
Flint membuka pintu kamarnya. Kemudian terdengar bantingan pintu cukup keras. Laki-laki itu menurunkan tubuh Kaylee dari pundaknya.
Seketika gadis itu berlari ke pintu, berusaha membukanya. Kaylee memutar handle pintu bahkan memukul-mukulnya. Tapi sayang tidak bisa di buka.
"Kau pikir aku bodoh, ini yang kau cari?", ucap Flint menunjukkan card dan mengendurkan dasinya. Terasa begitu gerah.
"A-pa mau mu?"
"Apa lagi yang di lakukan pasangan jika hanya berdua di dalam kamar", ucap Flint seraya menunjukkan seringai di wajahnya.
"Kita bukan pasangan. Kita tidak memiliki hubungan apapun. Aku bebas dengan siapa yang aku mau", ketus Kaylee seolah-olah menantang Flint dengan wajah di tegakkan.
Memang tepat sekali, Kaylee menantang Flint, laki-laki itu langsung mendorong keras tubuh Kaylee Ke dinding.
Belakang tubuh gadis itu menghantam dinding yang kokoh.
"Akh..
Tanpa ampun, Flint me*umat kasar bibir Kaylee yang terbuka menahan rasa sakit belakang tubuhnya. Bibir Flint menyatu dengan bibir kenyal Kaylee. Menekan dengan gerak cepat.
Kaylee memberontak, berusaha menolak dengan menggerakkan wajahnya. Namun gerakan membuat fatal. Flint menarik tangan Kaylee ke atas, merapatkannya ke dinding sementara tubuh kokoh Flint menghimpit tubuh Kaylee.
Tanpa ampun, Flint leluasa menguasai bibir Kaylee. Gadis itu memberontak sekuat tenaga, bahkan terdengar mendesis. Flint tidak perduli. Saat ini akal sehatnya telah di kuasai amarah, kesal dan cemburu buta.
Perlawanan Kaylee akhirnya melemah. Tenaganya habis. Hanya terdengar deru nafas ketika bibir kenyal Flint menghisap lehernya. Jemari Flint menyatu dengan jemari Kaylee. Saling meremas mesra.
Seketika tubuh Kaylee seperti dialiri hawa panas aliran listrik bertegangan tinggi. Sekuat tenaga ia menahan gejolak batin dalam dirinya. Flint bertindak brutal namun terasa begitu nikmat. Buktinya sekarang gadis itu mende*ah.
__ADS_1
Kaylee sangat membenci tubuhnya yang berkhianat. Gadis itu mengumpat.
Perlahan Flint melepaskan tangannya pada tangan Kaylee. Kini tangan kokoh itu membingkai wajah Kaylee, kembali me*umat bibir gadis itu.
Kali ini Flint mencium Kaylee dengan sangat lembut. Bahkan ia memperlakukan Kaylee seperti wanita yang sangat di cintainya. Kaylee memejamkan kedua matanya. Akal sehatnya pun hampir sirna. Flint membuai Kaylee dengan hebat membuat tubuh Kaylee bergidik dan bergetar.
Jemari-jemari lentik Kaylee meremas jas berwarna navi dengan motif bunga-bunga kecil yang membalut tubuh maskulin Flint. Kaylee membalas ciuman Flint. Keduanya saling berpangutan dengan mesra. Saling menyatukan lidah yang menari-nari menyapu rongga mulut dengan lembut. Kaylee memejamkan kedua matanya. Ingin merasakan lebih. Hasratnya bergelora mengimbangi sentuhan lembut Flint.
Ia tersadar sesaat Flint melepaskan pangutan di bibir nya.
Tubuh Kaylee bergetar hebat. Perlahan matanya terbuka. Manik hazel itu menatap sayu, menyelami netra abu-abu Flint yang begitu dekat dengannya.
"Plakkk!"
Tamparan keras mendarat pada wajah Flint.
Flint tersenyum. Tangannya menyentuh bekas tamparan itu.
"Aku tahu kau mencintaiku Kaylee. Aku tahu kau memiliki perasaan mendalam padaku. Bibir mu bisa berbohong tapi tidak dengan tubuh mu. Silahkan membantah nya! Katakan kau tidak mencintaiku. Ayo katakan!", ucap Flint seraya mengusap lembut bibir Kaylee yang mengeluarkan darah akibat gigitannya beberapa saat yang lalu.
"Ya...kau benar, aku memang mencintaimu, tapi rasa benci melebihi rasa cinta itu. Kau menyakitiku", balas Kaylee memalingkan wajahnya.
Flint menarik dengan lembut dagu Kaylee agar menatapnya. "Apa yang harus aku lakukan, agar kau memaafkan aku. Aku mengaku bersalah atas semua yang aku lakukan. Tapi aku tidak berbohong tentang mencintaimu, Kaylee", ucap Flint mendalam.
"Aku cemburu melihat mu akrab dengan Thomas. Dada ku bergemuruh melihat mu ada di kamarnya. Mengertilah", ucap Flint sembari membawa tangan Kaylee ke dada nya yang berdegup kencang.
Kaylee menundukkan wajahnya. "Tidak ada apapun antara aku dan Thomas. Orang tua Thomas teman baik mama ku. Bibi Marie dan paman Axton meminta ku mendekorasi pesta mereka malam ini, dengan bunga-bunga dari toko ku", aku Kaylee jujur.
__ADS_1
Flint menghembuskan nafasnya. Spontan laki-laki itu memeluk tubuh Kaylee. "Aku sangat merindukanmu, Kaylee. Maafkan aku", bisiknya dengan lembut.
Kaylee memejamkan kedua matanya, menghirup dalam-dalam aroma tubuh laki-laki itu, yang sangat di rindukannya. Kaylee membalas pelukan itu. "Beri aku waktu. Aku belum siap memulainya lagi. Banyak sekali yang mempengaruhi pikiran ku beberapa bulan ini. Aku ingin menyembuhkan luka itu. Kepergian Kaylaa, kepergian papa dan balas dendam mu sangat mempengaruhi mental ku hingga ke palung hati ku terdalam", ucap Kaylee pelan.
Flint mengurai pelukannya. Menatap manik indah tepat di hadapannya tanpa jarak. "Beri aku kesempatan memperbaiki kepingan hatimu Kay".
Kaylee menggelengkan kepalanya. "Biarkan waktu menjawabnya. Aku tidak mau terluka untuk yang kedua kalinya. Percayalah pada takdir. Jika kita memang berjodoh, kita pasti bersatu dan di pertemuan kembali. Namun tidak sekarang", ucap Kaylee pun menatap Flint dengan perasaan mendalam. Kedua matanya terasa hangat dan berkaca-kaca.
Flint terdiam mendengar kata-kata Kaylee.
Kaylee membingkai wajah Flint. Perlahan mendaratkan ciuman di wajah laki-laki itu.
Kay mengambil card yang ada di genggaman Flint dan meninggalkan Flint dalam diam.
*
Kaylee melangkah dengan cepat, menuju lift sambil mengusap air matanya yang menetes menyentuh wajahnya.
Dadanya terasa sesak. Ternyata perasaan nya tetap sama, ia sangat mencintai Flint Myron Gladwyn. Namun ia lega, Kaylee bisa tersenyum bahagia sekarang sambil menegakkan wajahnya.
...***...
To be continue
Tinggalkan komentar kalian sebanyak²nya, author akan up lagi.
Bagi vote ya, jika berkenan 🙏
__ADS_1