
***Sekedar Info yah, akun Ig author ganti jadi realk24_
jadi yang mau follow jangan lupa, yah 🤗.
Author tunggu follow request nya wkwkwk😂.
udah itu aja info nya*** .
-oOo-
Alya Pov^
Aku tidak pernah mengerti apa yang terjadi dengan diriku. Aku merasa semua seperti sebuah permainan, mungkin takdir sedang mempermainkan diriku.
Aku hanya bisa merenung setiap malam, memikirkan semua tentang diriku dan orang-orang di sekeliling ku.
Aku masih tidak mengerti siapa diriku sebenarnya, yang aku tahu sekarang, aku sering merasa sakit kepala dan perasaan ku ? Terkadang, hanya karena sebuah kalimat yang mungkin bisa dianggap sepele aku seperti ingin menangis.
Aku tidak seburuk itu untuk di permainkan oleh takdir, aku hanya ingin tahu siapa diriku. Dan bagaimana dengan Mama ? Sejak aku bangun dari tidurku dan bertemu mereka, Mama tidak pernah menemui ku lagi. Mama bilang dia sudah bahagia karena aku saat ini sudah bertemu dengan keluarga ku. Tapi aku sendiri merasa tidak bahagia. Di satu sisi mereka berusaha meyakinkan siapa diriku menurut pandangan mereka semua itu sangat menyiksa ku, di sisi lainnya aku di penuhi pikiran dan bayangan-bayangan yang terkadang melintas di kepalaku, aku tidak tahu bayangan apa itu ? Bayangan itu seakan nyata muncul di hadapan ku. Awalnya sakit yang ku rasakan hanya sebentar, tapi saat mereka menyebut nama sebuah bunga yang aku tidak tahu seperti apa rupanya, tiba-tiba bayangan itu terus muncul bergantian seperti burung migrasi, kepalaku sakit seakan terhimpit benda besar dan berat. Saat bayangan tersebut sudah muncul kesadaran ku langsung hilang, hal itu ku alami beberapa hari lamanya, bayangan itu muncul berganti-ganti, seakan banyak hal yang pernah terjadi. Itu semua membuatku hanya bisa terbaring di atas tempat tidur selama beberapa hari, di temani Jen dia sering mengajakku bermain boneka. Tapi, jangankan bermain boneka untuk duduk bersandar saja, kepalaku seakan hampir jatuh.
Sejak semalam bayangan-bayangan itu sudah tidak muncul lagi. Aku sedikit bisa beristirahat dengan nyaman. Aku mulai menggerakkan tubuhku untuk sekedar berjalan ke jendela, seperti sekarang. Terkadang aku berpikir, apa setelah ini aku akan tau siapa diriku sebenarnya ? Bagaimana caraku mengetahuinya ? Kenapa Mama pergi saat aku sudah bertemu keluarga ku ? Hal seperti itu sering kali terlintas di pikiran ku. Saat aku berdiri di Jendela sambil berfikir tentang apa yang terjadi dengan diriku kedepannya. Aku tak sengaja melihat seseorang berjaket hitam sedang memandang ke arah ku, dari luar halaman belakang yang tepat menghadap jendela kamar ku. Dia seperti tersenyum padaku, wajahnya tidak begitu jelas ku lihat. Saat aku membalas senyumannya, dia terlihat sangat antusias melambaikan tangannya padaku, aku juga melambaikan tangan ku padanya. Ku lihat senyumannya masih sama, hanya wajahnya terlihat samar di mata ku. Mungkin karena sakit kepala ku beberapa hari ini pandangan ku juga mulai buram. Kak Yohan bilang dia akan membawa ku ke dokter optik untuk memeriksa mata. Saat aku melihat lagi ke arah pemuda itu dia tampak berjalan menjauh dari tempatnya, aku masih mengamatinya, setelah beberapa langkah dia berbalik dan memandang lagi ke arah ku, aku hanya bisa melihat wajahnya yang tersenyum di sana. Dilambaikan tangannya lagi padaku, setelah aku juga melambaikan tanganku dia berbalik dan berjalan menjauh. Aku hanya menatapnya sambil bertanya-tanya, Siapa dia ?
-oOo-
Author Pov^
Alya masih berdiri di sisi jendela sampai Jen terbangun.
Jen membuka perlahan kelopak matanya, di raba tempat tidur di sampingnya. Datar. Ia alihkan matanya untuk melihat ke sekitar dilibatnya Alya sedang berdiri di jendela sambil memandang ke arah luar. Jen bangkit meregangkan tubuhnya, lalu berjalan menyusul Alya.
" Alya, "
" Eh, iya kau sudah bangun ?"
" Hmm, apa kau tidak dingin membuka kaca jendela sepagi ini ? Hei, sebentar. Matahari ? kenapa sudah tinggi, jam berapa ini ? " Jen bertanya sekilas melihat matahari yang nampak sudah lebih ke atas.
" Em, jam 10.19 " Alya menjawab polos.
