
"Aku mencintaimu Flint Myron Gladwyn", ucap Kaylee menatap lembut manik berwarna abu-abu tepat di hadapannya. Jemari Kaylee mengusap lembut rahang yang di tumbuhi bulu-bulu halus.
"Aku ingin mendengarnya lagi. Aku ingin meyakinkan diri ku apa yang aku dengar barusan memang benar nyata?", ucap Flint sembari melingkarkan tangannya pada pinggang Kaylee.
Kaylee menjijitkan kakinya. "Aku mencintai mu, Flint. Sangat mencintai mu", bisik Kaylee terdengar begitu lembut di telinga Flint.
Kaylee mengecup ragang laki-laki itu. Flint tersenyum mendengar dan merasakan sentuhan Kaylee.
Flint membingkai wajah cantik Kaylee, me*umat lembut bibir gadis itu dengan penuh perasaan.
Sesaat Flint menghentikan aktivitasnya yang memabukkan.
"Katakan, bagaimana bisa kamu berada di sini sekarang, hem?", tanya Flint mencubit anak rambut Kaylee ke belakang telinga gadis itu.
Kaylee memeluk pinggang Flint dan menyandarkan wajahnya pada dada bidang laki-laki itu.
"Aku melihat grand opening hotel mu, Flint. Aku mendengar kata sambutan mu", ucap Kaylee.
"Claire temanku meminta bantuan Thomas, dan Thomas mau membantuku. Ia mengajak ku dan Claire kemari", ucap Kaylee memainkan kancing kemeja putih yang melekat di tubuh Flint seraya mendongakkan wajahnya menatap Flint.
Flint mengecup kening Kaylee.
"Kalau begitu aku harus berterima kasih pada teman ku itu. Ia sama sekali tidak memberi tahu ku, kau akan kemari".
"Aku kecewa karena kau tidak hadir di peresmian itu, meski undangan telah aku kirim khusus untuk mu. Aku pikir hati mu benar-benar membatu dan tertutup untuk ku. Aku memutuskan menetap di sini. Entah sampai kapan. Aku benar-benar ingin menenangkan diri ku, jauh dari hingar-bingar kota", ucap mengungkapkan perasaannya.
"Itulah perasaan sebenarnya yang aku rasakan. Seperti kata-kata yang aku sampaikan ketika grand opening hotel ku. Aku merindukanmu. Namun sangat sulit untuk ku gapai".
Kaylee mendengar perkataan Flint. Gadis itu memejamkan matanya seraya mengeratkan pelukannya. Angin sepoi-sepoi di rasakan Kaylee. Namun kehangatan dekapan laki-laki yang di cintai nya itu memberikan rasa nyaman dan ketenangan.
"Maafkan aku, sayang. Maafkan atas apa yang aku lakukan pada mu. Ketika tahu kau bukan Kaylaa dan tidak tahu apa-apa, benar-benar membuat hati ku hancur telah berlaku tidak adil pada mu".
"Aku juga tahu cerita sebenarnya. Kaylaa tidak melakukan apa-apa pada Andrew. Maafkan aku telah membuat mu menderita beberapa bulan ini. Bahkan aku tega mengirim orang mengambil rumah mu, membuatmu terdesak dan menerima tawaran Tory menggantikan kakak mu", ucap Flint mencium pucuk kepala Kaylee.
Kaylee mengeratkan pegangannya seakan-akan tidak mau melepaskan.
"Tapi kau benar. Aku memang harus bertanggung jawab pada uang yang di pakai papa. Dan aku senang bisa mengembalikannya pada mu", ucap Kaylee terdengar begitu lembut.
Flint memegang kedua bahu Kaylee. "Uang itu milik mu, Kay. Semuanya akan aku kembalikan pada mu. Aku tidak mau menerimanya. Tidak perlu di ingatkan lagi masalah itu, hem. Kau tahu...kau di dekat ku sekarang membuat ku sangat bahagia melebihi apapun di dunia ini", ucap Flint mendalam. Ia kembali membawa Kaylee ke dalam dekapan hangatnya.
"Terimakasih, kau berada di sini dan mengatakan perasaan mu yang sebenarnya, Kaylee. Aku mencintai mu sepenuh hatiku".
__ADS_1
*
"Akh..
Kaylee menggerakkan tubuhnya. Seketika keluar suara meringis dari mulutnya.
Kedua kelopak mata Kaylee terbuka sempurna. Setelah semua kesadarannya terkumpul, Kaylee tersenyum sambil meraba-raba tempat tidur di sampingnya.
Sontak ia terbangun setelah tidak menemukan keberadaan Flint di sampingnya. Kaylee memungut selimut tebal yang teronggok di samping tempat tidur.
Sambil menahan rasa perih di area bawah tubuhnya, gadis itu berusaha untuk berdiri.
"Flint di mana?", ucap Kaylee bertanya-tanya. "Apa ia di kamar mandi?", gumam Kaylee mencari sosok laki-laki yang menghabiskan malam panjang dengannya.
