
Pagi masih remang matahari belum memunculkan diri di ufuk timur. Hawa dingin menusuk kulit, kabut di luar juga masih cukup tebal karena ini musim kemarau.
Elma menguap malas di atas tempat tidur. Mengucek matanya yang sedikit buram karena bangun tidur. Jam masih menunjukkan pukul setengah enam pagi, tetapi Elma sudah terbangun karena jam weker miliknya.
Ia masih enggan berdiri untuk sekedar melemaskan otot-otot nya. Matanya menatap nanar ke segala sisi kamarnya. Ia kembali menaikkan selimut menutupi tubuhnya karena hawa dingin masih menusuk. Ia pertahankan agar matanya tidak terpejam, atau dia akan mendapat jam kesiangan kali ini.
Drrt... Drrt...
Ponsel di atas meja bergetar, menandakan ada panggilan masuk. Elma menggerakkan tangannya mengambil benda pipih di atas meja.
Sejenak menatap layar ponsel nya.
Unknown Incoming Call.
Elma sering beberapa kali mendapat panggilan dari nomor tidak di kenal, tetapi tak ada satupun yang di tanggapinya. Karena Ia menganggap itu hanya salah sambung, barangkali nomornya terlalu terkenal sampai beberapa nomor menghubunginya. Haha, terkadang dia juga geli memikirkan hal itu.
Ponselnya bergetar lagi ada, ada panggilan bukan dari nomor tidak di kenal melainkan Yan.
'Ya, halo apa Yan? ' tanya nya saat panggilan terhubung.
'Em, aku mau tanya El, kapan kami terkahir kali chttaing sama Yuan? ' Tanya Yan dari seberang setelah mendengar suara Elma.
'En, sebentar ya, "
Elma melihat aplikasi chat di ponselnya chat terakhirnya dengan Yuan 8 hari lalu tepat sehari sebelum Yuan menghilang.
__ADS_1
' Tanggal 12 Maret Yan kenapa? '
' Eh, nothing, aku ingin mencoba membuka akun sosial media Yuan, tapi ya kau tau kan akun private, '
' Yah begitulah Yuan, "
Elma menghembuskan nafas kasar setelah kalimat jawaban dia lontarkan.
'Yuan memang aneh, sebenarnya kenapa harus pakai akun private? Menyusahkan sekali! '
' Hmm, jadi bagaimana? ,'
' Entahlah, sudah ya aku mau mandi dulu, sampai jumpa '
Yan mengakhiri panggilannya saat itu juga. Sehingga Elma langsung meletakkan ponsel kepunyaannya di atas meja. Sementara Ia duduk di tepi ranjang dengan selimut membalut tubuhnya. Pandangan matanya masih nanar dan pikirannya berkelana menebak-nebak dimana keberadaan kekasihnya, Yuan.
Matanya terpejam mencoba memutar pertemuan terakhir dirinya dengan Yuan. Seakan tak percaya kalau Yuan menghilang, atu lebih tepatnya tidak pulang. Karena Yuan sudah berumur sekitar 18 tahun bahkan hampir 19 tidak mungkin kalau dia di culik. Begitu pikir Elma. Tapi tetap saja bayangan-bayangan aneh selalu muncul di benak Elma.
" Ini semua karena aku, " gumamnya lirih.
Saat melihat ke arah jendela kamarnya. Keadaan di luar sudah cukup terang matahari nampak samar-samar di ufuk timur. Tapi kabut masih ada. Elma segera berdiri dari duduknya dan merapikan selimut yang sebelumnya dia pakai membungkus tubuhnya.
" Baiklah, semangat Elma! "
Ia mengambil handuk dan segera keluar ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Di sisi lain.
Setelah mengakhiri panggilan via telepon dengan Elma, Yan tidak langsung mandi melainkan duduk menekuk lutut di atas tempat tidur. Ponselnya di letakkan sembarang di atas tempat tidur, dengan musik jazz menyala.
Sesekali pandangannya di arahkan ke jendela memastikan keadaan. Saat dilihatnya di luar sudah cukup terang, Ia berdiri menyingkap sedikit tirai biru tipis itu. Matanya memerhatikan sekitar berharap Yuan datang dengan sendirinya, sehingga ibunya tidak bersedih atau murung lagi.
Kadang Yan berfikir mungkin kah Yuan pergi dari rumah karena dirinya. Karena Yan dan Yuan seringkali bertengkar atau adu mulut. Tetapi akhirnya mereka akan berbaikan tanpa di minta. Karena bagaimanapun Yan tetap.membutuhkan bantuan Yuan.
" Tidak mungkin, " gumamnya.
" Sebenarnya Yuan dimana? " Gumamnya lagi.
Yan menarik perlahan tirai jendela sehingga tertutup sempurna. Ia kembali duduk di atas tempat tidur tanpa berniat keluar, kabut masih tebal di luar menyebabkan udara pagi ini masih cukup dingin.
Setelah cukup lama, Ia hendak berdiri, segera menyiapkan diri sebelum pergi, karena hari ini dia ada jadwal pagi dan sore.
" Jangan pikirkan yang tidak-tidak Yan, " Ucapnya pada diri sendiri.
Setelah itu Yan pergi mengambil handuk dan seragam yang akan dia gunakan. Tepatnya bukan seragam hanya baju kasual yang terlihat sedikit formal karena di kampusnya seragam hanya di pakai hari Senin dan hari-hari tertentu saja.
Yan segera keluar dan menutup pintu kamarnya terlebih dahulu. Kemudian menyegerakan diri ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang terasa lengket.
" Yuan? kemana dia? " gumamnya sebelum memasuki kamar mandi.
bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen serta vote nya B)