Loss Of Yuan

Loss Of Yuan
Ch 13n~ Kau, Alyana Mikoto.


__ADS_3

Kenapa dia selalu melihat ku seperti itu ? Apa aku terlihat aneh ? Tapi waktu aku bangun tadi...


" Al, ayo turun ada Ayah di bawah " Mika tiba-tiba masuk ke kamar Alya.


" Ayah ? " Gumam Alya bingung, dia bahkan masih belum mengerti posisinya sekarang.


" Kakak mau ke kamar dulu sebentar, Jen tolong antar Alya ke ruang keluarga ya " Ucap Mika, setelah itu Ia berlalu ke kamarnya sendiri.


Sebenarnya ada apa dengan semua orang? Kenapa Mika bisa jadi lembut seperti itu ? Ahh, aku bingung sekali ini! Gumam Jen frustasi.


Setelah itu Jen langsung mengajak Alya turun ke ruang tamu. Di sana nampak Yohan dan Adrian sedang duduk menunggu Alya.


Ahh, Kak Yohan!


Jen menuntun Alya untuk duduk, kemudian Ia juga duduk di sebelah Alya. Jen diam memandangi Yohan yang tampak acuh dengan kedatangannya, Ia hanya memerhatikan Alya.


Adrian Pov^


Aku berdiri, melangkah meninggalkan sofa, beralih duduk di sisi Ana! Anakku! Aku memandangi wajahnya yang terasa berbeda, berbeda saat dia menjadi Alya!


Aku merindukanmu, Nak!


Aku masih diam seolah tidak percaya kalau Ana kecilku telah kembali, terasa berbeda dengan Alya, walau mereka sama! Akhirnya Ana kembali walau dengan cara yang aneh, menurutku.


Seketika itu juga aku memeluknya, aku menangis mengingat wajah ibunya, Yuri Kayano!


Aku masih tak percaya akhirnya ini benar-benar terjadi, Ana....


Batinku terus bergolak.


Ana hanya diam tanpa membalas pelukanku, air mataku terus mengalir, bahagia! Itu yang ku rasakan. Aku melepas pelukan ku mengamati wajah nya. Tampak raut wajah bingung di sana.


" Siapa Tuan ? Kenapa anda menangis saat memelukku ? " Tanya nya.


Jdarrr....


Aku sudah tahu ini akan terjadi, tapi tetap saja terasa menyakitkan. Dia anakku, tapi tidak ada aku sama sekali di ingatannya. Aku masih diam sambil memandangi wajah nya.


" Aku ayah mu, " ku berkata dengan suara parau, aku ingin menangis tapi tidak bisa.


" Apa Nyonya Yuri tidak pernah memberi tahu mu ? " aku bertanya dengan hati getir.


Ana tampak menggeleng, aku seakan tak percaya, pikiran ku memberontak kenyataan ini.


Apa dia sangat membenciku? Ana adalah anakku, kenapa ? Ana bahkan sempat hilang dari hidupku dan kakak-kakaknya karena keegoisannya. Dan saat dia sudah kembali dia tidak mengingat ku ? Ayahnya!


Alya Pov^

__ADS_1


Sebenarnya siapa aku ? Kenapa semua orang di sini sangat membuatku bingung, apa dia memang ayahku ? Lalu mereka siapa ? Pikiranku terus bertanya-tanya.


Tiba-tiba suara lembut seorang wanita datang dan menari-nari di pikiranku,


Kau, Alyana Mikoto. Kau adalah anakku. Maaf, karena keegoisanku kau menjadi begini. Ini semua salahku, sekarang kau bukan Ana lagi, tidak aka ada Ana, hanya ada Alya! Ingat itu sayang....


Mereka adalah keluarga mu, Ayahmu, Kakak-kakak mu, mereka sangat menyayangimu melebihi aku, Sekarang aku tidak akan menemui mu lagi sayang....


Aku sudah tenang sekarang , aku sudah mengembalikan Ana kepada keluarganya, ingatlah satu hal sekarang kau bukan Ana lagi, Alya itu adalah namamu, kau akan tahu yang sebenarnya di masa depan nanti sayang....


Sekarang bahagialah anakku, aku menyayangimu, sangat menyayangimu....


Sampai jumpa...


Suara itu tiba-tiba menghilang, pertanyaan terjawab, tapi aku juga merasa kehilangan. Mama....


