
Β
Setidaknya dia belum mati. Aku benar-benar kasihan dengannya. Kenapa Wanita itu jahat sekali ?!.
Seseorang itu duduk di sebuah kursi taman sambil memandang kosong ke depan. Ia menghirup dalam-dalam bau khas tanah di taman tersebut. Ia memenuhi paru-paru nya dengan udara, setidaknya Ia bisa menghirup udara bersih tanpa harus berbagi dengan wanita itu.
Kapan aku bisa pergi dari wanita itu ? Aku lelah sekali kali harus begini. Tapi lihatlah Nyonya, kau akan menyesal!.
-oOo-
~Sementara itu di Rumah Sakit.
Jen, Mika, Dan Yohan sedang duduk di kursi tunggu sambil menunggu dokter. Tak lama seorang dokter wanita keluar dari ruangan Alya.
" Bagaimana keadaan adik saya Dok? " tanya Mika.
" Dia baik-baik saja hanya, dia mengalami shyok karena kejadian tersebut, untuk sementara pasien masih belum sadar karena pengaruh obat bius." tutur sang Dokter.
Mika dan yang lainnya menghembuskan napas lega. Mereka masuk untuk melihat keadaan Alya.
Mereka!!
Jen duduk di sisi ranjang Alya sambil tetap memeluk bonekanya. Sedangkan Mika hanya duduk tanpa mengubah ekspresi dinginnya. Mereka menunggu Alya sadar.
" Al, ayolah bangun, kau tidak lelah tidur ? Bukannya tadi malam kau sudah tidur bahkan aku harus susah payah membangunkan mu, Alyaa " Ucap Jen mencoba mengajak Alya berbicara agar lekas sadar.
" Iya Al, bangunlah Kau tidak kasihan pada Ayah ? " Mika ikut berusaha.
Karena lelah menunggu mereka hanya diam sambil menunggu efek obat bius yang diberikan oleh dokter tadi berkurang. Saat Yohan memerhatikan Alya yang masih tertidur karena pengaruh obat, Ia melihat Alya mulai membuka matanya perlahan.
" Alya, " Yohan segera mendekat untuk memastikannya.
Jen dan Mika yang mulai lelah dan mengantuk segera sadar. Mereka melihat Alya yang mulai membuka matanya perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Ia menatap sekelilingnya dengan bingung dan kosong. Ia beralih kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya.
" Aku dimana ? " Tanyanya dengan suara lemah.
" Di rumah sakit " jawab Jen antusias, " kita tadi kecelakaan, di jalan tapi aku selamat" Jen kembali melanjutkan kalimatnya.
Alya kembali mengalihkan pandangannya. Hening. Iamasih membisu menatap sekelilingnya dengan perasaan bingung. Ia kembali menatap orang-orang di sekelilingnya, Ia melontarkan pertanyaan yang membuat orang-orang disekelilingnya terkejut.
" Si--Sia-Pa kalian ?" tanyanya masih dengan suara lemah.
" Alyaa " Jen berusaha berucap memanggil nama sahabatnya dengan perasaan sedih.
Sedangkan Mika. Ia begitu kaget dan sedih dengan kenyataan ini, Ia mematung beberapa saat berusaha mencerna apa yang terjadi.
Tidak, tidak mungkin, tidak mungkin terjadi lagi!
__ADS_1
Ia masih belum percaya dengan apa yang dikatakan Alya. Tidak mungkin Adiknya hilang ingatan ?!.
Sementara Yohan langsung memanggil dokter ke ruangan adiknya.
" Dok, apa adik saya amnesia ?" tanyanya dengan suara parau, menahan tangis.
" Bisa saja, karena sewaktu kejadian kepalanya membentur kemudi dengan cukup keras " Ucap sang Dokter.
" Tapi, bagaimana bisa Dok ? Bagaimanapun dia pernah a-- " Yohan sadar dan segera menghentikan kalimatnya.
" Itu bisa saja terjadi, kalau sudah tidak ada yang diperlukan lagi saya mohon izin karena masih ada pasien yang harus saya tangani, mohon pasien untuk diperhatikan istirahatnya lagi " Ucap sang dokter. Setelah itu dokter tersebut berlalu keluar ruangan sampai tubuhnya tidak terlihat oleh penglihatan orang-orang yang ada di ruang rawat Alya.
Jen menatap Alya dengan sedih, Ia masih memeluk bonekanya saat itu. Saat dokter sudah pergi dia mulai berbicara kepada Alya.
" Kau tidak ingat padaku ? Kita bahkan akan jalan-jalan bersama sebelumnya " ucap Jen dengan sedih.
