Loss Of Yuan

Loss Of Yuan
Ch 24 ~ Bau?


__ADS_3

keadaan rumah cukup sepi mungkin karena hanya di huni oleh keluarga kecil Mikoto. Tanpa ada satupun pelayan di rumah sebesar itu. Terkadang Mika sering berpikir kenapa ayahnya tidak memperkerjakan pelayan untuk mengurus rumah karena semua penghuni rumah memiliki kepentingannya masing-masing. Termasuk ayahnya sendiri yang sering pamit pergi ke luar kota atau luar negeri. Entah apa yang di kerjakan nya sampai Ia seperti tidak pernah peduli dengan apa yang terjadi dengan keluarga nya. Termasuk kondisi Alya.


-oOo-


Mobil hitam besar baru saja terparkir sempurna di halaman rumah besar itu. Beberapa anak manusia tampak keluar dari kendaraan bermesin tersebut. Salah satu dari mereka mengeluarkan kunci dan membuka pintu besar rumah. Lalu satu persatu masuk sampai yang terakhir dari mereka menutup pintu dan menguncinya, dengan meninggalkan kunci tetap tergantung di tempatnya.


Mereka mengistirahatkan tubuhnya d atas sofa empuk. Salah satu dari mereka mengajak gadis di sebelahnya untuk segera beranjak, meninggalkan ruangan dan orang-orang di hadapannya.


-oOo-


" Ada apa Al, "


" Entahlah Jen, aku hanya berpikir kenapa rumah sebesar ini tidak ada pelayan sama sekali? "


" Aku juga tidak tahu, semenjak Tante Yuri di kabarkan meninggal Paman Adrian tidak mengijinkan pelayan bekerja di rumah ini. Awalnya aku juga bingung, tapi entahlah "


" Oh "


Kenapa aku bisa sampai lupa ingatan yah? Aku seperti mengingat sesuatu yang aneh dari orang-orang di rumah ini. Tapi apa?.


Alya memanggil Jen yang sedang berdiri di dekat jendela. Tapi Jen hanya diam tanpa menoleh sedikitpun. Alya yang bingung langsung menghampirinya. Dia melihat Jen sedang mengawasi halaman dengan manik mata beningnya.


Apa yang di lihatnya.


Alya yang bingung langsung ikut mengalihkan pandangannya ke bawah. Ia melihat sebuah mobil sedan berwarna hitam melintasi rumahnya. Hanya itu. Tapi, ada yang aneh dari mobil itu. Mobil itu melintasi rumah ini tidak hanya sekali, tetapi hanya bolak-balik di jalan depan rumah.


Seperti sedang mengawasi. Batin Alya.


Aku seperti mengenal mobil itu? Apa mungkin dia?


Keberuntungan untuk Jen dan Alya karena mereka tidak membuka kaca jendelanya sehingga pengemudi mobil sedan di bawah sana tidak tahu kalau sedang diawasi. Sekitar 5 menit berlalu mobil itu baru pergi.


Alya dan Jen segera menutup kembali tirai jendela dan melangkahkan kakinya menuju tempat tidur. Setelah kejadian mobil tadi, Jen nampak seperti memikirkan sesuatu hal itu membuat Alya mengerutkan kening karena bingung.


'Okeh, sebelumya author minta maap kalau nda nyambung dangan malah-malah sama author, karena pikilan author lagi buntu, jadi nulis eh ngetik seadanya dulu, oke? bay:v'


"Jen, kau kenapa? "


" Tidak, aku, eoh," Jen tiba-tiba menutup hidung.


" Apa? kenapa? "


" Kau bau sekali! Kau belum mandi ya? "


" Sialan! Aku baru mau mandi tadi, tapi kran airnya mati, "


" Hah? "


" Kran air mati! "


" Kran air kamar mandi mu kan tidak pernah rusak, kau pasti alasan, sana kau bau, nanti labbit ku mabuk mencium bau busuk mu, " ucap Jen sambil menutup hidung boneka kelincinya.


" Sialan! " Alya mendengus kesal lalu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


-oOo-


Mika, Yohan, Jen dan Alya sedang duduk bersama di meja makan untuk sarapan bersama. Saat sedang makan Mika merasa seperti mengendus baubyang tidak enak.


" Eoh, bau apa ini busuk sekali? " Tanya Mika sambil menutup hidungnya.


" Eum, tidak tau mungkin Alya belum mandi, " jawab Jen asal.


" Hah? Aku sudah mandi! " Alya mencebik kesal.


