Loss Of Yuan

Loss Of Yuan
Ch 14 ~ Mengamati.


__ADS_3

Hai πŸ––πŸ»


Masih setia baca Novel Arhaa ?


wah yang jawab 'iya' makasih banget loh πŸ€—.


dukung terus yah πŸ™‚,


semoga kalian tetap suka karya arhaa, πŸ™πŸ»


sedikit promosi nih , "jangan lupa follow IG Aku yah @arhaadtz_ "


Udah kita lanjut ke novel nya yah, πŸ˜™πŸ₯€.


-oOo-


Pagi menyambut, matahari tampak keluar dari ufuk timur memancarkan cahayanya. Cahaya matahari yang menembus tirai-tirai kamar membuat Alya terbangun dari tidurnya, Ia sejenak mengamati sekitarnya.


Ahh, iya.


Ia berdiri meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku. Berjalan menuju jendela lalu membuka tirai nya perlahan, dilanjutkan membuka kaca jendela kesamping kanan dan kiri, Ia menyipitkan matanya saat sinar matahari mengenai matanya. Ia menghirup dalam-dalam udara pagi, menyeruak memenuhi paru-paru nya.


Aku seperti pernah melakukannya.


Ia membiarkan dirinya diterpa sinar matahari pagi yang begitu menghangatkan. Ia melihat-lihat taman yang ada di belakang rumah itu tepat menghadap balkon kamarnya. Banyak bunga-bunga ditanam di sana. Embun masih membasahi dedaunan tanaman, jatuh mengalir di ujungnya. Membuat tanah menjadi basah. Ia memutuskan untuk turun ke taman, Ia berbalik sejenak Ia menatap Jen yang masih terlelap dalam tidurnya.


Kalau aku membangunkannya, apa gadis ini akan marah ? Ahh, sudahlah aku sendiri saja.


Alya melangkahkan kakinya ke arah pintu lalu berlari kecil menuju taman belakang. Ia diam masih melakukan kebiasaannya, menghirup udara sampai paru-parunya terasa penuh. Begitu menenangkan, pikirnya. Ia berjalan menuju kursi yang ada di sana. Mendudukkan tubuhnya di sana mengamati bunga-bunga yang ada di sana. Ia berdiri mendekati bunga itu.


" Hai, kau cantik sekali,nama ku Alya, andai saja ku cantik seperti mu " Alya berbicara kepada bunga-bunga itu.


Ia masih berkeliling di taman itu melihat bunga-bunga yang bermekaran di sana. Ia menatap langit biru yang mulai tertutup awan mendung menandakan bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Alya tak mengindahkan pertanda alam tersebut Ia masih sibuk berjalan mengagumi bunga-bunga yang ada di taman. Tanpa Ia sadari sepasang mata tampak mengawasi tingkahnya. Senyuman tersungging di bibirnya yang tampak dingin. Sesaat kemudian Ia melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Alya tak menyadari rintikan hujan mulai turun secara perlahan, tiba-tiba saja rintikan itu menderas hebat membuat Alya harus berlari menuju teras taman, Ia terlanjur basah karena taman yang terlalu luas. Siapa yang menyangka taman belakang sebuah rumah bisa luas seperti itu. Ia terlena dengan keindahan bunga-bunga yang di tanam di sana. Sehingga Ia tak sadar hujan mulai turun. Ia segera masuk dengan tubuhnya yang basah kuyup. Tak ada orang. Sepi. Ia segera naik ke kamarnya berniat mengganti baju. Ia segera mengambil handuk dan pakaian gantinya. Setelah mengeringkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya Alya duduk di tepi ranjang.


Kemana semua orang ? Sepi sekali.


Alya memutuskan berjalan-jalan mengelilingi rumah. Ia menuruni tangga mula-mula Ia menuju ruang tamu. Menatap satu per satu foto yang terpajang di sana.


Ahh, Iya ini foto Mama...

__ADS_1


Ia melanjutkan langkahnya menuju dapur. Sepi.


Kemana perginya semua orang, kenapa hanya ada aku di sini. Hujannya deras sekali untung saja tidak ada petir.


Alya menghentikan langkahnya, Ia memutuskan kembali ke kamarnya. Ia duduk di tepi jendela menanti hujan segera reda. Duduk menyentuhkan telapak tangannya ke kaca jendela. Merasai dinginnya kaca tersebut. Ia menatap embun-embun hujan yang menempel di kaca, suara hujan masih mendera dengan deras nya. Ia memundurkan dirinya merasai dinginnya suhu udara di kamarnya, Ia membaringkan dirinya di ranjang menutupi tubuhnya dengan selimut bermaksud menghangatkan suhu tubuhnya. Tak lama Ia tertidur.


