
Yan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Merasakan tubuhnya yang sangat lelah, karena bolak-balik mencari lokasi teman Yuan yang sekiranya tau keberadaan Yuan, tapi semua percuma.
Getar ponsel di atas meja membuatnya membuka mata. Dan meraih benda pipih itu, satu pesan masuk dari Han, kekasihnya.
Han
16.59
Bagaimana kabar Yuan?
Yan
17.00
Tidak ada perkembangan
Han
17.00
Tidak coba melihat sosial medianya?
kapan terakhir kali dia aktif?
Yan terdiam sejenak mengingat betapa bodohnya dia tidak melakukan hal itu sejak awal. Kalau dai bisa berfikir jernih dari awal mungkin akan ada sedikit petunjuk dari sana.
Yan
17.01
Akan aku coba,
terima kasih :)
Han
17.01
Ok, aku ada di Surabaya,
Yan
17.01
Kapan pulang? Tidak kesini?
Han
17.02
__ADS_1
Lain kali, selesaikan saja dulu masalah Yuan. Aku juga masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan di sini.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi, Yan beralih membuka sosial media dan mengetikkan nama Yuan disana. Tapi sial akun itu adalah akun private. Yan mendengus kesal, lupa kalau Yuan tidak suka sembarang orang membuka akun media sosialnya.
Ia melemparkan benda pipih itu secara sembarang di atas tempat tidur. Dan dirinya juga ikut berbaring di sana. Berusaha memejamkan mata agar lekas tidur dan menghilangkan sementara beban pikiran tentang Yuan.
Sejenak pikirannya melayang, bertanya dalam hati kemana Yuan pergi, dia bukan tipe laki-laki yang suka kabur dari rumah. Yuan bahkan tidak pernah punya masalah dengan Ayah atau Ibunya. Kalaupun Karen pertengkaran itu hanya adu mulut kecil antara Yan dengan dia.
" Kemana Yuan? "
Sesaat hening sampai Yan memutuskan membuka chat grup di ponselnya, mengira-ngira siapa tau ada informasi dari sana.
**MultiGroup:✓
Jefri
16.21**
How are you? Kalian semua?
jangn pada ngilang, gue pengen tau kabar Yuan
Jenifer
16.22
cari perhatian Yan.
Yan sedikit malas menanggapi pesan-pesan Jenifer. Ia lanjut menscroll layar membaca pesan-pesan lain.
Jefri
16.22
Terserah deh,
Tiara
16.25
Eh, Yuan beneran hilang?
Ga percaya sih gue, palingan di culik')
Gerald
16.25
Woy, lu jaga omongan ga kasian apa sama adeknya?
__ADS_1
Kebanyakan makna cabe lu!
Azral
16.26
Nih, gue nyimak aja ga ngerti apa-apa B)
Tiara
16.26
Udahlah kalian tuh ga khawatir sama Yuan, tapi cari
perhatian adeknya, heh!
Yakan, Jen?
Jénifer
16.26
All right:)
Yumna
16.27
Udah pada ribut,
Melihat pesan-pesan nya saja membuat Yan merasa malas membaca kelanjutannya, Ia sudah bisa menebak kalau isinya hanya ada gosip dan sindiran tanpa satupun informasi mengenai Yuan yang bisa dia dapat.
Ia letakkan ponsel di atas meja belajarnya. Lalu beranjak tidur, karena merasa tubuhnya sangat lelah. setelah sepersekian detik membolak-balik kan badan mencari posisi yang nyaman. Yan akhirnya terlelap.
Mia berjalan mendekati pintu kamar Yan, Ia mendorong pelan pintu yang ternyata tidak terkunci. Di lihatnya Yan sedang tertidur pulas dia atas ranjang.
Semenjak Yuan pergi dan belum kembali, Mia menjadi sedikit paranoid takut kalau putrinya juga sama seperti Yuan.
Setelah dilihatnya sang putri sudah terlelap di alam mimpi Mia menutup kembali pintu rapat-rapat lalu beralih melangkah menuju kamarnya sendiri dan menutup pintunya.
_____________
Bagi yang masih suka silahkan like, komen, dan votenya
kalau merasa kecewa karena novelnya di revisi terus, silahkan protes.
Mau pamit silahkan?
Ok sekian hari ini, lanjut besok karena author juga punya dunia nyata yang harus di jalani")
__ADS_1