Kedua alis Kaylee saling bertautan, mendadak ia panik dengan pikirannya. "Atau... jangan-jangan Flint meninggalkan aku lagi seperti waktu itu?"
Kaylee melangkahkan kaki dengan tertatih, melihat kamar mandi, namun Flint tidak ada di sana.
"Tidak...tidak. Flint tidak mungkin meninggalkan aku lagi", ucap Kaylee dengan suara bergetar. Kedua matanya langsung berkaca-kaca. Kaylee terlihat kacau. Perasaannya seketika hampa.
"Apa yang kau cari di sana, sayang? Aku membawakan sarapan untukmu".
Flint menaruh makanan di atas nakas. Ia tersenyum melihat Kaylee. Namun senyuman itu mendadak hilang ketika melihat Kaylee meringis dan berjalan tertatih.
Flint segera mengangkat tubuh gadis itu.
"Kau mencari ku, hem?"
Kaylee menyembunyikan wajahnya pada leher laki-laki itu.
Flint mendudukkan tubuh Kaylee di atas tempat tidur.
"Apa masih terasa sakit?", tanya Flint sambil menjumput anak rambut kebelakang telinga Kaylee. Flint mengungkung kedua paha Kaylee yang bersandar di ujung pembaringan.
Kaylee menganggukkan kepalanya. Tubuh nya masih polos hanya tertutup selimut.
Flint tersenyum melihat tanda kepemilikan yang ia lakukan pada tubuh gadis itu. Semalaman keduanya mereguk kenikmatan bersama.
"Maafkan aku, lain kali aku akan melakukannya pelan-pelan", bisik Flint di telinga Kaylee.
Kaylee memeluk pinggang Flint dan menyandarkan wajahnya pada dada bidang laki-laki itu. "Aku pikir kau meninggalkan aku, seperti waktu itu. Aku takut kau melakukannya lagi pada ku", ucap Kaylee lirih.
__ADS_1
Flint memegang kedua bahu Kaylee, dan menjauhkan darinya. Kedua netra abu-abu miliknya menatap lembut iris coklat Kaylee.
"Tidak akan terjadi lagi sayang. Pergi meninggalkan mu, adalah hal terbodoh yang aku lakukan. Di saat hati terdalam ku menginginkan menyentuh mu, tapi dendam mempengaruhi pikiran ku, membuatku melakukan hal bodoh yang aku sesali seumur hidup ku", ucap Flint menyesali perlakuan nya pada Kaylee beberapa waktu yang lalu.
Flint kembali memeluk Kaylee, berulangkali mengecup pucuk kepala gadis itu. Mencium kedua kelopak mata Kaylee. Dan berakhir pada bibir Kaylee yang terasa dingin bergetar. Keduanya berciuman intens dan mendalam.
"Kriuk..
"Kriuk..
Flint menghentikan pangutannya. Menatap lembut Kaylee dengan tersenyum.
"Aku lapar", ucap Kaylee dengan wajah merona malu setelah perutnya berbunyi.
Flint tersenyum melihat wajah kekasihnya. "Aku sudah memesan makanan untuk mu, makanlah. Jika tidak cocok, kau bisa meminta yang lainnya", ucap Flint mengambil nampan berisi makanan dan minuman.
Kaylee mengambil setangkai bunga mawar merah yang berada dipinggir nampan. Ia tersenyum bahagia sambil mencium kelopaknya.
Kaylee mengambil piring berisi pancakes langsung menuang saus madu di atasnya. Flint tersenyum memperhatikan gadisnya itu dengan penuh perasaan.
Kaylee menyantap pancakes, yang terasa lembut dan lumer di mulut nya. Hingga gigitan ke tiga Kaylee menjerit kaget. Ketika giginya menggigit benda sangat keras. "Aww.."
Kaylee mengambil benda itu dari mulutnya. Kedua matanya terbelalak kaget. Melihat cincin berlian yang hampir saja tertelan olehnya.
Kaylee mengangkat cincin itu dan menatap Flint meminta penjelasannya.
"Menikahlah dengan ku Kaylee Morgan. Aku sangat mencintaimu", ucap Flint terdengar begitu lembut.
Dengan mulut terbuka dan wajah kaget tidak percaya, Kaylee menganggukkan kepalanya dengan pasti. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Namun kristal bening haru menetes menyentuh wajah gadis itu.
"Aku bersedia. Tentu saja aku mau", jawab Kaylee dengan pasti. Kaylee menghambur memeluk erat Flint. Tangis bahagia terdengar memenuhi kamar mewah itu.
Keduanya berpelukan mesra.
Aku sudah lama menyiapkan cincin itu dan selalu ku bawa kemanapun aku pergi. "Terimakasih sayang, kau menerima nya.."
...***...
To be continue
Bab nya author kasih panjang biar puas bacanya, nggak terpotong. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 🙏
__ADS_1