Loss Of Yuan

Loss Of Yuan
Ch 12 ~ Sandiwara.


__ADS_3

" Pasti Mama, mendatangi dia di mimpinya, tapi kenapa bisa seperti ini ? "


" Kenapa begitu ? Dia bahkan tidak ingat siapa kita, bagaimana kalau ayah tahu ? Ya Tuhan "


Setelah mendebatkan beberapa hal mengenai Alya dan kondisinya Mika dan Yohan memutuskan untuk masuk kembali ke dalam ruangan. Saat mereka masuk, Jen nampak mencoba mengajak Alya yang tiba-tiba menjadi pendiam.


" Al, aku Jen, kau tidak ingat ? "


Alya hanya tersenyum sambil menggeleng lemah.


" Benar kah ? kau pasti bohong kan ? " Jen tak percaya.


Jen diam sejenak. Mencoba menenangkan diri dan emosinya.


Mika dan Yohan mendekati ranjang rumah sakit Alya. Mereka duduk memikirkan kondisi Alya. Setelah itu mereka memutuskan untuk membawa Alya pulang agar bisa di rawat di rumah.


-oOo-


"Dasar bodoh! Tidak berguna! Harusnya kau buat dia mati!" seru seorang wanita dengan penuh emosi.


" Maaf nyonya "


Huh, kalau aku tidak berguna maka lepaskan aku sekarang, kau kira aku tega membunuh seseorang yang tidak bersalah ? Kaulah yang harusnya mati Nyonya besar!


-oOo-


Alya berada di dalam mobil bersama Yohan, Mika dan Jen. Jen sedari tadi hanya memeluk bonekanya, tanpa mengajak Alya berbicara. Toh kalau diajak Alya hanya akan tersenyum, mengangguk dan menggeleng. Sehingga Jen memutuskan hanya diam, sesekali Ia melirik melihat Alya yang duduk diam di sampingnya sambil melemparkan pandangan ke arah luar, memandangi pohon-pohon yang berjejer sepanjang jalan.


Aku tau Alya pasti bohong. Dia tidak lupa ingatan aku tau itu! Gumamnya sambil tetap memerhatikan Alya. Saat Alya mengalihkan pandangannya Ia tersenyum melihat Jen yang sedang memerhatikannya. Seketika Jen langsung menarik arah bola matanya untuk menatap Yohan yang fokus menyetir di kemudi depan.


Hah, kalau Alya benar-benar amnesia siapa yang akan membantuku mendekati Kak Yohan ? Mika ? Ah sungguh tidak mungkin! Cobaan apa ini ! Gerutunya dalam hati, lalu mengalihkan pandangnnya ke arah Alya yang hanya menanggapinya dengan tersenyum.


Lihatlah wajah polos seakan tidak bersalah ini. Aku bahkan tidak tahu dia hilang ingatan atau tidak ? Ya Tuhan bagaimana ini ? Jenneth.


Ada apa ? Apa yang salah dengan ku ? Kenapa gadis ini. selalu melihat ku dengan tatapan seperti itu, mengerikan! Alya.


Mereka sampai di depan sebuah rumah besar. Alya memandangi keseluruhan rumah di hadapannya dengan kagum.


Lihatlah dia berbakat sekali, sebenarnya dia hilang ingatan atau tidak ya ? Jen bergumam dalam hati sambil memerhatikan Alya yang memandangi rumahnya sendiri.


Saat Alya mengalihkan pandangannya lagi-lagi Ia melihat Jen yang sedang memerhatikannya.


Ada apa sih ? Apa dia mau memakanku ? Kenapa melihat ku seperti itu ? Gumam Alya dalam hati.


Yohan dan Mika mengajak Alya masuk sementara Jen mengikuti di belakang sambil berkutat dengan pikirannya sendiri. Saat mereka melewati ruang tamu, Alya berhenti tiba-tiba pandangannya terpaku ke arah sebuah photo dengan pigura besar yang di pajang di dinding ruangan tersebut. Jen yang tidak fokus malah menabrak Alya yang diam mematung menatap lukisan di depannya.


" Maaf, " ucap Alya lirih.


Kalau dia sedang berbohong pasti dia sudah marah dan mengajak ku bergelut, Hah aku harus apa ? Gumam Jen frustasi.

__ADS_1


" Kalian kenapa ? " Tanya Mika.


" Em, tak apa " Jawab Jen sambil terus berpikir dan memandangi Alya.


