LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 59


__ADS_3

"Flinttt...apa maksudnya kau menikah dengan wanita tidak jelas ini, hah?"


"Kau tahu, kita sudah di jodohkan sejak kecil oleh kakek kita! Apa kau lupa wasiat itu?", teriak seorang wanita yang tiba-tiba muncul di ruang kerja Flint.


Flint dan Kaylee yang sedang berciuman mesra langsung menghentikan kegiatan mereka. Flint menatap tajam Leah yang menerobos masuk ruangannya.


Flint juga menatap tajam Nicole. "Kau mau aku pecat, Nicole?", ketus Flint pada sekertaris nya yang berdiri di belakang Leah.


Mendadak tubuh wanita itu gemetaran. "Maaf tuan, saya sudah berusaha mencegah nona Leah–"


"Pergi sana panggil Roland kemari!", perintah Flint sembari mengibas-ibaskan tangannya pada Nicole.


Kaylee hendak bangun dari pangkuan Flint, namun laki-laki itu menahan pinggang nya. Membuat Leah kesal semakin kesal.


"Kau belum menjelaskan apapun pada ku Flint?", ketus Leah sambil melemparkan sebuah tabloid ke atas meja.


"Aku tidak berkewajiban menjelaskan apapun pada mu Leah. Kau menganggu ku dan istri ku. Sebaiknya kau pergi sebelum Roland dan keamanan mengusir mu!", ancam Flint keras pada wanita cantik berambut sebahu itu.


Kaylee risih. Ia hendak berdiri dari pangkuan Flint sebelum semua orang datang. Namun tetap saja Flint menahannya.


"Kalian tidak bisa bersama, aku akan membongkar semua kebohongan, bahwa wanita ini memakai data saudaranya yang sudah mati. Aku pastikan ia akan membusuk di penjara!"


Kaylee terdiam mendengar perkataan ketus Leah.


Sementara Flint tampak santai biasa-biasa saja. Bahkan terlihat seringai di wajahnya.


"Lakukan saja ancaman mu itu. Tapi tentu kau tahu konsekuensinya Leah Gibson, aku akan memutus semua kerja sama kita di segala sektor. Silahkan kau mencari investor untuk perusahaan keluarga mu yang hampir bangkrut itu!", jawab Flint terdengar datar tapi mematikan. Jelas menekan di setiap kata-kata laki-laki itu.


Raut wajah Leah Gibson, berubah seketika mendengar ancaman Flint. Kedua tangannya terkepal. "Kau tidak bisa melakukan itu pada ku! Mendiang Kakek kita bersahabat".


Lagi-lagi Leah menggelengkan kepalanya, tidak percaya Flint mengeluarkan ancaman padanya demi membela Kaylee Morgan yang di mata Leah bukanlah siapa-siapa. Hanya wanita biasa yang mencari keuntungan dengan menikahi Flint Myron Gladwyn yang memiliki segalanya.

__ADS_1


"Roland keluarkan wanita ini dari perusahaan ku. Mulai sekarang aku melarang ia berkeliaran di sekitar perusahaan ku. Kalian mengerti? Dan segera hentikan semua kerja sama perusahaan ku dengan nya!"


Roland menganggukkan kepalanya. Laki-laki itu segera memerintahkan keamanan gedung menyeret Leah keluar.


"Jangan menyentuhku! Atau kalian berurusan dengan pengacara ku. Dan kau...kau tidak tahu berhadapan dengan siapa. Aku tidak terima di perlakukan seperti ini. Aku akan membalasnya!", ancam Leah Gibson pada Kaylee dan Flint sambil membalikan badannya dan berlalu.


*


"Sayang apa kau tidak berlebihan pada Leah. Wanita itu sangat marah, bagaimana kalau ancamannya itu benar-benar di lakukannya Flint?"


"Ia tahu konsekuensinya. Wanita itu tidak akan mau kehilangan hartanya. Tenanglah", ucap Flint menenangkan Kaylee yang dari tadi terpikir dengan ancaman Leah.