Alya hanya diam membisu sambil menatap langit-langit ruangan tempat dia di rawat. Ia mencoba menatap Jen yang terus menatapnya dengan sedih. Alya masih membisu, bibirnya yang tampak kering itu tertutup rapat, tanpa terlihat ada celah untuk terbuka. Ia seakan masih bingung dengan kondisinya saat ini. Saat Ia bangun dri tidurnya yang melelahkan Ia tiba-tiba di kejutkan dengan ketiga orang yang ada di sisi nya, menunggunya dengan penuh ke khawatiran. Ia tidak mengenal gadis dengan boneka di pelukannya yang duduk di sebelahnya. Ia juga tidak tahu siapa laki-laki dan jug wanita dingin yang menatap ke arah nya dengan khawatir.
Siapa mereka ?
Dimana aku ?
Bukankah aku sedang tertidur panjang saat ini ?
Kenapa tiba-tiba aku di sini ?
Pertanyaan-pertanyaan terus berkecamuk di pikiran Alya. Sampai Ia melontarkan pertanyaan yang kembali membuat mereka yang ada di ruangan itu kaget.
" Siapa nama ku ? "
Mika refleks menutup mulut dan wajahnya dengan kedua tangannya seakan tak percaya.
Tidak, ini mustahil sekali tidak mungkin !
" Apa kau tidak ingat siap a Kami ? Nama mu ? Atau apa yang terjadi sebelum hari ini di masa lalu ? " Tanya Yohan secara beruntun.
Alya hanya menggeleng memberikan jawaban.
Jen terus mendekap bonekanya berusaha menahan air matanya.
" Aku seharusnya terlelap dalam tidur panjang ku, seseorang berkata padaku kalau aku akan bangun nanti di masa depan, tapi jiwaku yang lain akan menggantikan diriku sebelum aku benar-benar terbangun.
Mika semakin terkejut dengan perkataan Alya.
Apa ini nyata ? Apa ini, karena ini dia berbeda dari dulu, siapa wanita orang yang bilang begitu padanya ? Apa Mama ? Tidak mungkin ?! Ini mustahil.
" Siapa orang itu ? Apa wanita ? Siapa namany " Mika refleks bertanya, bukan apa-apa dia hanya ingin memastikan kebenarannya.
__ADS_1
" Yu- Yu-, Yuri Ka- Yano, ya Yuri Kayano !!!"
Jdarrrr!!!!
Seakan mendengar bunyi petir yang menggelegar semua yang ada di ruangan itu seakan kaku mendengar ya.
Tidak mungkin! Ini apa benar ?! Tidak, ayah bahkan juga tidak Tahu! Apa maksud ini semua ?! Mustahil !!
Saat semua masih bingung dengan pikirannya masing-masing dengan kebenaran yang dikatakan Alya. Alya tiba-tiba kembali berkata yang terus membuat orang kaget dan tidak mengerti.
" Dia bilang aku akan kembali dengan nama--"
" Siapa ?! " Jen yang tidak sabar langsung menyela.
" Ak- Aku, em A-- em Ana , Nah seperti itu, aneh sekali ?"
Di antara semua Mika lah yang paling terkejut. Ia langsung menarik tangan Yohan dan mengajaknya keluar.
" Kak, ini bahkan berbeda sekali dengan yang dulu "
" Tapi, Mika, aku tidak mengerti sama sekali, dulu dia hanya ingat namanya sendiri, dia juga mengingat yang lain kecuali kau dan, Mama ..... " Yohan mengakhiri kalimatnya dengan lesu.
" Aku tidak percaya, dia aku ingat dia sebagai Ana bukan Alya, dan apa kakak tidak tahu... ??"
Yohan menggeleng lemah.
" Sifat mereka berdua berbeda "
" itu hanya perasaan mu, "
" Tapi aku yakin dia jujur, ku selalu mendengar apa yang dikatakannya dalam mimpi dan aku selalu melihat apa yang dia lakukan setiap bangun tidur, pasti.... "
" pasti apa ??!!" Yohan dengan tidak sabar langsung memotong ucapan Mika.
" Pasti.... "
Dan Mika memberi tahu agar Pembaca jangan lupa meninggalkan komentar dan likenya ππ»π€.
-oOo-
***Hai semua, Arhaa hadir lagi hehe π.
masih suka baca karya Arhaa kan ? pasti Donk.
ok, Arhaa bakal lanjutin terus ceritanya, iya lah tanpa diminta pasti Arhaa tamatkan π.
Intinya semangatin Arhaa terus yahh, Bye-Bye...
__ADS_1
Sayounara Darling ππ»π₯***.