Ceklek...


Jen masuk kamar kepalanya di julurkan melihat Alya yang sedang ada di dalam. Ia melihat Alya yang tertidur pulas berbalutkan selimut di tubuhnya. Ia melangkah masuk mendekati Alya sambil tetap memeluk boneka panda kesayangannya.


Oh, sahabat ku.


Ia duduk sejenak menatap Alya yang tertidur. Raut wajahnya nampak memikirkan sesuatu.


FalshBack Off...


Mika yang sedang mengamati tingkah Alya yang berjalan mengamati bunga di taman belakang.


Dia terlalu senang sampai tidak mengetahui keberadaan ku.


Ia masih terus memerhatikan Alya.


Ahh, aku harus menyusul yang lain.


Jen, Yohan, dan Mika sedang berada di ruang CCTV. Mereka berencana mengamati Alya darisana, karena Jen yang masih sangsi atas lupa ingatannya Alya.


" Tapi Jen-- " Yohan hendak berkata tapi Jen kembali memotong kata-katanya.


" Kak, apa ini tidak aneh, dia bahkan masih mengingat ibunya, harusnya tidak! Dulu dia lupa semuanya termasuk aku dan kalian kenapa sekarang... " Jen menggantung kalimatnya.


" Kita bisa lihat di ruang CCTV. Tapi aku juga ragu kalau Alya sungguhan apa kau Tidak Kak ? " Jen memandang Yohan meminta pendapatnya, lalu beralih menatap Mika.


" Entahlah, ini juga terasa aneh, tapi Alya seakan...."


Setelah berdebat panjang, mereka mutuskan untuk mengamati Alya keesokan harinya dari ruang CCTV.


~Di ruang CCTV...


Mereka bertiga masih mengamati semua perbuatan Alya seakan berusaha memergoki maling yang masuk rumahnya.


Tampak Alya yang berlari kecil menuju kamar, skip.

__ADS_1


Tampak Alya yang berjalan pelan mengitari ruang tamu. Mengamati foto yang ada di sana. Saat Alya sedang mengamati foto Yuri, mereka mengamati mata Alya yang seakan menyiratkan sesuatu.


" Kenapa dia selalu menatap foto Bibi Yuri dengan tatapan seolah-olah mengintimidasi penjahat, " ucap Jen cepla-ceplos.


" Entahlah, tapi saat dia pulang dari rumah sakit juga begitu " Mika menimpali.


" Padahal,." Yohan sengaja menggantung kalimatnya, ingin melihat reaksi Jen dan Mika.


" Kenapa? "


" Apa ? "


" Padahal, sebelum dia lupa ingatan dia sama sekali tidak mempermasalahkan atau menanyakn perihal foto itu, bukan kah dia juga sering melihatnya ? "


Mika merenung sejenak membenarkan pemikiran Yohan.


Sepertinya, ahh tidak mungkin!


Mereka meneruskan pengamatannya, mereka tidak memerhatikan Al yang Alya lakukan di dapur saat itu karena sibuk berdebat mengenai masalah foto tersebut. Mereka hanya melihat Alya menaiki tangga menuju kamar. Mereka menyelesaikan pengamatannya saat melihat Alya yang tidur dengan menutupi tubuhnya dengan selimut.


" Apa ini akan di lanjutkan, aku memang merasa dia berbohong, tapi kita juga salah kamu harus tidak memercayainya " ucap Jen.


" Entahlah Jen, " Yohan menjawab dengan lesu.


Oh, Ya Tuhan, dia menjawab kata-kataku? Yah walaupun hanya begitu tetap saja jawabannya keren, hah! Jen membatin sambil terus menatap wajah Yohan.


Percayalah Jen, kau memang pndai menyembunyikan perasaan mu terhadap orang yang kau sukai, aoalagi orang tersebut tidak peka sama sekali. Kasihan. Tapi orang lain tidak, termasuk Mika!


Oh astaga dalam situasi begini Jen masih sempat mengagumi Kak Yohan, CkCk. Gumam Mika dalam hati.


FlashBack On....


Jen memutuskan untuk duduk membaca buku ambil menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur. Sesekali Ia menatap ya yang tampak tertidur dengan pulasnya.


Biasanya dia sulit sekali untuk masalah tidur, tapi sekarang tidak sama sekali. Apa dia benar-benar sedang berandiwara ? Ahh, aku seakan tidak percaya dan menuduhnya begini.


Bersambung....


β€’


β€’

__ADS_1


β€’


β€’


__ADS_2