
"Apa kabar mu, Kay?", ucap Thomas melepaskan pelukannya. Pelukan hangat tanda persahabatan keduanya.
Kaylee segera mengajak Thomas keruang kerjanya.
"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja, Thomas. Aku bahagia berada di kota kelahiran ku dan menjadi diri ku sendiri", ucap Kaylee menjawab pertanyaan Thomas beberapa saat yang lalu.
Thomas tersenyum sambil menepuk paha nya sendiri. "Ya aku bisa melihatnya dari wajahmu", balas Thomas. Ia tahu masalah Kaylee dan Flint.
"Apa Flint tahu kau kembali ke Chicago, Kay?"
Kaylee mengangkat satu bahunya. "Aku tidak tahu. Aku tidak ingin mengetahui tentang sahabat baik mu itu. Tapi aku berharap dia baik-baik saja. Hubungan kami sudah berakhir", ujar Kaylee tersenyum getir.
Thomas tahu, Kaylee masih menyimpan rasa untuk Flint. Ia bisa melihat di mata gadis itu ketika menceritakan hubungan ia dan Flint.
"Kaylee...aku mengundang Flint ke acara mama dan papa ku nanti malam, tidak apa-apa kan? Kamu tahu, sejak mengetahui orang tua kita berteman aku menganggap mu seperti adikku sendiri. Sementara Flint adalah teman baik ku".
Kaylee menganggukkan kepalanya. "Iya aku mengerti, tidak usah di pikirkan. Saat bertemu teman baik mu itu aku akan baik-baik saja. Bahkan aku bisa menghindari nya", jawab Kaylee sekenanya.
Namun Thomas sangsi akan hal itu. Baik Flint dan Kaylee saling mencintai meskipun di pertemuan terakhir keduanya tidak baik-baik saja.
"Tok..
"Tok..
"Masuk!
Lucy terlihat membuka pintu ruang kerja Kaylee.
"Nona, semua bahan untuk rangkaian bunga hotel Axton sudah datang. Nona Claire sudah memeriksa. Apakah kami langsung merangkainya sekarang?"
__ADS_1
"Oh iya, aku akan bersama kalian. Ehm... Thomas apa kau mau melihat kami merangkai bunga atau kau menunggu di sini saja?"
"Tentu saja melihat kalian, aku juga ingin membantu pekerjaan kalian Kay", jawab laki-laki tampan itu mengikuti langkah kaki Kaylee.
Terlihat Claire dan Regan mulai menata sebagian bunga segar di dalam vas bunga kristal bening. Sesuai keinginan Marie mama Thomas.
Bunga yang sudah di tata di atas meja, untuk finishing nya Kaylee lah yang melakukannya. Lebih-kurang Kaylee sendiri yang akan turun tangan, sehingga hasilnya nanti sempurna seperti yang diinginkan kliennya.
Sudah ada dua rangkaian bunga yang siap di atas meja. Bunga mawar merah dipadukan bunga edelweiss. Bunga-bunga ini melambangkan keabadian dan cinta sejati bagi pasangan yang saling mencintai.
"Apa kau yang merangkai bunga indah itu?", tanya Thomas tepat di belakang Claire.
Claire yang terlihat sedang fokus bekerja kaget dan menolehkan wajahnya pada sumber suara tepat di belakangnya. Kedua mata Claire membulat melihat Thomas ada di belakangnya.
"Tuan Thomas Axton?"
"Thomas. Thomas saja", ralat si pemilik nama.
"Nah itu lebih enak di dengar", ujar Thomas berdiri di samping Claire. "Kau mau mengajari ku membuat rangkaian bunga seindah buatan mu?", bisiknya seakan takut di dengar yang lainnya.
Namun Kaylee yang berdiri di samping Regan melihat wajah Claire tersipu-sipu. "Sepertinya mereka cepat akrab", batin Kaylee tersenyum.
Sudah beberapa waktu di habiskan untuk merangkai bunga. Bahkan sampai rangkaian terakhir Thomas masih menemani mereka. Menurut Thomas, apa salahnya ia ikut bersumbangsih untuk memeriahkan acara Axton dan Marie nanti malam.
"Semuanya sudah siap di mobil. Aku dan dua pekerja akan segera membawanya ke hotel. Sekarang sudah pukul tiga sore. Aku rasa waktunya sudah pas untuk penataan di dalam ballroom hotel, Kay", ujar Regan meminta izin pada Kaylee.
"Iya kamu benar. Pergilah bersama Sandro dan Kevin. Sementara aku dan Claire akan segera menyusul kalian", ucap Kaylee.
Regan menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu kita bertemu di sana".
__ADS_1
"Iya. Kalian berhati-hati membawa bunga-bunga itu, Regan hindari guncangan".
"Jangan kuatir bos. Seperti biasanya", seru Regan tertawa.
Thomas memperhatikan semua proses pekerjaan Kaylee dan tim-nya sangat solid.
"Claire kita harus bersiap ke hotel juga", ucap Kaylee.
"Kay, tapi kita belum membersihkan tubuh kita. Kita perlu mandi dan berganti pakaian pesta.."
Kaylee terdiam mendengar perkataan Claire. "Iya juga".
Thomas melihat Kaylee dan Claire tampak bingung. "Kaylee, bawa saja pakaian kalian. Malam ini kau dan Claire tidur saja di kamar ku di hotel. Tentu akan memudahkan pekerjaan mu", ucap Thomas.
Kaylee terlihat berpikir.
"Thomas benar juga Kay, kita ambil saja pakaian di rumah mu kemudian langsung ke hotel Thomas".
Kaylee menganggukkan kepalanya. Tanda setuju dengan ide itu. Karena bolak-balik tentu akan memakan waktu mereka. Karena jarak rumah Kaylee dengan hotel Axton cukup jauh.
"Ayo kita ambil pakaian kita Claire".
Kaylee melihat Thomas. "Thomas apa kau tidak akan bersiap-siap, kan ini acara mama dan papa mu?"
"Aku akan mengantar kalian ke hotel kemudian baru pulang", jawab Thomas.
Kaylee menganggukkan kepalanya. "Kau tunggu saja, itu rumah ku. Hanya berjarak dua rumah dari sini ", ujar Kaylee pada Thomas yang duduk di kursi.
"Iya", jawab laki-laki itu singkat. Sambil melihat handphone nya. Nampak ia sedang menghubungi seseorang. Sementara Kaylee dan Claire berjalan menuju rumah.
__ADS_1
...***...
To be continue