
Mohon maaf telat revisi nya...
-oOo-
Yuan berjalan terseok-seok di antara bebatuan jalan, langkahnya ditarik sejauh mungkin meninggalkan area pemukiman menuju daerah sepi di pinggiran. Mulutnya tak berhenti menggerutu karena kesal.
"Setidaknya aku harus hidup, kan?. Lihat saja laki-laki keparat!" ucap Yuan dengan nada penuh kekesalannya.
Sementara itu di sisi lain...
"Kak Fen, benar pernah lihat Yuan?" Tanya Yan dengan nada antara antusiasme dan keraguan, matanya bersinar cerah seakan mendapat harapan begitu besar.
Fen hanya diam mencoba mengingat, beberapa saat kemudian dia buka suara, "Aku cuma lihat sekilas Yan, waktu itu aku baru keluar dari tempat fotocopy, tidak tahu juga kalau itu orang lain, yang punya hoodie hitam begitu kan bukan cuma Yuan saja," tutur Fenzie dengan sabar agar tidak salah memilih kalimat yang akan membuat Yan marah.
"Oh, setidaknya kalau itu benar Yuan, berarti dia masih di sekitar sini, kan?" Aku tidak sia-sia," Gumam Yan lirih, "Ya sudah Kak, Yan mau ke kampus dulu, sampai jumpa"
Yan berlari menyusul Elma yang sudah menunggu dengan motor matic-nya.
__ADS_1
"Ayo, El kita berangkat."
Elma hanya mengangguk lalu menyalakan mesin motornya dan melajukannya meninggalkan pekarangan rumah Yan menuju kampus mereka.
"Bagaimana Kak Fenzie?" tanya Elma saat motor mereka berhenti di lampu merah.
Yan membuka kaca helmnya agar suaranya tidak terperangkap di dalam, " Katanya dia lihat orang seperti Yuan, tapi tidak tahu kalau hanya mirip, kan banyak yang punya hoodie begitu, kira-kira gitu. Aku sih berharap itu benar-benar Yuan," tutur Yan.
Elma hanya mengangguk tanda iya, karena lampu hijau sudah menyala dan kendaraan di depan mereka sudah maju. Maka Ia ikut maju dan membawa kendaraan itu ke jalan berbelok di kanan.
Kalau yang dilihat Kak Fen itu benar Yuan, pasti dia jalan kaki kalau mau pergi, sebab tidak ada yang tau kemana dan dimana dia, masuk akal. gumam Yan dalam hatinya.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di parkiran sekolah. Yan melepas helm yang dipakainya diikuti oleh Elma.
"Eh, datang ya? Bagaimana Kakak dan pacar tersayang nya? Sudah pulang, atau tidak mau pulang?" Tanya seseorang dari sisi kiri mereka.
Yan menoleh, Amelia berdiri di san.xengan tangan berkacak pinggang. Yan hanya melirik sinis lalu sibuk dengan Elma.
__ADS_1
"Tch! Kalian.tidak perlu bergaya begitu, aku tahu Yuan belum pulang kan?"
Yan dan Elma hanya diam tidak menggubris sama sekali perkataan Amelia yang berusaha mencari perhatian. Mereka sibuk berbicara berdua dengan suara lirih sehingga Amelia tidak mendengarnya. Mereka terus berjalan menuju koridor dalam meninggalkan Amelia yang masih mengoceh kesana-kemari dan mencak-mencak karena tidak dihiraukan.
"Huh, dasar bodoh. Kalau saja Yuan berpacaran dengan ku, ini semua tidak akan pernah terjadi," Gumam Amelia kesal.
"Apa yang tidak terjadi?"
Amelia menoleh kaget, ke arah belakang. Riri, salah satu teman dekat Yan berdiri di belakangnya sambil menekan kacamata lebih ke atas.
"Tidak, maksudku aku pasti akan mencari lebih giat lagi, sudahlah kau tidak tahu apapun, pergi sana!"
"Aku kan kuliah di sini, bagaimana kau mau pergi?" Sahut Riri kemudian berlalu dari sana.
**Bersambung..
Maaf telat, sibuk**...
__ADS_1