" Hah?! kenapa tidak membangunkan aku, ahh Alyaa... "
" Aku sudah membangunkan mu tadi pagi, tapi kau tidak mau bangun. "
" Huh, sudahlah aku mau mandi dulu, " Jen berlalu masuk ke kamar mandi yang ada di kamar
Sedangkan Alya masih melanjutkan kegiatan berdiri di tepi jendela dengan tenang. Setelah kurang lebih dua puluh menit Jen nampak keluar dengan memakai baju berbeda. Ia duduk menyisir rambutnya. Lalu berjalan menghampiri Alya.
__ADS_1
Sekarang gadis ini menjadi tidak terlalu banyak bicara, semenjak aku sakit. Gumam Alya dalam hati.
" Jen, apa aku tidak sekolah ? "
" Tidak, kau hanya akan ikut ujian sekolah bulan depan, "
" Kau bagaimana ? "
" Aku ? Aku lulus dua tahun lalu, tapi aku belum berniat masuk kuliah, Karena aku belum bisa memilih jurusan ku " Jen berucap sambil memainkan telinga panjang boneka kelinci miliknya.
" Kau suka sekali boneka ya ? "
" Iya, mereka sangat lucu, " Jen berucap antusias.
Setelah itu mereka hanya mengobrol di dalam kamar bersama.
-oOo-
~Di sisi lain.
" Sebentar lagi kau akan lihat keluarga mu hancur. secara perlahan, Adrian akan ku buat kau menderita "
-oOo-
Setelah selesai makan siang, Yohan berniat mengajak Alya pergi ke dokter optik untuk memeriksa matanya, tetapi Alya menolak karena katanya penglihatannya sudah mulai membaik.
" Tidak perlu Kak, ini sudah lebih baik " Alya menjawab sambil tersenyum.
" Apa sudah tidak rabun lagi ? Tapi setidaknya kau harus periksa dulu "
" Tidak, tidak perlu " Alya kembali menolak.
" Tapi, Al-- "
" Sudah lah Kak, dia tidak mau, lagipula sekarang pandangannya dia sudah tidak berkunang-kunang lagi, jangan dipaksa, " Mika menimpali.
" Hm, baiklah. Kalau begitu Kakak pergi dulu, kalian semua hati-hati " Yohan berdiri Ari tempat duduknya.
" Hati-hati Kak Yohan " Jen berucap dengan sangat antusias.
Yohan hanya berlalu tanpa menjawab perkataan Jen. Sementara Jen masih memandangi punggung Yohan yang semakin menjauh dari penglihatannya, dan menghilang di balik pintu.
Apa sebegitu tertariknya dia dengan Kak Yohan. Jen, hati mu terbuat dari apa ?. Gumam Mika dalam hati.
" Kalau begitu aku juga akan ke kamar melanjutkan pekerjaan ku, kalian jangan pergi keluar rumah, kecuali taman belakang "
__ADS_1
Alya menanggapinya dengan senyuman. Setelah itu Mika kembali ke kamarnya melanjutkan pekerjaannya, membuat dan merevisi naskah.
Hening. Jen dan Alya berkutat dengan pikirannya masing-masing. Sampai Jen membuka suara.
" Alya ayo kita pergi ke taman belakang, di sini bosan sekali "
" Iya, baiklah "
Mereka berdua pergi bersama menuju taman belakang. Sampai di sana, Jen hanya duduk di sebuah kursi kayu panjang sedangkan Alya berjalan melihat-lihat bunga. Saat Ia sampai di rumpun bunga mawar merah. Ia berhenti sejenak memetik salah satu bunga tersebut. Lalu mencium aromanya.
" Hm, wangi sekali, tapi aku tidak suka warna mu, " Ucap Alya sambil memegangi tangkai bunga tersebut. Ia kembali berjalan-jalan berkeliling taman.
Setidaknya ini bisa meringankan sedikit pikiran ku. Walau hanya di taman. Batin Alya.
Ia terus berkeliling, terkadang Ia berbicara kepada bunga-bunga seakan bunga tersebut bisa mengerti ucapannya. Sedangkan Jen, Ia hanya duduk diam memeluk bonekanya sembari memerhatikan tingkah Alya. Saat sudah lelah Alya kembali duduk bersama Jen. Saat sedang menikmati udara siang yang tidak terlalu panas, tiba-tiba Alya teringat sesuatu.
" Jen, apa dua orang gadis yang waktu itu datang teman ku ? "
" Em, iya mereka teman sekolah mu, dan yang paling dekat dengan mu adalah Devi "
" Devi ? "
" Yang memakai dress berwarna maroon kemarin, sedangkan Ara yang satunya dia tidak terlalu dekat padamu seperti Devi ? "
" Oh "
Benarkah aku dekat dengan gadis cantik itu ? Tapi aku merasa tidak nyaman dengannya. Aku lebih suka gadis yang satunya. Gumam Alya dalam hati.
Mereka berdua terus berada di taman itu sampai matahari hampir condong ke barat, dan meminta mereka segera meninggalkan tempatnya.
Gadis tomboy itu terlihat baik dan ramah.
Tapi kata Jen, dia tidak dekat denganku.
Dan gadis cantik itu, benarkah dia em, sudahlah lupakan.
Bersambung....
•
•
•
•
__ADS_1
•
Arhaa pengen banget cepat-cepat namatin cerita AKS biar bisa lanjut buat cerita Kaniyaa di KaZah Cherry, dukung Arhaa terus yah :).