
Hai semuanya mohon maaf yah kalau author slow up pasti Readers Pada nungguin author up kan ?
'Ih author PD banget sih, ga ada yg like juga :v'
Haha tapi author selalu sabar dan terus berkarya dan menghibur meskipun ngga ada yang suka ༎ຶ‿༎ຶ. Karena ini adalah impian dan cara author meluapkan perasaan dan imajinasi author biar ngga ngumpul dan bikin kepala nguap, hehe ╰(^3^)╯.
' Ngga apa Thor aku selalu dukung author terus kok, semangat author ⊂(・▽・⊂)' Kalau ada yang bilang gitu author bahagia banget, sampai terhura eh terharu huu,.·´¯`(>▂<)´¯`·..
Eh author malah curhat di sini, maaf yah author ngga punya teman curhat. Dan hari ini author mau UP biar ngga stress :^ .
Happy Reading (〃゚3゚〃).
Jangan lupa Ig author berubah dari "arhaadtz_" menjadi "realk24_" jangan salah yaa (个_个).
Baca juga karya author yang lain di lapak KaZah Cherry, masih di Mangatoon atau Noveltoon yah 🤗. Karena author ga bisa kalau harus nulis di aplikasi berbeda. Ok kita lanjutkan ke cerita nya curhat nya cukup sampai di sini saja (づ ̄ ³ ̄)づ.
-oOo-
Sosok pemuda berjalan di lorong sebuah rumahnya, atau lebih tepatnya rumah Nyonya besar nya! Ia berjalan dengan wajah yang tampak sendu, Ia menatap ke depan dengan tatapan sayu dan menampakkan rasa kesepian serta kesedihan yang mendalam. Ia membuka kenop sebuah pintu dan melangkah masuk ke dalamnya. Menuju sebuah meja dan menatap sebuah foto dengan figura kecil di meja belajarnya. Senyum tipis yang nyaris tak terlihat tampak di ujung bibir nya. Sekilas kejadian di taman tadi melintas di kepalanya.
FlashBack Off...
Pemuda itu duduk di kursi sebuah taman hanya sendiri, karena Ia tak pernah mau mengenal orang lain, yang hanya membuatnya terbayang akan penghianatan yang mungkin akan di terimanya.
Sosok gadis cantik tampak menghampirinya. Gadis itu memerhatikan pemuda itu. Ia lalu duduk di kursi yang sama dengannya.
Pemuda itu menengok dan melihat wajah seorang gadis yang tersenyum padanya.
'Gadis ini'
" Sedang apa kau di sini sendirian ?" Gadis itu bertanya.
" Aku hanya mau sendiri untuk apa kau kemari?" ucap pemuda itu dingin.
" karena aku melihat raut kesepian mu, dan aku tahu kalau rasa kesepian itu menyedihkan " gadis itu berucap sambil menatap rumpun bunga di depannya.
'Kesepian?' Pemuda itu bergumam dalam hatinya sambil menatap gadis di sampingnya yang sedang menatap kosong ke arah depan.
" Oh begitu, kalau begitu kau pergi saja aku sudah terbiasa dengan perasaan kesepian, " ucap pemuda itu dengan nada sedatar mungkin.
Gadis itu menoleh dan sedikit memiringkan kepalanya. Sehingga rambutnya yang cokelat itu sedikit ikut miring mengikuti gerakan kepalanya.
" Kau suka kesepian? Aku tahu itu sangat tidak menyenangkan, apa kau tidak punya teman ?"
' Teman hanya akan membawa penghianatan yang membuat mu merasa bahwa hubungan itu hanya sekedar nama' Gumam pemuda itu dalam hati.
"Tidak ada yang mau berteman dengan pecandu sepi seperti ku " ucapnya sambil tersenyum getir.
"Kalau begitu, mari kita berteman!"
"Ayo kita berteman!"
__ADS_1
"Tidak aku tidak mengenalmu!"
" Tapi,"
" Mari kita berteman"
Sekelebat bayangan terlintas di pikiran kedua orang itu. Pemuda itu hanya tersenyum saat mengingat nya. Sedangkan sang gadis hanya menggumam tidak jelas
dalam hatinya.
'pikiran apalagi itu?!'
"Alyaa, ayo kita pulang!" Seorang gadis berteriak memanggil gadis itu.
"Baiklah aku harus pergi, apa kita berteman ?"
Pemuda itu hanya menanggapi dengan senyum dinginnya. Sampai gadis itu menghilang dari pandangannya.
FlashBack On...
" Hei, kau!" suara seseorang sedikit berteriak membuat pemuda itu, membuyarkan lamunannya.
" ada apa ?" jawabnya dengan ekspresi datar dan suara terkesan malas.
" Ibu, memanggil mu ,cepat!" Orang itu segera berlalu dari tempatnya dengan langkah kasar.
Dasar gadis bodoh!
