LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)

LOVE AND SACRIFICE (Cinta Dan Pengorbanan)
BAB 22


__ADS_3

Flint menatap Kaylee dengan sorot mata sulit untuk diartikan. Laki-laki itu sudah pindah duduk ke kursi kebesarannya.


Di tatap sedemikian rupa membuat Kaylee spontan mengeratkan krah kemeja berwarna krem sebagai dalaman blazer berwarna off white yang ia kenakan saat ini. Sementara rambut panjangnya di biarkan terurai. Sebagai aksesoris Kaylee menambahkan syal brand ternama ke leher jenjang nya. Lebih tepatnya, syal itu untuk menutupi tanda-tanda merah yang jelas masih nampak akibat perbuatan Flint malam itu.


"Ehem!"


Keluar suara dari mulut laki-laki itu.


"Kau mau apa menemui ku? Duduklah", ujar Flint mempersilahkan Kaylee duduk di hadapannya. Suara bariton Flint terdengar hangat di telinga Kaylee.


"Hm..Aku ingin melunasi sisa pembayaran uang perusahaan yang papa pakai", ucap Kaylee pelan seraya menyerahkan selembar cek ke hadapan Flint.


"Kau pasti bekerja sangat keras hingga bisa mengumpulkan uang sebanyak itu untuk membayar semua hutang ayah mu dalam waktu yang cukup singkat", ujar Flint bernada sindiran.


Kaylee nampak jengah membalasnya. "Tentu saja aku bekerja keras! Bukankah tuan sendiri menuntut agar aku segera bertanggungjawab atas perbuatan papa ku yang tuan anggap telah merugikan perusahaan tuan!", ketus Kaylee seraya beranjak dari tempat duduk nya. "Aku ucapkan terima kasih karena sudah memperkerjakan papa di perusahaan anda. Aku ingat betul papa sangat bangga bekerja di sana", ujar Kaylee bernada sindiran halus yang ditujukan nya pada orang nomor satu di perusahaan Gladwyn tersebut.


Flint menganggukkan kepala, seraya tersenyum. "Aku akui kau gadis mandiri yang bertanggungjawab, Kaylaa. Aku ingin bekerjasama dengan mu–"


Flint menghentikan ucapannya ketika ada suara ketukan di pintu. Laki-laki tampan itu mempersilahkan masuk. Sementara Kaylee berdiri membisu ditempat nya. Gadis itu mencoba mencerna perkataan Flint.


Terlihat Roland dan Tory masuk keruangan.

__ADS_1


"Bagaimana...Apa kalian sudah deal?", tanya Flint pada keduanya.


"Iya tuan. Nona Tory menjamin besok nona Kaylaa Morgan sudah mulai bekerjasama dengan Gladwyn holding company".


"Perkataan Roland jelas saja membuat Kaylee kaget bukan kepalang. "A-pa maksudnya Tory!"


Terlihat Tory menganggukkan kepalanya. Wanita itu tersenyum hangat pada Flint. "Maaf tuan-tuan, saya dan Kaylaa harus bicara. Kami permisi", ucap Tory seraya memeluk pinggang ramping Kaylaa.


Flint mempersilahkan keduanya pergi. Wajah laki-laki itu tersenyum penuh arti sambil menatap lekat punggung indah Kaylee yang berlalu dari hadapannya.


*


"Tory... apa-apaan kau ini. Tentu saja aku tidak mau bekerjasama dengan Flint. Bagaimana mungkin kau melakukan kerja sama tanpa memberi tahuku terlebih dahulu", cecar Kaylee ketika keduanya sudah di dalam mobil Tory.


"Lagi-lagi bisnis! Lagi-lagi uang yang kamu pikirkan! Tanpa mau tahu apa pendapat ku sebagai model yang akan bekerjasama dengan Flint. Ingat. Laki-laki brengsek itu hampir memperkosa ku, Tory! Sekarang? Lihat...kau malah bekerja sama dengan bajingan itu! Bravo. Kalian memang layak bekerjasama. Tapi tidak dengan ku. Aku tidak mau!"


Kaylee begitu menggebu-gebu. Amarah telah menguasai dirinya.


Tory terdiam mendengar semua ucapan Kaylee.


"Kay maafkan aku. Aku tahu kau membenci tuan Flint. Tapi ini semua ku lakukan karena bisnis. Aku tidak bisa menolaknya".

__ADS_1


Tory terlihat membuang nafas.


"Kalau kau mengelola agensi seperti aku, kau pasti mengerti. Salah satu keberhasilan sebuah agensi itu, jika anak didik mereka bisa bekerjasama dengan perusahaan besar seperti Gladwyn. Nama mu akan melambung tinggi. Kau akan lebih terkenal. Bahkan bayaran mu sudah di pastikan meningkat. Semua ini semata karena bisnis Kaylee tidak lebih. Saran ku bersikaplah seperti kakak mu. Kau ingat Adam Connelly, Kaylaa tetap melakukan kerjasama dengan perusahaan miliknya meskipun laki-laki itu acap kali menggodanya. Tak satu kali pun Kaylaa menerima ajakan berkencan laki-laki itu. Itulah yang di namakan profesional".


Kaylee memalingkan wajahnya menatap keluar jendela. Perasaan nya masih dongkol. Bahkan ketika Tory menyuruhnya untuk membaca berkas kerjasama ia enggan melakukannya.


"Kay... Sebenarnya aku tidak menjual apartemen dan mobil Kaylaa. Aku hanya mengadaikan harta kakak mu".


Seketika Kaylee menolehkan wajahnya. "Apa maksud mu?"


"Kaylaa pernah mengatakan pada ku bahwa semua hartanya akan menjadi milik mu ketika ia tiada. Ia sangat menyayangi mu. Kaylaa bilang kau tidak pernah berpergian, Kaylaa ingin kau melihat dunia. Karena itu aku tidak mengikuti keinginan mu untuk menjual aset Kaylaa", ucap Tory.


Kaylee hanya bisa mendengar tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Aku juga kehilangan saudara laki-laki ku. Ada kalanya kita merindukan kehadiran orang-orang terkasih kita, Kay. Yang aku lakukan mengunci diri di kamar adikku melepas rasa rindu ku pada nya. Aku pikir ada kalanya kau rindu pada Kaylaa. Mungkin dengan berada di apartemen Kaylaa bisa mengobati rasa rindu mu padanya", ucap Tory pelan.


Kaylee menundukkan wajahnya. Perkataan Kaylaa tentang dirinya, memang benar. Berulangkali Kaylaa mengajaknya liburan tapi selalu ia tolak.


"Kau hanya menandatangani kontrak tiga bulan saja dengan Gladwyn holding company, Kay. Setelah itu kau bebas. Bahkan kau bisa menjadi diri mu sendiri. Karena selama bekerja sama dengan tuan Flint, ia mau kau hanya bekerja dengan perusahaan miliknya saja. Ia bahkan berjanji akan membayar semua pinalti pada perusahaan-perusahaan yang sudah mengontrak Kaylaa. Dalam waktu tiga bulan kau memiliki banyak uang. Kau bisa melunasi hutang Kaylaa dan jika kau mau, bisa menebus kembali apartemen dan mobil saudara mu".


"Pikirkanlah. Semua ada di tangan mu. Kita tidak memiliki banyak waktu. Tuan Flint meminta jawaban mu malam ini juga!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2