" Lalu? Bau apa ini? Apa Labbit tidak mandi? "


" Apa? Labbit? Dia? " Jen bertanya ragu sambil menunjuk sang boneka.


Alya yang mendengar kata-kata Mika spontan kelabakan, Ia berpura-pura sakit perut dan hendak meninggalkan meja makan menuju kamarnya.


" Eum, Kak aku ke atas dulu, sakit perut, "


" Apa? Oh naiklah, "


Sampai di pintu Alya berbalik melihat ke dalam hanya dengan menampilkan kepalanya. Ia melihat Yohan dan Mika yang sibuk menuduh boneka Jen bau. Tapi Jen membantah nya.


" Eum, kalian! " Alya ragu-ragu bicara sambil setengah berteriak.


" Apa?! " Jen malah menjawab dengan kesal, karena Mika dan Yohan.


" Jangan kemari Al, Labbit belum mandi sepertinya dia yang bau! " Mika memperingati


" Iya, boneka milik si bodoh bau sekali, aku harus membuangnya! " Yohan ikut menimpali.


" Maaf kan aku, sebenarnya kemarin aku tidak sengaja membuat Simi kencing di bulu labbit! " Setelah berkata demikian Alya berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu dari dalam berjaga kalau sewaktu-waktu Jen datang.


Sementara itu di ruang makan.


Mika dan Yohan segera menjauh saat mendengar ucapan Alya.


" Oh, shit! Labbit kau bau karena Sini ya? " Jen berbicara pada boneka kelinci di pelukannya.


" Hei, jauhkan itu! Itu bau! " Mika mengambil posisi di belakang kursi makan.


" Tidak! "


" Hei, jangan macam-macam, oh damn it! "


" Labbit wangi! "


" Bau, Oh aku mual, " Yohan berkata lirih tapi di dengar oleh Mika dan Jen.


" Eh, apa? Aku hanya bercanda aku laki-laki kuat, mana mungkin mual karena boneka bau! "


" Kak! Dia wangi! "


'Aku ingin mual rasanya kalau berada di sini terus, image ku hancur karena boneka sialan!' gumam Yohan dalam hati.

__ADS_1


-oOo-


" Eh, apa Jen marah? Bagaimana kalau dia mematahkan tangan ku? " Alya berucap sambil memegangi lengannya.


" Apa mematahkan kaki ku? " Kembali berucap sambil kakinya.


" Leher ku? Aaa, leher kesayangan ku, bagaimana ini, kenapa aku bodoh? " Alya khawatir di dalam kamarnya.


" Hah? Bagaimana kalau dia punya byakugan seperti Himawari? Oh No! That is impossible!"


" Atau dia, punya mata... kenapa aku membahas mata anime di sini?! Shit! "


-oOo-


Jen masih memberengut kesal karena Alya yang membuat bonekanya bau. Ia masih diam di meja makan saat setelah meletakkan bonekanya di keranjang.


" Alya, huh? Untung saja semua di sini tau kalau dia sudah sembuh, "


" Eum, apa yang di lakukan mobil tadi ya? Aku seperti... "


" Jen? "


" Eh, Kak Yohan? "


" Apa si bau sudah kau cuci? " Tanya Yohan to the point.


" Namanya Labbit, L-A-B-B-I-T! Bukan bau! " Jen mencebik kesal.


" Tapi dia bau, aku mual, eh maksudku tidak suka, lagipula harusnya namanya Rabbit bukan Labbit, "


" Kakak kau bodoh! Pergilah! "


Dan Yohan pergi darisana setelah mengambil segelas air putih. Jen yang dari tadi hanya merengut karena kesal memutuskan pergi ke kamar untuk membaca buku dan mengambil boneka panda besarnya.


-oOo-


" CK, kenapa di kunci? "


" Alya bukakan pintu, aku mau masuk, "


Ceklek. Pintu terbuka hanya tampak Alya yang menjulurkan kepalanya, sambil nyengir seakan tak berdosa.


" Kenapa? Apa kau pikir aku pembunuh? " Tanya Jen dengan raut wajah masih menyimpan kekesalan.


" Ku kira pemilik byakugan atau pembaca pikiran datang, ternyata Nona Labbit, "


" Hei! Diamlah, "


-oOo-


Bersambung....


Hai dangan lupa pollow instglam aku yah ? @realk23_

__ADS_1


dan dangan lupa kasih, like, vote selta komentalnya,


bye-bye, good night (~‾▿‾)~


__ADS_2