-oOo-
Mika sedang mengerjakan tugas revisinya di kamar sampai Ia di kejutkan sebuah dering ponsel dia atas nakas, Ia menghentikan kegiatannya sejenak. Lalu beralih mengambil ponselnya.
Unknown Number Missed Call.
Kening Mika berkerut, belum sempat Ia berpikir, sebuah pesan masuk di ponselnya dengan nomor tidak di kenal. Ia membuka pesan tersebut dan membacanya.
'Nona Muda, kejutan untuk adikmu akan di mulai sekarang, bersiaplah demi kebahagiaan ku!'
Mata Mika membulat saat membacanya, Ia langsung mencoba menghubungi nomor tersebut tapi sial nomor itu sudah tidak terdaftar lagi.
"Ah, sial! Siapa dia? Apa maksudnya kejutan, lebih baik aku tidak memberi tahu orang lain dulu, mungkin ini hanya salah sambung " Gumam Mika lalu melanjutkan aktivitasnya.
-oOo-
Di sisi lain. Yohan yang sedang mengerjakan berkas-berkas perusahaan ayahnya terpaksa memberhentikan pekerjaannya karena dering ponselnya.
Unknown Number Missed Call.
Yohan mencoba menghubungi nomor itu, karena ia selalu tau kalau anak buahnya sering berganti nomor ponsel. Tepat saat ia akan menekan ikon hijau di layar ponselnya, sebuah pesan masuk. Yohan segera membuka dan membaca nya.
'Tuan Muda, kejutan untuk adikmu akan di mulai sekarang, bersiaplah demi kebahagiaan ku!'
__ADS_1
Yohan juga mencoba menghubungi nomor si pengirim pesan tapi akhirnya nomor itu sudah tidak terdaftar.
'Damn it!' gerutunya dalam hati.
" Aku harus mencari tahu dulu semua ini baru aku memberi tahu yang lain.
-oOo-
Pagi harinya. Alya dan Jen sedang berada di jalan sekitar rumahnya. Mereka berjalan bersama sambil sesekali bercanda.
Setidaknya Alya sudah lebih hangat. Gumam Jen dalam hati.
" Alya aku membeli minum dulu, yah kau tunggu saja di taman itu, " ucap Jen sambil menunjuk sebuah kursi.
" Hem, baiklah " Alya berjalan menuju kursi tersebut dan mendudukkan tubuhnya yang terasa lelah.
Sedangkan Jen segera menuju salah satu toko yang menjual minuman dingin. Saat Ia keluar dari toko Ia melihat seorang anak kecil yang di kerjai oleh sekelompok anak, Ia terpaksa menolong anak kecil itu karena rasa ibanya.
Bertepatan dengan itu, seorang pemuda berjalan mendekati Alya sambil menyodorkan sebuah botol minuman.
" Ini dari Jen, dia sedang ke toilet jadi menitipkan ini padaku "
" Apa kau temannya Jen ?" Alya bertanya dengan polosnya.
Pemuda itu mengangguk dan melangkah pergi dari sana. Alya yang memang merasa haus langsung meminum minuman yang di berikan pemuda tadi sampai habis. Saat ia hendak membuang botol minuman itu, ia merasa kepala nya sangat pusing Samapi pandangannya kabur, Ia hendak berdiri tetapi tubuhnya seakan lemas. Saat Ia hendak pingsan seseorang menyangga tubuhnya.
" Alya kau kenapa ?" Tanya seorang pemuda yang tak lain adalah Andrey. (Kalian masih ingat kan sama Andrey ? Dia pemuda yang langsung di kenal baik oleh Alya saat berkenalan)
" Kepala ku sakitt" ucap Alya tanpa memperdulikan dengan siapa dia berbicara.
" Ada apa ? kenapa bisa begini ?"
" minum--" belum sempat Alya menyelesaikan kalimatnya kesadarannya sudah hilang. Pemuda itu kebingungan Ia menepuk-nepuk pipi Alya yang nampak pucat itu agar Ia bangun tetapi nihil Alya tidak bereaksi apa-apa.
" Ya ampun , Andrey apa yang terjadi ?!" jerit seorang gadis yang baru saja datang sambil membawa kantong plastik di tangannya.
" Aku tidak tahu, lebih baik bawa dia ke rumah sakit, "
" Ahh, ayo apa kau membawa mobil An?"
Andrey langsung saja menggendong tubuh mungil Alya dan membawa nya menuju sebuah mobil di ikuti oleh Jen.
" Tunggu aku harus memberi tahu Mika dan Kak Yohan" Jen segera mengambil ponselnya.
" lebih baik masuk dulu, kau bisa menghubungi mereka di jalan nanti, sekarang masuklah, " ucap Andrey dengan tidak sabar.
" Ahh, baiklah "
Mobil itu melaju secepat mungkin menuju rumah sakit terdekat.
-oOo-
__ADS_1
Bersambung...