LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 46


__ADS_3

"Kay, apa kau bisa pergi bersama ku sekarang ke kediaman keluarga Axton pemilik hotel Axton. Dua minggu yang lalu perwakilan mereka menemui ku, weekend nanti owner hotel itu akan mengadakan golden wedding party. Istri tuan Axton sangat menyukai bunga-bunga mu. Ia ingin menampilkan dekorasi rangkaian bunga segar mu, Kay", ucap Claire memberi tahu Kaylee yang sedang sibuk memberikan instruksi pada Lucy anak buahnya.


Kaylee mengalihkan perhatiannya pada Claire yang sudah siap untuk pergi. "Kenapa kau baru memberi tahu ku sekarang?"


"Tiga hari ini toko kita sangat ramai, kau pun sangat sibuk...aku lupa memberi tahu mu", jawab Claire memberikan alasan.


"Oke kita pergi ke sana. Aku membersihkan tubuh ku sebentar. Hm... Lucy kamu bisa kan membimbing yang lainnya menyelesaikan buket bunga yang d pesan klien kita kemarin?"


"Tentu saja nona. Nona Kaylee tidak usah kuatir kami akan menyelesaikannya tepat waktu".


"Good".


Kaylee membuka apron yang biasa ia pakai ketika merangkai bunga, kemudian mengibas-ibaskan tangannya pada dress yang ia pakai. Sejenak ia bercermin merapikan rambut dan riasan wajahnya. "Ayo kita pergi sekarang!", ujar Kaylee pada Claire. Keduanya pun masuk ke dalam mobil Kaylee yang terparkir di carport.


Kaylee mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


 Tiga hari sudah Kaylee kembali ke kota kelahirannya itu, tak nampak gurat kesedihan di wajah gadis itu. Ia enjoy menghabiskan waktu dengan bekerja mengurus toko bunga miliknya.

__ADS_1


"Kay, apa kau tidak gugup ini pertama kali kau mendapatkan klien sekelas hotel Axton. Apalagi yang memesan bunga-bunga itu pemiliknya langsung. Tuan Axton dan istrinya", ucap Claire menolehkan wajahnya menatap Kaylee yang sedang fokus menyetir.


"Yang penting kita lakukan semua pekerjaan dengan baik, klien kita pasti akan puas", balas Kaylee tersenyum manis. "Satu lagi... hindari kesalahan sekecil apapun", sambungnya lagi.


Kaylee membelokkan mobilnya. Menolehkan kepalanya ke kanan-kiri. "Coba kau lihat alamatnya. Kita sudah di kawasan alamat keluarga Axton".


Claire melihat kartu nama yang ada di tangannya. Kemudian mencocokkan nomor-nomor rumah yang sudah mereka lalui. "Kay .. sepertinya mansion yang paling ujung itu", ujar Claire menunjuk bangunan classic berwarna putih bersih. Mansion yang sangat mewah. Bahkan beberapa orang berjaga-jaga di pintu masuk.


Kaylee memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"CK kau ini berlebihan sekali. Ayo kita turun menemui keluarga Axton, kemudian kembali lagi ke toko. Ingat Claire, kita sedang banyak orderan. Aku ragu Lucy bisa menanganinya", seru Kaylee keluar dari mobilnya.


"Uh Kaylee kamu ini kaku sekali, apa salahnya sambil bekerja mencari jodoh juga. Huhh...apalagi kalau kaya seperti keluarga Axton, aku tidak akan menolaknya hihi", cicit Claire sambil cekikikan setengah berlarian mengejar Kaylee yang sedang bicara pada penjaga mansion.


"Mari saya antar nona-nona kedalam, nyonya Marie sudah menunggu kalian", ujar seorang penjaga setelah mengetahui kedatangan Kaylee.


*

__ADS_1


Kaylee dan Claire di persilahkan menunggu di ruang tamu, mereka hanya berdua saja. Sementara pemilik rumah belum kelihatan keberadaan nya.


"Kay, kenapa aku gugup ya. Uhh, kalau gugup begini aku tidak bisa menahan pipis", ucap Claire merapatkan kedua pahanya.


"Claire, bisa tidak kau tenang. Kita kemari karena permintaan mereka, bukan mau mengemis mendapatkan pekerjaan. Jadi tenanglah. Kau selalu berlebihan".


Beberapa menit kemudian terlihat sepasang suami-isteri masuk keruang tamu. Kaylee dan Claire hendak beranjak dari duduknya, namun tuan Axton mencegah. "Silahkan duduk", ucapnya ramah. Namun Kaylee dan Claire tetap berdiri menghormati pemilik rumah.


Wanita paruh baya yang berdiri di samping laki-laki itu tak berkedip menatap Kaylee. Tak lain adalah Marie Axton. Baik Kaylee maupun Claire, tentu saja tahu hotel Axton yang berdiri megah di pusat kota Chicago, namun tidak mengetahui siapa pemiliknya.


Perlahan tangan Marie terangkat dan mengusap lembut wajah Kaylee. Tentu saja membuat Kaylee dan Claire kaget.


"Kau sangat mirip mama mu..Tracy", ucapnya pelan.


...***...


To be continue

__ADS_1


__ADS_2