Sebenarnya ada apa dengan gadis ini ? Dia mau memakan ku ? Dia suka pada wanita, apa-apaan melihat ku begitu, menyeramkan sekali....


Lihat coba lihat wajah innocent nya itu ! pikiran Jen semakin memberontak.


" Alya kau kenapa ? , Em maksud ku Ana ? " Tanya Mika gugup.


Ana, aku merindukan panggilan itu.


" Itu, " Tangannya menunjuk photo berpigura besar yang terpajang di dinding ruang tamu. Mika mengikuti arah jari telunjuk Alya.


" Dia Yuri Kayano, "


" I- iya , di-a Yu-ri Kay-Yanoo..." jawab Mika terbata-bata


" Siapa yang ada di sampingnya itu, apa itu anaknya dan suaminya ? "


Jdarrrr....


Dia bahkan tidak mengenal Ayah, mustahil!


Paman Adrian kan ayahnya sendiri, apa dia tidak mengenalinya dasar anak durhaka, seandainya aku tau kalau kau amnesia sungguhan atau hanya berpura-pura ingin sekali aku bergelut denganmu. Gumam Jen.


" Apa benar ? " Alya bertanya dengan nada datar dan wajah tidak percaya, walaupun masih tampak datar.


Kenapa ekspresinya datar sekali! Gumam Jen.


Apa yang sebenarnya terjadi, kalau memang 'wanita itu' Mama, kenapa dia tidak tau mengenai ayah ? Padahal sebelumnya dia manja sekali, heh !


" Alya, Mika, Jen ayo " Terdengar suara Yohan memanggil untuk meminta mereka segera istirahat.


" Em, Jen "


" Iya , Kak "


" Bawa Al ke kamar yah "


Sebenarnya aku lebih suka nama Ana, tapi aku sudah sangat terbiasa dengan Alya.


" Ah, kenapa. Ah iyaa, ayo Al "


Alya mengangguk dan mengikuti Jen.


Kau harus mengaku Alya, kau bohong kan. Hiks... kalau begini bagaimana Kak Yohan, Alya ku,.. hiks.... Batin Jen.


Alya mengikuti langkah Jen sampai mereka tiba di depan sebuah pintu. Jen membukakan pintu itu lalu melangkah masuk diikuti Alyaโ€”โ€”Ana .

__ADS_1


" Kamar siapa ini ? " tanya Alya .


" Kamar mu, "


Dia ini sungguh-sungguh amnesia atau hanya bersandiwara ?


Alya masih diam mematung, tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


" Lalu, kamar mu dimana ? "


" Aku tidur disini, karena ini sedang liburan dan papa ku sedang ke luar kota "


" Apa Papa mu itu, orang yang di dalam foto tadi ? "


" Bukan, "


Kalau sampai kau memang bersandiwara akan ku hajar kau, durhaka sekali!


Alya masih diam, Ia merasa kakinya mulai pegal. Ia juga merasa risih setiap kali Jen menatapnya dengan pandangan menyelidik.


Sebenarnya Nona ini kenapa? Apa yang salah dengan ku? Kenapa melihatku seperti itu?


-oOo-


Apa aku memang harus menuruti wanita itu ? Tapi gadis itu, dia tidak mengerti apapun.


Aku harus bagaimana?


Kenapa hidupku begitu sulit ?


Ayah- Bunda aku ingin sekali menyusul kalian dan kita bahagia di sana. Tapi aku tidak tahu caranya.


Sosok itu berjalan menyusuri jalan setapak suara daun-daun kering yang bergesekan dengan alas kakinya memecah keheningan di sekitar tempat itu. Ia berhenti sejenak, memejamkan matanya menghirup dalam-dalam udara kebebasan. Membiarkan angin sepoi-sepoi menerpa tubuhnya.


Aku harus melindungi gadis itu tanpa di ketahui Wanita Itu !


Dan dia memutuskan suatu hal yang membut dia harus mengalami hal antara mati dan hidup suatu hari nanti....


Bersambung......


Hai, maaf yah kalau terlalu Slow Up, karena beberapa hari ini sibuk banget author ๐Ÿ™๐Ÿป, Jadi ga bisa maksa buat nulis. Maaf banget ๐Ÿ™๐Ÿป.


Selanjutnya tetap sukai karya Arhaa


tetap ditunggu like dan komennya ๐Ÿ––๐Ÿป๐Ÿ’.


Bye-Bye


happy reading (ใ€ƒ๏พŸ3๏พŸใ€ƒ)

__ADS_1


__ADS_2