
"Laki-laki itu memperkosa ku. Flint. Flint Myron Gladwyn telah merenggut kesucian yang aku jaga selama ini. Aku sangat membenci laki-laki itu...!"
Mendadak raut wajah Claire berubah. "Kau bertemu dengan laki-laki itu semalam?", tanya nya tak percaya.
"Iya. Aku pikir ia baik, menolong ku dari laki-laki asing yang tiba-tiba mencegat ku ketika aku mau ke toilet. Laki-laki asing itu memanggilku Kaylaa. Ia mengenal saudara ku".
Claire terdiam mendengar cerita Kaylee sambil terisak pilu.
"Aku menyesal meneguk wine itu, membuatku melupakan segalanya. Flint memanfaatkan ketidak berdayakan ku. Ia memperkosa ku. Aku ternoda oleh bajingan itu".
Kaylee menangis sesenggukan. Hatinya hancur berkeping-keping.
Claire melihat leher hingga dada bagian atas Kaylee yang terekspos penuh noda merah. Sudah bisa di pastikan itu hasil perbuatan Flint. Melihat tanda-tanda tersebut bahkan ada berwarna biru keunguan, menunjukkan betapa buasnya Flint Myron Gladwyn.
"Ikut aku!"
Claire membantu Kaylee berdiri. Namun tubuh Kaylee menolaknya. Gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Kita harus melakukan visum sekarang juga. Kau harus menuntut laki-laki itu!"
__ADS_1
Lagi-lagi Kaylee menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Banyak tanda merah di tubuh mu, tapi bukan berarti bajingan itu menyetubuhi mu, Kay. Visum akan membuktikan semuanya", ucap Claire menyadarkan Kaylee.
"Aku melihat rekaman. Ia merekam ku".
"Rekam apa? Flint merekam sedang memperkosa mu?", tanya Claire ingin tahu. Wajar ia bertanya dengan jelas karena Claire lulusan hukum sama seperti Regan.
Kaylee terdiam. Seingatnya yang ada di rekaman ia masih berpakaian lengkap yang nampak hanya dirinya saja dengan kata-kata menjijikan. Memohon pada Flint agar menyentuh tubuh nya.
Kaylee menceritakan semuanya pada Claire.
Kaylee menatap Claire. "Benarkah?"
Claire menganggukkan kepalanya dengan pasti.
"Apa ia membohongi ku dengan ancamannya itu?".
"Kita akan mencari tahu nanti. Sekarang bersihkan tubuh mu. Kita ke dokter melakukan visum".
__ADS_1
"Claire...aku harus menelpon Tory. Ketika keluar dari hotel, tiba-tiba banyak sekali orang wartawan. Aku tidak tahu mereka mendapatkan informasi dari mana namun mereka tahu aku bersama seseorang.
Claire berdiri dan mengambil handphone Kaylee, memberikan nya pada gadis itu. "Aku pikir pasti laki-laki itu yang menghubungi wartawan. Ia menjebak mu, Kay. Kita akan mencari tahu apa maksudnya melakukan semua ini pada mu", ucap Claire sambil berpikir.
*
"Melihat dari hasil visum. Tidak terjadi kekerasan pada organ intim nona. Semua baik-baik saja".
Mendengar penjelasan dokter wanita itu, membuat Kaylee dan Claire bernafas lega.
Kaylee bisa berdiri dengan tegak. Bahkan rasa takut dan kuatir nya hilang seketika berganti dengan kepastian.
"Aku harus bertemu dengan bajingan itu. Ia harus menjelaskan apa maksudnya membohongi ku!"
"Nanti saja Kay. Kau harus berdiskusi dengan Tory. Aku yakin Tory memiliki pandangan sendiri dengan kasus mu ini. Apalagi kau sekarang sebagai Kaylaa, menjadi perhatian banyak orang. Sebaiknya tenang kan diri mu sesaat, sebelum kau kembali ke Queen's. Setidaknya perasaan mu lega sekarang. Kau sudah tahu kebenarannya", ucap Claire mengusap punggung temannya itu.
"Kau benar Claire. Terima kasih, kamu selalu membantu ku", ucap Kaylee memeluk lengan sahabatnya itu.
...***...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Jika mau author up lagi 🙏