Keduanya kini menikmati makan siang bersama di ruang kerja Flint. Kaylee mengambilkan potongan buah untuk suaminya.


Wajah Kaylee terlihat pucat setelah kedatangan Leah secara tiba-tiba keruang kerja suaminya. Namun Flint terlihat santai dan biasa-biasa saja.


"Flint apa maksud Leah kalian sudah di jodohkan?"


"Kakekku berteman baik dengan kakek Leah. Mereka sama-sama mempunyai bisnis yang berkembang pesat. Hingga keduanya menjodohkan cucu-cucu mereka. Aku dan Leah. Dengan tujuan harta keduanya tidak beralih pada orang lain", ucap Flint sambil menyandarkan punggungnya.


"Lalu kalian menerima perjodohan itu?"


"Ayah ku tidak memberatkan aku. Ia menyerahkan semua pilihan pada ku. Aku sangat menghormati kakek Gladwyn tapi aku sangat setuju dengan papa. Semoga keduanya tenang di Sana", ucap Flint menatap ke atas.


"Leah sangat cantik dan seksi, apa kau tidak tertarik padanya, hem?", tanya Kaylee menatap selidik suaminya.


"Di Luaran sana banyak wanita lebih cantik, apa aku harus jatuh cinta pada mereka? Tentu saja tidak. Aku memiliki kriteria sendiri siapa wanita yang layak mendampingi ku", sambung Flint.


"Aku mencoba menjalani hubungan dengan Leah selama hampir satu tahun, tapi tidak ada kecocokan di antara kami. Aku mengakhiri hubungan itu. Dan ayahku mendukung putusan ku. Semua berakhir. Tidak ada sangkut pautnya lagi dengan wanita itu, selain hanya hubungan kerja biasa untuk menghormati kakek ku", sambung Flint menjelaskan semuanya tentang ia dan Leah.


Sejam berlalu...

__ADS_1


Roland baru saja keluar ruang kerja Flint.


"Sayang aku ada meeting penting sekarang. Kau mau menunggu di sini?", tanya Flint sambil memakai jasnya.


Kaylee berdiri dan merapikan simpul dasi dan stelan kerja Flint. "Kau pasti lama, aku bosan jika menunggu mu. Sebaiknya aku pulang dan menunggu mu di rumah saja", jawab Kaylee tersenyum mesra sambil menepuk-nepuk dada Flint


"Ah Kaylee...Andai meeting ini tidak penting, akan ku batalkan saja. Aku lebih memilih melanjutkan yang tertunda tadi", ucap Flint menyatukan bibirnya pada bibir ranum Kaylee.


Cukup lama keduanya berciuman mesra hingga terdengar suara intercom di atas meja Flint mengingatkan kehadiran Flint karena sudah di tunggu di ruang rapat.


Kaylee mendorong dada Flint. "Flint, mereka sudah menunggu mu. Sebaiknya aku pulang sekarang, nanti kau tidak fokus bekerja", cicit Kaylee sambil merapikan pakaiannya yang nampak kusut.


"Iya. Tapi pulang nanti aku akan menanggih janji mu. Pakai lingerie kesukaan ku", Bisik Flint terdengar mesra di telinga istrinya.


Kaylee mencubit pinggang Flint yang tertawa karena berhasil membuat wajah Kaylee merona. Keduanya bersama-sama keluar ruangan.


*


Diaz membuka pintu mobil dari sisi kanan begitu melihat Kaylee di lobby. Kaylee langsung menuju mobil itu. Diaz sudah mengeluarkan mobil dari carport.


Baik Kaylee mau pun Diaz tidak menyadari sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.


Diaz sangat terkejut begitu menyadarinya. Laki-laki itu berteriak mengingatkan Kaylee namun semua terlambat.


"Brukkk...


"Nonaaa..


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2