Aku masih diam menatap mereka yang ada di hadapanku. Aku bingung, tidak tahu harus berkata apa. Maka aku diam. Masih memikirkan setiap kata yang masih menari di pikiran ku.


Aku sudah tenang sekarang ,aku sudah mengembalikan Ana kepada keluarganya,


Sekarang bahagialah anakku, aku menyayangimu, sangat menyayangimu....


Aku bukan Ana tapi Alya! Begitulah kesimpulan akhirku, aku memeluk lelaki di hadapanku, Ayahku! Dia tampak terkejut dengan apa yang ku lakukan, tapi tak lama kemudian dia membalas pelukanku. Aku menangis, tidak tahu menangisi apa, tapi air mataku mengalir begitu saja. Aku melepas pelukan ku.


" Kata Mama, kalian keluarga ku, aku Alya, Mama bilang aku sudah bahagia jadi dia sudah pergi,.... " aku berucap sambil sesenggukan.


Mereka yang melihat ku hanya tersenyum. Tiba-tiba seorang wanita mendekati ku.


" Apa kau, anak Mama Yuri, suaramu mirip sekali dengan Mama Yuri..."


Dia terdiam mendengar kata-kataku, sejenak Ia menatap ke arah Lelaki itu, Ayah! Lelaki itu tampak bingung, dahinya sedikit berkerut mendengar kata-kataku.


Lalu wanita bernama Mika itu kembali menatapku dan mengangguk. Ia memelukku cukup erat sembari berkata,


" Kau Alya adikku, "


Author Pov^


Yohan yang mendengar kata-kata Mika tersenyum.


Akhirnya.


-oOo-


Sore itu berlalu, matahari sudah hilang tenggelam di tempat peraduannya. Cahayanya terganti kegelapan. Bulan bersinar perak di kelilingi jejeran bintang. Dalam keremangan cahaya bulan itu, Sosok gadis kecil tampak menatap bulan dengan mata sendu.


Kenapa Mama pergi ?

__ADS_1


Apa mereka benar-benar keluarga ku, kenapa Mama....


" Al, " Suara seseorang membuyarkan lamunan Alya.


"Iya... "


" Ayo ke kamar kita bermain boneka, " ajak seorang gadis manis yang tak lain adalah Jen.


Alya mengangguk Ia berjalan mengikuti Jen kembali ke kamarnya. Sampai di kamar Jen mengajak Alya menemaninya bermain boneka. Jen sesekali melirik Alya yang tengah asyik memainkan boneka milik Jen.


Biasanya dia benci sekali bermain boneka.


Jen merasa cukup nyaman dengan Alya yang sekarang, dia bisa bermain bersama boneka-bonekanya dan temannya. Setelah cukup lelah Alya dan Jen menghentikan permainannya, mereka meletakkan boneka-boneka tersebut di tempatnya.


" Apa kau sering kemari ? Apa semua ini boneka milik mu ? " Tanya Alya saat mereka mulai merebahkan diri.


" Hem, boneka ini milikmu, tapi kau kan tidak suka bermain boneka, "


" Benarkah ? "


" Iya, "


" Tapi tadi menyenangkan sekali, "


Apa lupa ingatan membuat dia menjadi menggemaskan begini.


" Besok kita bisa bermain lagi, lagipula aku juga membawa boneka sendiri, "


" Hem, " Alyahnya berdehem menjawab kata-kata Jen, matanya mulai meredup dan tak lama Ia tertidur.


Biasanya dia kan sulit sekali tidur, tapi tak apa setidaknya aku tidak dibangunkan tengah malam olehnya, hihihi.


Jen menarik selimut menutupi tubuhnya, lalu Ia segera menyusul Alya pergi ke alam mimpi.


-oOo-


" Aku tidak akan membiarkan gadis itu hidup!!! kalau dia tidak mati sekarang maka aku akan membuat hidupnya menderita!!!" Seorang wanita berteriak dengan geram dan penuh emosi.


Kenapa wanita ini seperti iblis? Apa aku bisa menghianatinya, bagaiman nyawaku nantinya, tapi aku sudah bertekad melindungi gadis itu. Seorang pemuda berdiri di depan sebuah pintu mendengar kan setiap kata-kata yang terdengar dari dalam ruangan.


-oOo-


Happy Reading (〃゚3゚〃)



__ADS_1




__ADS_2