agar Aska memanggkunya.
"Mana mommy sayang?" tanya Aska saat memangku Raffa. "Mommy dikamar daddy."
Aska langsung meneruskan langkahnya, saat dia melewati ruang keluarga, dia melihat Keinya sedang menonton tivi. Keinya yang merasa dipanggil langsung menoleh, dia melirik Aska dengan tatapan sebal. Keinya langsung pergi kekamarnya meninggalkan Aska dan Raffa.
"Kaka, kenapa sayang?" tanya Aska pada Raffa. Sedangkan Raffa hanya menganggakat bahunya acuh dan asik memainkan bulu didagu Aska.
"Raffa, sayang, daddy mandi dulu oke, bagaimana jika kau menonton, setelah daddy mandi mari kita bermain."
Raffa pun menganguk dan turun dari tubuh Aska.
"Yank!" panggil Aska saat masuk kekamarnya. Namun dia tak melihat keberadaan istrinya.
Lalu Aska melangkahkan kakinya ke Walk in closer, ternyata Aysel memang sedang berada disana. Dia sedang membereskan baju-baju Aska yang baru disetrika oleh pembantunya.
"Masss ngagetin aja sih,"ucap Aysel saat Aska memeluknya dari belakang.
Cup. Aska mencium pipi Aysel dari samping.
"Mas mandi dulu gih, entar aku siapin teh hijau!" titah Aysel.
Bukannya menurut Aska malah mengeratkan pelukannya. "Yank!"
"Hemm."
"Bibi masak apa?"
"Rendang sama udang ... mas mau makan? Kalau mau aku siapin, Keinya juga belum makan."
"Kenapa Keinya belum makan yank?"
__ADS_1
"Dia mogok makan," ucap Aysel dengan tergelak.
"Kenapa dia mogok makan?"
"Aku tadi bilang kita ga akan jadi pergi ke Spanyol, eh dia malah mogok makan."
Aska melepas pelukannya. "Berarti dari tadi siang Keinya belum makan?"
"Ia."
"Yank, kmu terusin aja ya, aku mau makan dikamar Keinya sambil nyuapin dia." Aska langsung pergi meningalkan Aysel.
"Mas mandi dulu." teriak Aysel.
"Aku masih ganteng yank, mandinya entar aja!" teriak Aska sambil membuka pintu kkamarnya.
•••••
"Kei!" panggil Aska. Dia masuk kekamar Keinya sambil membawa piring berisi makanan untuk Keinya.
Keinya yang sedang duduk disofa memainkan Barbienya langsung berbalik memunggungi Aska.
Aska duduk disebelah Keinya.
"Kei, kau marah pada daddy?" tanya Aska.
Keinya tak bergeming. "Apa kau marah ksrna kita tak akan jadi ke Spanyol?" Keinya pun mengangguk kecil.
"Kei, kita akan tetap berangkat ke Spanyol."
Seketika Keinya membalikan tubuhnya. "Benarkah daddy? daddy tidak membohongiku kan?"
Saat Keinya berbalik, Aska menyipitkan matanya. Dia melihat ada noda saus yang masih basah dibaju Keinya. Lalu Aska mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Keinya. tatapannya berhenti dimeja belajar Keinya. Aska melihat ada piring dikolong meja belajar Keinya. Saat melihat piring kosong di kolong meja belajar, Aska ingin sekali tertawa, ternyata Keinya tidak benar-benar mogok makan dan ternyata dia dan istrinya telah tertipu oleh tingkah putrinya. Keinya hanya berpura-pura. Dan memakan makan siangnya dikamar tanpa sepengetahuan Aysel.
Flashback
__ADS_1
Saat Aysel masuk kekamarnya Keinya yang sedang memberenggut kesal dan sedang mogok makan, merasakan perutnya sangat lapar. Dia diam-diam pergi kedapur dan meminta pembantu untuk mengambilkan nasi dan lauk pauk untuknya. Dan setelah itu keinya mengendap-ngendap pergi kekamarnya agar Aysel tak memergokinya yang hanya pura-pura mogok makan.