Loss Of Yuan

Loss Of Yuan
chapter 7 [15/10/20-7]


__ADS_3

-Yang di sangka akan menjadi tersangka belum tentu tapi pasti.


-Yang di abaikan tak akan berhubungan belum tentu tapi pasti.


-oOo-


Malam yang pekat dengan kegelapan yang menyelimuti tanpa ada cahaya bukan yang menyinari. Langit masih mendung dengan setetes air hujan yang mulai turun tapi terlihat ragu. Dalam kegelapan itu sesosok pemuda berjalan terseok-seok di jalan yang berdebu.


Pemuda itu terus berjalan menyeret tubuhnya yang lemah untuk sampai di tujuannya.


" Aku harus segera sampai, " keluhnya sambil memegangi perutnya yang kosong belum terisi makanan selama dua hari.


" Darimana lagi, aku harus makan? Ini semua karena laki-laki keparat itu! Sialan! " Gerutunya dalam hati.


Pemuda itu masih berjalan, Ia sampai di sebuah lorong yang jarang penduduknya. Ia menyenderkan tubuhnya yang lemas di tembok sebuah rumah kecil.


" Aku lapar, " sayup-sayup pandangannya mulai memudar, sampai Ia tak sadarkan diri. Sebelum kesadarannya habis Ia sempat merasakan seseorang yang memapah tubuh nya. Setelah itu gelap tidak ada apapun.


Setelah pingsan begitu lamanya. Pemuda itu membuka mata, hal pertama yang terlihat olehnya adalah langit-langit ruangan yang kusam berwarna putih.


Ia mendudukkan tubuhnya nampak lah wajah tampan yang pucat dengan bibir yang sudah mengering dan kulit kusam.


" Kau sudah sadar Kak? " Tanya sebuah suara.


Pemuda itu menoleh ke arah suara, seorang laki-laki berdiri sambil membawa nampan berisi sebuah mangkuk dan gelas air. Usianya terlihat lebih muda darinya. Anak itu membawa nampan dan menaruhnya di atas meja.


" Siapa? "


" Aku, kakak tidak mengingat ku? Aku Andrean! " ucap anak tersebut sambil tersenyum.

__ADS_1


" Andrean? "


Ya, Andrean! "


" Ah, aku lupa. Tapi sepertinya aku pernah melihat mu, " Katanya ragu.


" Baiklah, kakak tidak perlu mengingatnya. Nama kakak, "


" Yuan! "


" Em, aku ingat! Kakak orang baik itu kan? "


" Oh, kakak makanlah ibuku membuatkan bubur tadi, kakak pasti lapar kan? " sambung Andrean.


" Terima kasih, " Pemuda yang tak lain adalah Yuan itu mulai menyuapkan bubur itu ke dalam mulutnya. Perutnya yang memang sudah tidak terisi beberapa hari membuatnya tak bisa menolak makanan.


Di sisi lain.


" Apa aku salah lihat? "


Fenzie beralih mengambil ponsel di atas meja. Lalu membuka aplikasi chat. Dan mulai mengetikkan pesan kepada Yan.


Fenzie


19.22


Yan, apa sudah ada hasil?


Ting. Balasan masuk.

__ADS_1


Yan


19.24


Belum kak, aku juga bingung harus kemana?


Fenzie


19.24


Maaf yah, tidak bisa bantu :(


Yan


19.24


No problem.


Tidak ada percakapan lagi setelahnya. Fenzie meletakkan kembali benda tersebut ke atas meja. Dan menyandarkan kepalanya di kursi, sambil memejamkan mata. Bunyi notifikasi pesan di ponselnya dibiarkan begitu saja, dialihkannya ponsel ke mode hening, dan Ia berpindah ke atas tempat tidur untuk beristirahat.


Di tempat Yan.


Yan masih duduk di kursi meja belajar miliknya, masih banyak tugas yang belum dia selesaikan tetapi pikirannya terus tertuju kepada Yuan. Ia meletakkan pena yang di pegang nya dengan kasar. Lalu beralih mengambil ponsel.


" Kemana sih dia? Apa tidak ada pekerjaan sampai kabur dari rumah? Tapi untuk apa juga dia kabur? Huh! " Gerutu Yan kesal.


Ia membuka ponsel tidak ada satupun hal yang bisa membantunya menemukan titik terang Yuan. Di letakkan kembali ponsel itu. Lalu kembali melanjutkan tumpukan tugas yang sudah menggunung, minta di selesaikan.


**Bersambung.....

__ADS_1


Maaf kalau terlalu pendek** :)


__ADS_2